BROKEN VOW

BROKEN VOW
Semua Karena Aku


Lucas melaju kencang menuju kediaman Nyonya Rossy. Yang seketika ia masuk kedalam rumah dan terus meneriakkan nama Jesica.


"Lucas!! kau ini kenapa?" tanya Nyonya Rossy saat melihat emosi Lucas yang begitu memuncak memanggil nama Jesica.


"Dia sudah tidak tinggal disini lagi sejak kau memutuskan pertunangan kalian. Ada apa?" tanya Nyonya Rossy khawatir.


"Dimana dia tinggal, mom?"


"Aku tidak yakin tapi sepertinya apartemen dekat Healthy Care tempat dia kerja. Ada apa? Kenapa emosi begini?", tanya Nyonya Rossy mulai khawatir.


"Dia sudah gila mom! Dia culik Kanaka dari sekolahannya...Sinting! Aku ke tempat Jesica dulu mom.", ucap Lucas yang segera berlalu tanpa memperdulikan Nyonya Rossy terus memanggilnya.


Sesampainya di apartemen yang dimaksud, Lucas masuk kesana, menanyakan pada security


"Nona Jesica biasa ke Liquor Blue diujung jalan sana, Tuan.", ucap security itu. Tanpa pikir panjang, Lucas menuju club' malam yang dimaksudkan oleh Security itu. Lucas segera menyisir club' malam itu. Ditengsh lampu club' yang berwarna warni dan musik yang menderu kencang.


"Jesica!!" ucap Lucas saat menemukan Jesica sedang meminum minumannya. Lucas segera menggandeng Jesica keluar dari club' malam itu.


"Hai.. Lucas." sapa Jesica dengan tubuh sempoyongan.


"Kau mabuk??Bisa bisanya kau mabuk setelah menculik anak orang?" tanya Lucas geram.


Jesica menatap Lucas lalu tertawa.


"Tadinya aku ingin melihat bagaimana wajahmu jika anak itu aku bunuh.. "


Tamparan keras Lucas mendarat tepat di pipi kanan Jesica yang seketika membuatnya tersungkur. Jesica jatuh ke tanah dan dia kembali tertawa.


"Semua karenamu! Semua salahmu!! Kenapa hidup begitu kejam padaku.. Aku sudah menggertak wanita sialan itu, tapi kau juga tidak sedikitpun mendekat padaku.. Justru kau batalkan pertunangan kita! Dia anggap aku main main dengan perkataan ku? Semua karenamu Lucas!! Andai saja kau mau menikah denganku.. semua ini tidak akan terjadi! Aku tidak akan mungkin menodai tanganku dengan tindakan itu!" ucap Jesica. Lucas terlalu emosi untuk berhadapan dengan orang mabuk, Saat hendak memukul Jesica, tangannya dicegah oleh seorang laki laki


"Orion.."gumam Lucas saat melihat laki laki itu di sebelahnya.


"Memukulinya tidak akan menyelesaikan masalah.." ucap Orion sembari melepaskan tangan Lucas.


"Orion? kau?" gumam Lucas saat melihat Orion nampak membantu Jesica.


"Ini saatnya kau dapatkan kembali cintamu, Lucas. Jesica tidak akan berani lagi berbuat macam macam pada keluargamu. Aku akan selalu menjaganya." ucap Orion pelan. Lucas masih tidak habis pikir. Alisnya masih menyatu karena heran.


"Dia hanya terobsesi untuk memilikimu.. Dia terlalu banyak berharap padamu. Kau tenanglah, mulai saat ini aku akan menjaganya.", ucap Orion. Mendengar itu tanpa pikir panjang, Lucas kembali ke dalam mobilnya. Melaju kencang menuju Apartemennya. Dalam perjalanan dia nampak sangat kesal dan melampiaskan kekesalannya dengan memukul mukul stang bundarnya.


"Sial!! Sial!! Rupanya semua karena aku! aku yang tidak ingin kalian tersakiti justru akulah penyebab rasa sakit itu!!" ucap Lucas. Air matanya terus mengalir dipipinya mengingat semua kegetiran dan kesedihan Narnia selama ini.


"Laki laki macam apa aku yang membiarkan wanitanya menderita..", lanjut Lucas. Dia segera turun dari mobilnya dan segera masuk ke dalam apartemen nya. Mengambil sebuah koper dan mengemasi barang barangnya satu per satu.


"Lebih baik aku pergi.. Keputusan Narnia untuk tidak kembali lagi denganku rupanya tepat.. Bodohnya aku yang terus mendekatkan diri dan menawarkan diri. ", ucap Lucas seraya memasuk masukkan pakaian dan segala keperluannya ke dalam koper.


"Halo.. saya ingin memesan tiket ke Amerika penerbangan besok." ucap Lucas seraya mengangkat teleponnya.