
"Narnia.. makanlah.. sudah 3 hari ini kamu ga makan, nak.." ucap Nyonya Lisa saat memberikan sarapan pada Narnia di kamarnya. Narnia hanya terdiam dan terus mengurung diri dikamarnya setelah kejadian itu.
"Dek makanlah.. nanti sakit loh.." ucap Evelyn mencoba membujuk Narnia untuk makan. Tapi Narnia tetap diam, dia tidak bergeming dari tempat tidurnya.
tok..tok..tok..
Tiba tiba terdengar suara ketokan pintu. Evelyn berlari hendak membuka pintu dan dia terdiam saat melihat Lucas berdiri disana dengan membawa sebuah koper.
"Kau?? masih berani datang kesini ha? " ucap Evelyn kesal.
"aku hanya ingin mengembalikan barnag barang Narnia yang masih tertinggal di apartemen. Dan ini..berkas yang harus ditandangani oleh Narnia.", ucap Lucas datar. Nyonya Lisa lalu keluar kamar dan melihat keluar saat mendengar suara laki laki yang dia kenal.
"selamat pagi, Bu.." sapa Lucas sopan.
"duduklah dulu, aku panggilkan Narnia.." ucap Nyonya Lisa pelan
"nggak usah suruh duduk Bu!! Kamu bikin Narnia kecewa!! kamu nggak selidiki dulu apa yang sebenarnya terjadi main cerai aja!!" ucap Evelyn kesal.
"Evelyn!! ssttt. ayo masuk.. panggilkan adikmu." ucap Nyonya Lisa mencoba mengalihkan amarah Evelyn. Saat membalikkan badan, Evelyn sudah melihat Narnia berdiri di depan kamar. Dia tampak lemah karena menolak untuk makan, Dia memandang ke arah Lucas yang tepat berdiri dihadapannya.
"saya mau mengembalikan barang barang kamu .. sekalian minta kamu untuk tandatangani surat perceraian kita. " ucap Lucas pelan. Narnia terus menatap wajah dan mata Lucas yang tampak datar dan biasa biasa saja. Lain dengan Narnia, matanya bengkak, wajahnya sembab, rambutnya tak beraturan dan terlihat kusam.
"jadi.. pada akhirnya kita berpisah..", ucap Narnia pelan.
"tidak ada lagi alasan kita untuk bersama. Kau mengkhianatiku lebih dulu." ucap Lucas ketus.
Narnia membuka amplop itu dengan berat hati, dia membaca perlahan lahan, kata demi kata di surat itu. Dia kembali menangis saat melihat tandatangan Lucas telah tertoreh disana. Dan dengan berat hati Narnia pun membubuhkan tanda tangannya.
"ini.." ucap Narnia sembari menyerahkan amplop coklat itu kembali pada Lucas. Lucas sedikit memandangnya. Matanya tampak berkaca kaca tapi sekuat tenaga dia menahan diri untuk tidak menangis.
"setelah ini, kita tidak perlu bertemu lagi. pada sidang juga tidak usah datang, aku sudah memints pengacara untuk mengurusnya. Dan esok pagi aku akan kembali ke Amerika. mungkin selama nya tidak akan bertemu denganmu. " ucap Lucas pelan. Narnia terkejut dan memandang ke arah Lucas, tatapannya penuh keputusasaan, dan air matanya tak berhenti mengalir.
"mulai hari ini.. kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi.. saya permisi." ucap Lucas sebelum akhirnya berjalan pergi. Seketika Narnia terjatuh, dia pingsan ditempat dan membuat Nyonya Lisa serta Evelyn panik dsn terus memanggil namanya. mendengar teriakan kepanikan itu seketika Lucas berhenti. Dia terdiam ditempat beberapa detik sebelum akhirnya kembali melangkahkan kakinya keluar dari halaman rumah Narnia. Dia masuk ke dalam mobilnya dan pergi tanpa melihat kembali ke belakang.
Nyonya Lisa dan Evelyn berusaha menggendong Narnia dan menidurkannya di atas sofa.
"Narnia .. sayang.. ayo bangun nak..", ucap Nyonya Lisa sembari menepuk nepuk pipi Narnia. Evelyn berulang kali memijat kaki dan tangan Narnia agar Narnia terbangun. saat Narnia kembali membuka matanya Nyonya Lisa lalu memeluknya. Dan seketika Narnia menangis diperlukan Ibunda dan kakak kesayangannya.
"menangis lah, nak.. menangislah.. tumpahkan semua kegundahanmu.." ucap Nyonya Lisa dengan mata berkaca kaca. Nyonya Lisa mendekap erat tubuh putrinya yang menangis begitu pilu itu.