BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 34 : Berubah Menyebalkan


Siang itu Narnia melanjutkan pekerjaannya, merangkum hasil rapat dan poin poin pentingnya, menyiapkan powerpoint untuk rapat esok hari dengan para investor, dan menyusun jadwal untuk bos barunya.


"halo.."


"..."


Narnia menerima panggilan telponnya dan tangannya tetap bekerja dengan kecepatan yang sama, sungguh multitasking yang luar biasa. Lucas membuka sedikit tirai ruangannya dan memandang Narnia dari sana.


Dia tersenyum.. masih manis..siapa yang dia telpon.. anaknya.. apa suaminya.. Orion?? ahh aku kenapa jadi begini.. aauuuhh ucap Lucas dalam hati seraya kembali ke tempat duduknya.


tok..tok..tok..


"masuk.." jawab Lucas dari dalam ruangannya.


"permisi pak.. ini powepoint yang saya buat untuk rapat dengan beberapa investor besok. Mohon bapak lihat dulu.." ucap Narnia sembari memberikan flashdisknya. Lucas hanya mengangguk dan setelah Narnia keluar ruangan, dengan segera dia membuka flashdisk itu.


"file kerja.. ini... kerja juga.. kerja.. kerjaan.


haaah.. kenapa isinya kerjaan semua.. sungguh membuatku gila!" gumam Lucas sembari mengacak acak rambutnya.


"Lucas.. kau ini kenapa.. haaah.. " lanjutnya lagi. Setelah memeriksa bebera saat, Lucas keluar ruangan dan mendapati Narnia sedang memakan kotak bekalnya.


"aahh maaf pak..", ucap Narnia seraya menutup kotak bekalnya dan membersihkan mulutnya. Lucas memandang Narnia.


"ada beberapa revisi. coba perbaiki..", ucap Lucas sembari meletakkan flashdisk nya diatas meja. Narnia segera mengambil flashdisk itu dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Dia membuka kembali kotak makan siangnya dan memakan kimbab itu satu per satu.


Waktu berlalu begitu cepat, Narnia pun kembali melihat Jam tangannya.


"ahh jam 6 .. syukurlah . tidak begitu larut." gumam Narnia yang seketika membereskan mejanya. Tiba tiba Lucas memanggilnya lewat panggilan telpon paralelnya.


"Narnia segera ke mari.. bawa catatan", ucap Lucas. Narnia berdecak malas dan dnegan cekatan mengambil buku agendanya dam masuk ke dalam ruangan. Tampak Lucas sedang melakukan rapat virtual melalui sambungan internet. Narnia tampak tidak tenang mengikuti rapat itu, sesekali dia melihat jam tangannya yang terus bertambah.


pukul 10


Setelah rapat usai, Narnia segera keluar ruangan dan membereskan bawaannya. menata ini dan itu sebelum akhirnya meneteng tasnya.


"Narnia.. hasil rapat tadi tolong buatkan powerpoint nya ya..", ucap Lucas. dia memandang ke arah Narnia yang tengah bersiap untuk pulang. Lalu Lucas memandang jam tangannya.


"maaf, Jika saya mengerjakannya di rumah saja bagaimana?"pinta Narnia. Mendengar itu Lucas mengernyitkan dahinya.


"kenapa?" tanya Lucas.


"saya harus menjemput anak saya dirumah ibu. Ini sudah terlalu larut. Besok lagi saya janji semua sudah ada di meja bapak." ucap Narnia dengan wajah pucat.


"memang suami kamu nggak bisa apa jemput anakmu di tempat ibu?" tanya Lucas sinis. Narnia hanya terdiam dan mengambil ponselnya.


"halo.. Bu..Kanaka sudah tidur?"


"...",


"tolong sampaikan pada Kanaka, aku lembur.. masih ada pekerjaan.", ucap Narnia sebelum akhirnya menutup ponselnya.


"Kamu kerjakan diruangan saya. ", ucap Lucas. Dengan wajah kesal Narnia mengikuti permintaan Lucas. Narnia mengerjakannya dengan laptop dan Lucas seketika keluar ruangan. Tak berapa lama kemudian dia kembali dengan menenteng sesuatu.


kenapa sekarang jadi tidak sehat begini hidupnya. ucap Narnia dalam hati. Dia lalu kembali mengerjakan pekerjaannya sembari memakan burger.


"sekarang tinggal dimana?", tanya Lucas. sontak Narnia berhenti mengetik.


"saya sudah bilang itu bukan urusan kamu.", ucap Narnia.


"sekaranh sudah malam, saya antar kamu pula nanti.." ucap Lucas. Narnia memandang tajam ke arah Lucas.


",tidak perlu. Aku bisa naik Ojol"jawab Narnia. Lucas kembali memperhatikan jam tangannya.


Pukul 11 sudah terlalu larut.. kasihan dia jika pulang sendirian malam malam.


" sudah.. kerjakan saja sisanya dirumah." ucap Lucas seraya melepaskan jas dan dasinya. Mendengar itu Narnia berdecak kesal.


kenapa nggak daritadi.. kalau suruh kerjain dirumah kan aku bisa pulang dari tadi.. iiih


"baik pak.." jawab Narnia yang segera membereskan laptopnya dan barang barangnya. Narnia tampak berjalan dan Lucas pun tampak keluar ruangan.


"aku antar saja.. sudah malam.Kau mau ke rumah ibu kan?" tanya Lucas sembari memencet tombol di dinding lift.


"tidak usah. aku bisa naik ojek atau taxi", ucap Narnia seraya meraih ponselnya. Mereka kembali ada pada satu lift. hanya diam tidak banyak berkata kata.


Sesampainya di loby kantor, Narnia masih sibuk mencari Ojol atau taxi online, tp karena hari sudah terlalu larut dia belum mendapatkannya satupun. Lucas segera menggandeng tangan Narnia dan mengajaknya masuk kemobilnya.


"ayo naik." ucap Lucas.


"iih kenapa sekarang jadi menyebalkan begini." gumam Narnia karena tak ada pilihan Narnia pun masuk kedalam mobil Lucas.


"katakan aku harus mengantarmu kemana?" tanya Lucas ketus.


"rumah ibu" jawab Narnia singkat. Lucas menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan Narnia hanya diam dan melemparkan pandangannya keluar jendela.


"bagaimana kabar ibu?" tanya Lucas mencoba mencairkan suasana. Mendengar pertanyaan itu, Narnia terperanjat.


"hah? oohh.. ibu baik." jawabnya singkat.


"Evelyn?"


"dia juga baik."


"kau berhenti saja disini. " ucap Narnia, Lucas merasa bingung karena jarak rumah ibu masih lumayan jauh. Tapi Lucas menuruti permintaan Narnia.


"kenapa turun disini?" tanya Lucas. Narnia membereskan barang barangnya.


"aneh rasanya mantan suami istri ada di mobil yang sama. " ucap Narnia ketus sebelum akhirnya turun dari mobilnya.


"terimakasih sudah mengantarku." lanjutnya.


Lucas hanya mengangguk. Narnia lalu berjalan menuju rumah Nyonya Lisa. Diam diam Lucas mengikutinya dari belakang dan memastikan Narnia telah masuk ke dalam rumah. Lucas menunggu lama disana, memperhatikan rumah itu dari kejauhan. Lalu Lucas kembali memacu mobilnya untuk pulang.