BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 18: Tak Dianggap


Lucas membawa Narnia ke dokter obgyn spesialis kandungan dirumah sakit yang sama tempat Nyonya Rossy dirawat. Setelah mengantri, akhirnya nama Narnia dipanggil oleh perawat yang bertugas. Narnia masuk dan menggengam tangan Lucas dengan eratnya.


"ada apa?" tanya Lucas


"takut..", ucap Narnia polos. Lucas tersenyum melihat Narnia dengan wajah cemasnya.


"tidak akan ada apa apa. hanya diperiksa kondisi kandunganmu..", ucap Lucas. Mereka pun duduk berdampingan di hadapan dokter yang tertulis nama dr. Tristan Antonio, SpOG.


"ada keluhan apa?" tanya dr Tristan.


"istri saya hamil dok. sudah tespack hasilnya dua garis. Lalu tadi sempat agak mual dan pusing.." jawab Lucas sekaligus memberikan hasil testpack milik Narnia.


"trakhir datang bulan kapan ya?" tanya dokter itu. Narnia sedikit mengernyitkan dahinya mengingat tanggal datang bulannya yang sama sekali tidak dia ingat.


"bulan lalu dok. tanggalnya lupa. sekitar pertengahan bulan ", jawab Narnia. Dokter tampak sibuk menghitung hitung sesuatu.


"kemungkinan usia kandungannya sekitar 8 mingguan tapi untuk lebih pastinya kita priksa dulu dengan USG" ucap dr. Tristan sembari mempersilahkan Narnia untuk berbaring diatas ranjang dan membuka baju bagian bawahnya, laku memberikan gel pada perut Narnia dan mulai memeriksanya. Dari layar monitor tampak sebuah benda kecil seukuran buah anggur tampak jelas disana. Dan sudsh ada detsk jantung kecil yang berdenyut. Seketika Narnia mengeluarkan air matanya dan memperhatikan Lucas. Lucas memandang ke arah monitor dengan senyuman bahagia. Matanya tampak berbinar dan berkaca kaca.


"kondisi janinnya bagaimana dok?" tanya Lucas.


"kondisinya baik. Detak jantungnya normal. Menurut pemeriksaan USG usia kandungannya 9 Minggu 6 hari. Dijaga jangan terlalu kecapekan, jangan stres, ibu hamil harus bahagia.. Saya resepkan vitamin. bulan depan jangan lupa kontrol lagi yaa..", ucap dr. Tristan. Setelah mengambil resep obatnya Narnia dan Lucas berjalan menuju ruang perawatan.


"kau benar, tidak apa apa menjenguk Mommy?", tanya Lucas saat perjalanan menuju kamar VVIP tempat Nyonya Rossy dirawat. Narnia tersenyum.


"tenang saja.. aku tidak apa apa..", jawab Narnia pelan. Narnia terus menata hati dan menyiapkan mental dan tanpa sadar genggaman tangannya semakin lama semakin kuat.


tok..tok..tok..


"aaahhh Lucasku sayang... mari masuk masuk.. ini Lucas.. maaf harusnya semalam dia Dan Cindy berkencan tapi karena aku sakit jadi gagal..", ucap Nyonya Rossy ramah terhadap 3 orang tamu ya g sedang menjenguknya. Yaa.. dialah Cindy, orang yang akan dijodohkan dengan Lucas. Cindy datang bersama dengan orang tuanya.


"ini dia putraku.. untung dia datang tepat waktu.. jika tidak aku sudah tiada.." ucap Nyonya Rossy seraya tersenyum manis. Lucas nampak malas meladeni ibunya dan orang orang yang ada disana. Lucas menggandeng Narnia masuk tepat disebelah ranjang Nyonya Rossy. Narnia hanya terdiam dan menunduk. Dia masih tidak berani menatap Nyonya Rossy.


"Lucasku.. ini Cindy, putri Tuan Ardiwilaga. Cantik kan .. " ucap Nyonya Rossy seraya mengenalkan Cindy pada Lucas.


"tidaaaaakkkk.. dia tidak boleh hamil.. dia wanita sialan!!!!!aaaaaaa tidak boleeeh!!!", teriak Nyonya Rossy berkali kali. Sembari hendak memukul Narnia, berulang kali Lucas menghalangi ibunya itu untuk menyakiti Narnia.


"kau wanita murahan!!! sudah kau culik anakku kini kau goda dia!! kau sengaja kan agar bisa hamil dengan Lucas!! dasar wanita murahan!! jangan pernah berharap kau menjadi menantu kesayanganku!! aku tidak akan pernah menganggap mu sampai kapanpun!!!aaaaarrgghh pergi.. pergi!!!"


PLAK!


Tangan Nyonya Rossy akhirnya mampu menggapai wajah Narnia dan semua orang terdiam melihat Narnia ditampar dengan keras oleh Nyonya Rossy. Lucas tampak membelalak melihat Narnia menunduk sembari memegangi pipinya.


"s-saya.. p-permisi dulu..", ucap Narnia seraya berlari kecil meninggalkan ruangan VVIP itu.


"Narnia.." panggil Lucas yang hendak mengikuti Narnia tapi langkahnya tertahan oleh Nyonya Rossy.


Perawat segera memberikan obat penenang pada nyonya Rossy dan tak lama kemudian Nyonya Rossy terlelap.


Lucas tampak lemas.. dia duduk disamping ranjang ibundanya yang tengaj tertidur karena pengaruh obat.


"kenapa kau begini mom.. kenapa kau begitu membenci Narnia?" ucap Lucas dalam hati seraya membetulkan selimut yang menutupi tubuh sang ibunda.


Lucas keluar kamar perawatan itu setelah Nyonya Rossy benar benar terlelap dalam tidurnya. dia kemudian pergi berkeliling rumah sakit mencari keberadaan Narnia.


Lucas terhenti di bangsal ibu dan bayi. Narnia nampaknya sedang asyik memperhatikan Bayi bayi yang sedang di mandikan oleh para perawat. Tampak senyum kecil di bibir Narnia sembari tangannya mengusap usap perut kecilnya.


"sayang.." bisik Lucas membuyarkan angan indah Narnia. Seketika Narnia menoleh kearah Lucas. Matanya berbinar sembari menunjuk bayi mungil yang sedang menangis kencang. Lucas memeluk Narnia dari belakang.


"jangan.. ini dirumah sakit.." ucap Narnia mencoba menolak pelukan Lucas.


"sstt.. aku hanya ingin memastikan keadaanmu.." bisik Lucas tepat ditelinga Narnia. Lucas lalu memeluk dan mengelus perut Narnia. Lalu mereka berjalan beriringan. Narnia meletakkan kepalanya di bahu Lucas.


"maafkan kejadian tadi ya.. mommy sungguh keterlaluan kali ini.." ucap Lucas. Narnia hanya terdiam tidak menjawab. Dia hanya menggenggam tangan Lucas dengan lebih kencang.


"aku hanya berharap jika anak ini lahir, kelak ibumu bisa benar benar menerima aku dan merestui kita." ucap Narnia.