BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 44: Aku Mendengarnya


Lucas meletakkan Kanaka perlahan di kursi belakang. Lalu masuk ke dalam mobil bersebelahan dengan Narnia.


"kau mau kuantar pulang kemana?", tanya Lucas sembari menyalakan mesin mobilnya.


"rumah ibu." jawab Narnia singkat. Sesekali Lucas mencuri pandang ke arah Narnia yang sedang asyik memandangi jalan dari balik jendela mobilnya.


"kenapa tidak pulang ke apartemen?", tanya Lucas mencoba mencairkan suasana yang terlalu kaku itu.


"tidak.", jawab Narnia singkat.


"kenapa kau mengundurkan diri?" tanya Lucas.


"bukankah sudah aku katakan alasannya tadi?"jawab Narnia sembari memperhatikan jalanan dari balik jendela mobilnya. Dia sama sekali tidak menoleh atau memperhatikan Lucas.


"aku ingin tau alasanmu secara langsung.." ucap Lucas pelan. Lucas tampak berkonsentrasi mengendara tapi sesekali dia menyudutkan bola matanya ke arah Narnia.


"aku hanya tidak ingin lagi bertemu dan berurusan denganmu."jawab Narnia.


"Narnia.."gumam Lucas. Narnia menoleh, air matanya sudah menetes dipipi, tatapannya begitu penuh emosi.


"kenapa kau ingin kembali padaku? kenapa kau ingin memulai lagi denganku? bukankah lebih baik menjalin hubungan baru dengan orang yang sudah dijodohkan denganmu? Lucas.. aku sudah lelah harus memendam semua kekesalan dalam hatiku, melihat ibumu memaki maki dan mempermalukan aku, menyebutku sebagai pengganggu hubunganmu dengan Jesicca.. aku sudah lelah!Sekarang lebih baik kau pergilah.. aku tidak ingin berurusan denganmu lagi. Aku tidak ingin kau menemui Kanaka lagi.. sudah cukup!" ucap Narnia dengan berapi api dan air mata yang terus mengalir. Lucas lalu membanting kan stir mobilnya ke pinggir jalan dan memarkirkannya di sana.


"kenapa kau berhenti?" tanya Narnia


"aku tidak berkonsentrasi mengendara jika kau marah..lebih baik kita bicarakan dulu masalahnya..Narnia, dengar kau bukan pengganggu hubunganku, memang aku yang tidak mau dijodohkan dengan Jesicca, sejak awal aku sudah mengatakan jika aku hanya mencintai satu wanita yaitu kau! kau pikir 7 tahun aku di Amerika dengan segala kesibukannya membuatku lupa padamu?? tidak! saat bertemu di kantor waktu itu aku ingin sekali langsung memelukmu karena aku benar benar merindukanmu. Berpisah denganmu begitu menyiksa dan itu baru aku sadari setelahnya.. aku terus berpikir kalau saja aku dulu mau mendengarkanmu, kalau saja aku mau tau penjelasanmu.. kita pasti masih baik baik saja. Aku hanya ingin kembali padamu, aku tidak ingin punya hubungan dengan orang lain selain kamu, Narnia." ucap Lucas. Narnia terdiam.


ingin aku kembali padamu Lucas.. tapi tidak mungkin.. aku tidak mau mereka menyakiti Kanaka..ucap Narnia dalam hati.


"aku tidak mau kembali! lebih baik kau pergi dari kehidupanku dan Kanaka.." ucap Narnia.


Lucas terdiam mendengarnya. air mata yang selama ini ada di ujung matanya sudah tak dapat bertahan lagi.


"Kanaka..."gumamnya sembari memandangi wajah Kanaka yang sedang tidur nyenyak di belakang.


"kau tidak ingin menyampaikan padaku tentang Kanaka?", tanya Lucas, dia masih memandangi Kanaka. Mendengar itu Narnia menyatukan alisnya.


"apa maksudmu?"tanya Narnia bingung.


"Sejujurnya.. aku mendengar pembicaraanmu dengan Evelyn waktu itu tentang Kanaka.." ucap Lucas pelan. Mendengar itu mata Narnia membelalak lebar, sesekali dia memperhatikan Kanaka dari tempat duduknya, jantungnya mulai berdegup kencang.


"setelah itu aku menunggumu mengatakannya sendiri padaku bahwa Kanaka adalah anakku.. tapi entah kenapa sampai sekarang kau tidak pernah mengatakan apa apa padaku.."ucap Lucas.


"i-itu.. i-itu..ka-rena.. karena aku tidak ingin kehilangan Kanaka. aku tidak ingin berpisah dengan dia. Aku ingin dia tetap bersamaku. " jawab Narnia terbata bata. Lucas memperhatikan Narnia dan meraih tangannya.


"maafkan aku, kau harus melahirkan sendirian, membesarkan dia sendirian, dan menanggung beban cemoohan orang karena punya anak tanpa suami.. seberapa besar aku minta maaf pun sepertinya tidak mungkin bisa mengobati semua luka yang telah kau terima selama ini. Narnia, aku bahagia kita ternyata punya anak bersama. Aku bahagia bisa bertemu dengan Kanaka, dia baik, mandiri dan dia sangat menyayangimu..", ucap Lucas. Narnia kembali menangis.


"kau tenang saja, aku tidak akan membawa Kanaka. Aku juga tidak akan memberitaunya bahwa aku adalah papanya. ",lanjut Lucas.


"Lucas.."gumam Narnia.


"tidak apa apa.. cukup aku tahu Kanaka adalah putraku itu sudah membuatku tenang. Artinya selama ini kau tidak pernah melupakan aku.." ucap Lucas sedikit tersenyum. Lalu Lucas seraya menyalakan kembali mesin mobilnya dan memacu mobilnya ke rumah Nyonya Lisa.


Hening. itulah yang terjadi saat ini. Lucas tidak berbicara begitu pula dengan Narnia.


"biar aku yang gendong." ucap Lucas sembari membawa Kanaka dalam pelukannya saat mereka sampai di depan rumah Nyonya Lisa. Narnia tampak masuk kedalam rumah dan menyiapkan kamar untuk Kanaka tidur. Lucas membaringkan Kanaka perlahan diatas ranjangnya. Saat Lucas akan pergi, Kanaka tiba tiba menggenggam tangannya.


"om Lucas jangan pergi."ucap Kanaka pelan seraya terus memegangi tangan kanan Lucas dalam pelukannya.


"kamu tenang aja. Om ada disini..", ucap Lucas sembari tersenyum dan mengusap Kepala dan wajah Kanaka. Lucas duduk dibibir ranjang Kanaka cukup lama. Setelah Kanaka melepaskan genggaman tangannya, Lucas pun segera beranjak dari kamar Kanaka. Lucas keluar kamar dan mendapati Narnia yang duduk di depan televisi. Mereka saling memandang beberapa saat.


"aku pulang dulu." ucap Lucas pelan. Narnia mengangguk dan beranjak dari tempatnya. Narnia mengantar Lucas hingga ke depan rumahnya.


"Narnia.."


"hmm"


"Mungkin ini pertemuan terakhir kita.. boleh aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya", pinta Lucas. Narnia memandang ke arah Lucas dan mengangguk. Lucas pun memeluk Narnia dengan erat.


"maafkan aku.. selama ini aku sudah menyusahkan mu.."bisik Lucas. Suaranya terdengar sangat aneh, nafasnya tercekat.


"tidak aku sangka aku berpisah denganmu dirumah ini untuk yang kedua kalinya..", bisik Lucas lagi.