
Pagi itu Narnia lebih dulu bangun dari Lucas. Hari kemarin seolah mimpi yang bercampur menjadi satu antara mimpi buruk dan mimpi indah. kehilangan dan mendapatkan seseorang dalam satu hari, sungguh hal yang sama sekali tidak pernah terbersit dalam benak Narnia. Dia melepaskan pelukan Lucas perlahan lahan dari pinggangnya dan beranjak dari ranjangnya. Dia memandang ke arah Lucas yang masih terlalu nyenyak tidur. Narnia mulai mengambil koper miliknya dan memasukkan beberapa baju untuk dibawa ke apartemen Lucas.
"Narnia.. kau sedang apa?" tanya Lucas saat melihat Narnia sibuk dengan koper dan bajunya.
"eh.. kau sudah bangun.. Aku sedang membereskan baju untuk ku bawa ke apartemenmu. kira kirs bawa apa lagi ya.." tanya Narnia nampak bingung memilih milih barang miliknya.
"bawalah yang perlu saja.. lagian kan kamu juga masih kesini.. kalau kurang baru diambil lagi.. ", ucap Lucas, Narnia mengangguk mendengarnya. Setelah selesai menutup kopernya dia memandangi lelaki yang masih malas malasan diatas tempat tidurnya.
"kamu ga narik Ojol?" tanya Narnia. Lucas menggeleng dan kembali membenamkan kepalanya di dalam bantal. Setelah selesai membereskan pakaiannya, Narnia segera keluar kamarnya. Dan tampak ibu sedang menyiapkan sarapan didapur. Narnia pun berjalan pelan menghampiri Ibu dan kakak tercintanya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.
"selamat pagi..", ucap Narnia sembari mengambil segelas air putih dari dispenser.
"pagi.." sahut Nyonya Lisa dan Evelyn hampir bersamaan. Evelyn tampak terkekeh saat melihat Narnia.
"gimana semalem? asoy ga??" goda Evelyn.
"iihh mbak! apaan sih..", ucap Narnia kesal. Evelyn pun tertawa dan merasa puas bisa menggoda adik kesayangannya itu.
"Bu...mbak.. Narnia mau bilang kalau Lucas ajak Narnia tinggal di apartemennya. Mungkin akan berangkat hari ini.." ucap Narnia pelan. Tawa Evelyn dan ibu berubah menjadi sunyi. Mereka saling menatap dan kemudian memperhatikan Narnia.
"maksud kamu.. kalian ga tinggal disini?" tanya Nyonya Lisa dengan mata berkaca kaca. Mendengar itu Narnia mengangguk.
"ibu mengerti.. bagaimanapun kau sudah menikah.. harus nurut apa kata suami..hanya ibu tidak tau harus memberikan apa pada kalian.." ucap Nyonya Lisa yang tanpa sadar air matanya menetes. Ketiga wanita itu pun lalu berpelukan erat dan saling menangis.
Lucas bersembunyi dibalik tembok dan memperhatikan momen itu. Tanpa sadar mata Lucas pun berkaca kaca.
"aku sungguh tidak boleh menyakiti gadis ini.. aku bersumpah akan membahagiakan orang ini sepenuh hatiku.." ucap Lucas dalam hati.
"selamat pagi.." sapa Lucas saat semua kesedihan sudah mereda.
"pagi Lucas.. ayo kita sarapan sama sama.." ajak Nyonya Lisa. Lucas pun menyantap sarapnnya bersama dengan Nyonya Lisa dan Evelyn.
"hari ini Lucas akan bawa Narnia untuk tinggal bersama Lucas di apartemen Lucas, mohon restunya, ibu mertua.." ucap Lucas sembari menundukkan kepalanya. Nyonya Lisa sejenak memperhatikan Lucas.
"Nak.. Narnia itu ga bisa apa apa.. dia ga bisa masak kayak Evelyn, dia juga ga begitu pintar mengurus rumah tangga. Ibu harap kau bisa bersabar jika menghadapinya.." ucap Nyonya Lisa. Mendengar itu pun mengangguk.
"jika kau butuh apa apa datang saja kemari.. yaa.." lanjut Nyonya Lisa. Lucas pun tersenyum dan mengangguk.
"ibu.. aku kan tidak pergi jauh cuma ke apartemen Lucas.. " ucap Narnia kesal seolah dirinya akan meninggalkan keluarganya untuk selamanya. Setelah selesai sarapan dan mandi, akhirnya Lucas membawa Narnia ke apartemennya. Kepergiannya menjadikan pagi itu penuh haru. Koper Narnia sudah ada di depan kaki Lucas dan Narnia pun berpamitan dengan Nyonya Lisa dan Evelyn pagi itu, membonceng Lucas dan melambaikan tangan sebelum motor matic Lucas melaju pergi.