
"presentasi nanti.. kau yang sampaikan." ucap Lucas sembari berjalan beriringan dengan Narnia menuju ruang meeting yang ada di lantai paling atas.
"tapi.." ucap Narnia seolah tidak percaya diri.
"aku percaya padamu.. " ucap Lucas datar. Mereka sampai di lantai paling atas, Narnia menyiapkan semua keperluan rapat di ruang rapat itu. Dan saat investor itu datang Narnnia segera memberi salam dan mempersilahkan para investor itu duduk. Lucas membuka rapat dan memberikan salamnya pada mereka lalu mempersilahkan Narnia untuk menyampaikan poin poin penting tentang kerjasama ini. Narnia menyampaikan materi rapat dengan sangat baik, Lucas sedari tadi terus memperhatikan Narnia. Yaa.. Lucas nampak memperhatikan presentasi Narnia dengan seksama, tapi bukan presentasinya yang dia perhatikan. Dia sangat fokus memandang Narnia.
kenapa sekarang dia jauh lebih menarik ya.. apa mungkin seseorang setelah menjadi ibu jauh lebih seksi.. aaah Lucas apa kau sudah gila. dia itu istri orang, apa aku kini sedang mengagumi istri orang.. oohh no!!aku masih belum bisa move on dari Narnia walau sudah selama ini. Saat bercinta dengannya saja aku masih ingat bagaimana rasanya.. sungguh gila . kau sudah benar benar tidak waras Lucas. Narnia bahkan sudah menikah dan punya anak sebesar itu ..
"Pak Lucas.." panggil Narnia.
Bahkan suaranya saat memanggilku pun terdengar masih sangat indah..
"Pak Lucas.."panggil Narnia sekali lagi.
"ha?? ohh ya.. ada apa?" tanya Lucas seketika saat pandangan dan lamunannya buyar.
"presentasi saya sudah selesai." ucap Narnia.
"ooh oke.." ucap Lucas dan dia berdiri dari tempat duduknya seketika dan kembali memberikan kata kata yang menjual. Akhirnya tanda tangan kerjasama ini berjalan lancar. Lucas tampak girang, perusahaannya bertambah besar dengan adanya investor inverator internasional itu.
"presentasi mu bagus" ucap Lucas sembari memberi Narnia salam. Narnia pun membalas salam itu sambil tersenyum.
"terimakasih." ucap Narnia singkat. Narnia dan Lucas pun lalu kembali ke ruangan mereka.
"Oya, kau belum makan siang kan? saya pesankan makan ya.. kita makan sama sama" ucap Lucas sebelum kembali menutup pintu ruangannya.
aku bawa bekal.. ucap Narnia dalam hati.
Tak berapa lama kemudian , security membawa dua buah bungkusan ke meja Narnia.
"pesenan Pak bos Bu.." ucap security itu.
tok..tok..tok..
"masuk" ucap Lucas dari dalam ruangannya.
"ini pesanan makannya pak.." ucap Narnia dengan membawa bungkusan itu masuk ke dalam ruangan Lucas.
"taruh saja di meja situ. Ayo.. temani saya makan." ucap Lucas.Narnia melihat sekotak makanan bertulisan Padang Ria lengkap dengan minumannya.
"ayo.. temani saya makan." ucap Lucas.
"tapi pak.."
"duduklah.. " ucap Lucas. Narnia berdiri dan terdiam sejenak.
"tunggu sebentar." ucap Narnia yang kemudian keluar ruangan dan tak lama kembali lagi dengan membawa kotak makan siangnya.
"saya sudah bawa bekal. saya makan bekal saya saja tidak masalah kan pak?" ucap Narnia. Lucas memandang Narnia yang membuka kotak bekalnya itu. Lucas mendongak dan melihat bekal Narnia. sambel goreng daging dan tempe goreng. apa sekarang dia bisa masak. ucap Lucas dalam hati. Mereka makan bersama, dalam meja yang sama. Lucas kemudian membuka nasi kotak yang satu lagi dan mengambil daging rendangnya dan dia berikan pada Narnia.
Narnia tersenyum menerimanya dan memakannya.
Lucas please deh jangan bikin baper. ucap Narnia dalam hati.
"kamu ... apa kabar?" tanya Lucas sembari memperhatikan Narnia yang sedang asik makan.
"apa selama ini kau bahagia?" tanya Lucas seketika Narnia tersedak mendengar pertanyaan Lucas. Lucas pun segera memberikan minum untuk Narnia.
"ini.. minumlah.." ucap Lucas
"bu-kan u-rusan kamu.." jawab Narnia terbata bata. Melihat itu Lucas tersenyum.
***
"Kanaka, mama pergi belanja sebentar. Kamu jangan buka pintu kalau ada orang yang nggak kamu kenal.. mengerti?" ucap Narnia sebelum meninggalkan rumah dia itu.
"hmm" jawab Kanaka singkat sembari memainkan game nya di televisi. Setelah itu Narnia pergi. Kanaka memang masih berumur hampir 6 tahun tapi dia sudah terbiasa ditinggal di dalam apartemen sendirian. Tiba tiba pintu bel apartemennya berbunyi. Kanaka meletakkan stik game nya dan berjalan ke arah pintu, mengambil bangku kecil didekat pintu dan menaikinya untuk melihat siapa tamu yang ada didepan apartemennya.
"eh.. itu bukannya Om galak." ucap Kanaka. lalu dia turun dari bangkunya dan membukakan pintu. Lucas begitu terkejut saat mengetahui pintu bekas apartemennya dulu dibuka oleh seorang anak kecil yang tidak asing baginya.
"om.." sapa Kanaka sambil tersenyum.
"kamu?k-kamu tinggal disini??" tanya Lucas heran. Kanaka hanya mengangguk.
"mari masuk om.. mama baru pergi belanja sebentar. Om cari mama kan?" tanya Kanaka sembari mempersilahkan Lucas masuk.
Lucas berjalan perlahan, memasuki apartemen lamanya yang dulu sempat dia tinggali bersama dengan Narnia. Lucas tampak memandang seisi apartemen yang tampak sedikit berubah, dapur yang dulu ada disisi kanan pintu masuk berubah menjadi kamar, dapur ada tepat didepan kamar utama dan ukurannya sangat kecil, kamar yang dulu masih sama, pantry masih sama, Hanya nampak lebih sempit. Lucas duduk disofa didepan televisi.
"kamu tinggal sama siapa disini?" tanya Lucas.
"mama.."jawab Kanaka singkat. Lucas kembali melihat sekeliling, foto foto yang ada didinding dan hanya ada foto mereka berdua.
"om mau minum apa?" tanya Kanaka sopan.
"ahh.. tidak usah Om cuma sebentar.." ucap Lucas sambil tersenyum. Kanaka pun kembali ke sofa dan melanjutkan game nya.
"om mau main? mama mungkin masih lama karena tadi dia mau belanja katanya.", ucap Kanaka. Melihat itu, Lucas lalu menyambar stik PS yang diberikan Kanaka padanya dan mulai bermain menemanin kanaka. akhirnya Lucas dan Kanaka asik bermain games, dari PS, main kartu hingga Uno. camilan dan minuman yang ada di lemari penyimpanan dikeluarkan beberapa untuk menemani mereka melewati waktu.
Narnia pulang dan mendengar gelak tawa Kanaka dengan seseorang di dalam. Narnia membuka pintu dan terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Lucas??" gumam Narnia saat melihat Lucas sedang asik bermain dengan kanaka. Wajah Lucas penuh coretan bedak karena mendapat hukuman dari kanaka.
"maaf aku lancang datang kerumahmu.. aku benar benar tidak menyangka jika kau tinggal di apartemen ini.." ucap Lucas sembari meletakkan mainan Kanaka.
"mama.. makan.. Kanaka laper.." ucap Kanaka.
"hah? ooh iya.. mama masak dulu sebentar.", ucap Narnia sembari meletakkan belanjaannya diatas meja dapur. Lucas menghampiri Narnia.
",untuk apa kemari?" bisik Narnia kesal.
"aku hanya lewat lalu iseng saja memencet bel ternyata Kanaka yang membukakan pintu.. aku tidak menyangka jika kau tinggal disini" ucap Lucas. Narnia nampak sibuk menyiapkan makan siang untuk Kanaka.
"om.. ayo kita main lagi.." ucap Kanaka.
"oh.. oke..om bantu mama masak dulu yaa..", ucap Lucas. Narnia memandang ke arah Lucas
"main saja dengan Kanaka. Aku akan masak" ucap Narnia pelan sembari menyiapkan semua bahan bahan untuk membuat kari jepang. dia mengupas kenteng dan wortel lalu memotongnya, mengambil daging saikoro Wagyu yang sudah dia beli dalam kemasan 250gr dan siap dimasak, mengupas dan memotong bawang Bombay lalu memasaknya. Narnia juga menggoreng ayam katsu yang dia beli di supermarket tadi.. yaa masakan praktis yang hanya siap masak.
"ayoo guys.. makan.." ucap Narnia seraya menyiapkan Katsu curry rice diatas piring saji dan membawanya ke depan televisi.
"ini untuk Kanaka.. dan ini untuk pa- hmm.. lucas.." ucap Narnia pelan.
"waaah asiiikkk curry Jepang ya mah?" teriak Kanaka girang saat melihat menu makan siangnya. Mereka makan bersama, tampak tawa gembira dari Kanaka yang jarang Narnia lihat, yaa mungkin mendapatkan teman main yang sepadan. Narnia pun membereskan piring piring dan mencucinya.
"kau benar tidak apa apa tinggal disini?" tanya Lucas sembari membasuh wajahnya di wastafel .
"pengelola menawariku dan aku butuh tempat tinggal dengan Kanaka makanya aku ambil." jawab Narnia sambil mencuci piring.
"om.. kekamar Kanaka yuk.. Kanaka punya buku buku bagus.. om mau bacakan nggak?" pinta kanaka. Narnia membersihkan tangannya dan mendekati Kanaka
"kak.. om Lucas mau pulang dulu, besok main lagi yaa.." ucap Narnia pelan. Senyum yang semula merekah itu mendadak hilang, dan Lucas mulaintidak tega melihat Kanaka kecewa.
"ayoo. om bacakan cerita..", ucap Lucas sembari tersenyum dan menggendong Kanaka di pundaknya masuk ke kamar. Narnia melihatnya dari kejauhan.
Kanaka akhirnya bertemu denganmu, Lucas..akankah ada waktunya Kanaka memanggilmu papa?akankah ada kesempatan indah itu..