BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 6: Pernikahan Instan


Malam itu Lucas sama sekali tak dapat tidur. Dia menemani Narnia dan keluarganya di depan ruang ICCU. Narnia tengah tertidur di bahu Lucas dan sesekali Lucas membenarkan posisi kepalanya agar tidak terjatuh.


"entah mengapa aku selalu ingin melindunginya sejak pertama bertemu " ucap Lucas dalam hati. Sesekali dia memandang ke arah Nyonya Lisa ibunda Narnia yang juga tidak bisa tidur menunggui suaminya yang ada di ambang hidup dan mati. Tak terasa subuh pun tiba. Lucas menidurkan Narnia di kursi tunggu rumah sakit. Dia berjalan menuju ruang ICCU dan menanyakan keadaan ayah Narnia. Dari depan ruang ICCU Lucas dapat melihat Ayah Narnia tengah memakai banyak peralatan ditubuhnya dan tampak selang yang dipasang pada mulutnya. Lucas kembali keluar ruangan melihat beberapa penunggu yang juga tertidur diluar ICCU. Dia berjalan keluar menuju taman dan duduk pada salah satu bangku yang ada di taman itu. Lucas kembali masuk ke dalam ruangan ICCU dan melihat Nyonya Lisa telah terbangun. Lucas bersimpuh di hadapan Nyonya Lisa dan mengejutkan Nyonya Lisa dan juga Evelyn.


"kau? kenapa berlutut nak?" tanya Nyonya Lisa heran.


"maaf, Tante.. jika saya lancang.. saya hanya ingin mengatakan bahwa saya mencintai putri Tante, Narnia dan memohon ijin untuk menikahi Narnia.." ucap Lucas tegas. Mendengar itu mata Nyonya Lisa terbelalak nafasnya menjadi aneh dan lidahnya terasa Kelu hingga tak dapat berkata kata.


"saya serius dengan Narnia, Tante..Ijinkan saya menikahi nya" ucap Lucas kembali menegaskan niatnya. Evelyn yang ada disana pun membelalakkan matanya begitu pula Narnia yang terbangun karena mencari keberadaan Lucas yang sudah tidak ada di sampingnya.


"Lucas?" gumam Narnia. Seketika Lucas menoleh saat Narnia memanggil pelan namanya. Lucas masih bersimpuh dihadapan Narnia dan memandang mata Narnia dengan begitu hangatnya.


"maukah kau menikah denganku?" tanya Lucas langsung pada Narnia. Pandangan Lucas sama sekali tak lepas dari mata Narnia.


"aku harus jawab apa.. aku belum begitu mengenalnya.. aku harus bagaimana?". tanya Narnia dalam hatinya.


"a-a-aku.." bibirnya terasa Kelu tapi entah kenapa kepalanya mengangguk. Melihat itu Lucas pun tersenyum lebar dan memeluk Narnia.


apa yang aku lakukan.. aku pasti sudah gila.. menikahi orang yang baru saja kenal.. aku pasti sudah gila!.. ucap Narnia dalam hati.


Melihat itu air mata bahagia Nyonya Lisa dan Evelyn tertumpah, seolah melupakan sekejab keadaan Bapak yang sedang terbaring di ICCU.


"Aku akan menghubungi kantor catatan sipil. kita menikah di depan bapak.. oke.." ucap Lucas sebelum akhirnya pergi berlalu dari hadapan Narnia.


"Narnia!!... i am so happy for you..", ucap Evelyn sembari memeluk erat sang adik.


"katakan.. aku pasti sudah gila kan.. ya kan.. ya kan.." ucap Narnia dengan mata menerawang jauh ke atas langit langit rumah sakit. Lalu dia memandang pintu masuk ruang ICCU itu.


"ibu bahagia untukmu, Narnia . tapi ini sangat mendadak.. ibu tidak punya apa apa untuk ibu berikan padamu..", ucap Ibu sembari memeluk dan mencium kedua pipi anak bungsunya itu. Narnia kembali berlinang air mata.


"Lucas pria yang baik. Dia pasti akan membuatmu bahagia.." lanjut Ibu.


Narnia menunggu dengan cemas di depan ruang ICCU saat Lucas datang.


"Narnia maaf.. karena ini sangat mendadak dan aku mempersiapkannya juga mendadak aku hanya sanggup membeli cincin ini sebagai simbol janji pernikahan kita.. tidak apa apa kan?Aku sudah berusaha secepat mungkin.." ucap Lucas sembari menunjukkan sepasang cincin sederhana ke hadapan Narnia. Mata Narnia berkaca kaca dan dia mengangguk pasti. Lucas masuk ke ruang ICCU dan meminta ijin pada pihak ICCU untuk mengadakan pernikahan di dalam ruangan perawatan. Setelah semua siap dan petugas catatan sipil datang, akhirnya Janji pernikahan itu pun di lakukan tepat dihadapan Bapak yang sedang dirawat. Bapak terlihat membuka matanya memperhatikan prosesi singkat pernikahan yang hanya di hadiri oleh keluarga mempelai wanita, dan dua orang saksi yang berasal dari rumah sakit. Tanpa basa basi lalu Narnia dan Lucas menandatangani dokumen catatan sipil dan kini mereka sah menjadi suami istri.


"cincin sederhana ini jadi simbol cinta kita.." ucap Lucas sembari memasangkan cincin di jari manis Narnia. Begitu pula sebaliknya. Narnia dan Lucas lalu mendekat ke arah Bapak yang tampak meneteskan air matanya. Bapak nampak terlihat bahagia meskipun mulutnya tak dapat berkata kata. Saat acara selesai mereka pun segera keluar kembali dari ICCU.


Evelyn memeluk adik satu satunya yang telah berbahagia itu.


"jangan kau sakiti adikku!awas saja.." ucap Evelyn sembari menatap tajam ke arah Lucas. Ibu Narnia pun memeluk Lucas.


"terimakasih . sudah mau mengambil Narnia jadi istrimu. semoga bahagia selalu..", ucap Ibu sembari memeluk dan menepuk pundak Lucas beberapa kali. Lucas nampak bahagia, dia memandang ke arah Narnia yang masih tersipu malu saat beradu pandang dengan Lucas. Yaa .. bagaimana tidak Narnia hanya bertemu Lucas 3x sebelum akhirnya mereka menikah. Banyak yang tidak dikenalnya. Hanya harapan bahwa Lucas adalah lelaki yang bertanggungjawab dan mampu membahagiakan Narnia.


-


-


-


-


hai temen temen.. semoga suka dengan ceritanya yaa.. jangan lupa like and comennya ya smoga author bisa tambah baik lagi dalam penulisan.. thankyou gais 🤗🤗