BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 40: Maafkan Aku


Di sekolah Kanaka


Kanaka kini menjadi orang yang jauh berbeda setelah kehadiran Lucas. teman teman nakal yang selalu mengganggu Kanaka pun kini sudah tidak menganggu lagi.


"mereka sudah kapok mengganggumu karena sekarang kamu udah punya papa.." ucap Anna kawan sekelas Kanaka saat memakan bekal mereka di taman. Mendengar itu Kanaka hanya tersenyum .


ini semua karena Om Lucas.. sejak dia datang semuanya berubah menjadi menyenangkan. Jika aku panggil Papa dia ijinkan tidak ya. ucap Kanaka dalam hati.


***


Hari itu pekerjaan begitu padat sama seperti jadwal rapat Lucas yang tidak ada habisnya. Rapat mendadak diadakan di dalam ruangan Lucas. Tapi hari ini Lucas menjadi orang yang pendiam, dia tidak meminta Narnia lagi untuk ikut ke dalam ruangan.


begini enak juga.. aku bisa mengerjakan pekerjaanku dengan tenang. ucap Narnia dalam hati. Narnia nampak sibuk di depan keyboardnya hingga tidak menyadari jika ada seorang tamu berdiri dihadapannya.


"saya mau ketemu dengan Lucas sekarang! " ucap Orang itu. Mendengar suaranya seperti tidak asing di telinga Narnia. ya.. suara yang selama ini enggan dia dengar lagi. Narnia kemudian menengadahkan kepalanya, memastikan dengan apa yang dia takutkan. Yaa Nyonya Rossy tepat berdiri dihadapannya sembari melihat ke ruangan Lucas.


"maaf, nyonya.. pak Lucas sedang ada rapat mendadak. Silahkan anda tunggu di ruang tunggu ini." ucap Narnia tegas. Mencoba segala upaya untuk tidak terdengar bergetar Mendengar itu, Nyonya Rossy menoleh ke arah Narnia. Mereka saling berhadapan dan beradu pandang. Narnia mencoba tidak gentar memandang mata Nyonya Rossy, walaupun sesungguhnya jantungnya berdegup kencang seolah akan lepas dari raganya.


"Narnia.." gumam Nyonya Rossy saat melihat Narnia berdiri tepat di hadapannya. Nyonya besar itu tampak memastikan pandangannya, mengedip ngedipkan matanya dan kembali membelalak dan memandang Narnia dengan pandangan yang lebih menyeramkan dari sebelumnya.


"wanita sialan!!! untuk apa kau ada disini ha?? untuk apa kau kembali mengganggu putra kesayanganku??? pergi! pergi!!!!", teriak Nyonya Rossy membuyarkan semua pekerjaan orang orang di depan ruangan itu. Semua orang nampak berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti arah suara.


"maaf, Nyonya.. jam kerja saya belum selesai." jawab Narnia tegas. Entah darimana datangnya keberanian itu tapi yaa.. Narnia berani menjawab bentakan mengerikan itu.


"jam kerja?? jangan bilang kau?? sekretaris?? ,aaaaa!!!, Pergi!!! pecat dia Lucasss... aku tidak akan membiarkanmu mendekati anakku lagi! Dasar benalu!!! " teriak Nyonya Rossy sembari menyambar gelas yang ada diatas meja Narnia dan melemparkannya ke wajah Narnia. Lucas yang mendengar keributan didepan ruangannya bergegas keluar dan membubarkan rapatnya untuk sementara.


Saat membuka pintu, Lucas terkejut melihat wajah Narnia dan bajunya telah basah, pelipisnya tergores dan mengeluarkan darah. Dia melihat ibunya yang begitu emosi lalu segera memeluk sang ibu dan berusaha menenangkannya.


"untuk apa dia disini??? untuk apa wanita benalu ini ada disini!!! kalian sudah bercerai!" teriak Nyonya Rossy. Lucas memberikan kode pada Narnia agar segera meninggalkan tempat itu, Narnia lalu berjalan keluar dari ruangannya menuju kamar mandi yang tak jauh dari sana. Dia berjalan cepat, melihat orang orang disekeliling ruangan itu sudah mengamati dia dengan penuh tanya. Langkah Narnia mulai gontai saat membuka pintu kamar mandi.


Dia membuka pintu, lalu duduk diatas closet yang tidak dibuka itu. Dia enggan menangis tapi entah mengapa airmatanya turun bak air terjun, mengalir deras jatuh ke bawah pipinya.


Diruangan Lucas, kegaduhan masih terjadi. Nyonya Rossy tampak tidak bisa tenang melihat Narnia ada disana.


"mom.. jangan seperti ini dikantorku. Ayo masuk ke ruanganku.", ucap Lucas sembari menggandeng tangan ibunya. Nyonya Rossy menolak. Segera dia kibaskan tangan Lucas dan melepasnya.


"wanita sialan itu .. dia pasti bermaksud menggodamu lagi iya kan! sebentar lagi kau tunangan.. membuka hidup baru bersama Jesicca. Lagipula dia mantan istrimu.. mana bisa mantan istri menempel begitu pada mantan suaminya!" ucap Nyonya Rossy sinis.


"mom! Dia hanya kerja di perusahaan." bantah Lucas.


"pecat dia! atau aku yang lakukan!!", perintah Nyonya Rossy sebelum pergi meninggalkan tempat itu. Lucas merasa sangat kesal, dia berdecak malas, dan menghentakkan kakinya sebelum akhirnya kembali masuk keruangannya.


Narnia keluar dari kamar mandi, berjalan diantara partisi partisi pembatas dari rekan rekannya yang nampak memperhatikan dia dan berbisik satu dengan yang lain. Langkahnya tegap, terlihat tegar karena sudah banyak yang dia lewati sebagai janda beranak satu. kata kata cemooh sudah menjadi makanannya sehari hari. Narnia masuk kembali ke ruangannya, mengambil nafas panjang dan berat lalu duduk di atas kursi kerjanya. Dia melihat sekeliling meja yang sudah bersih dan gelas air minum sudah tampak diisi kembali oleh cleaning service. Tiba tiba telpon paralelnya berbunyi.


"halo"


"Narnia, keruangan saya sekarang." terdengar suara Lucas dari balik telpon itu. Narnia meletakkan kembali telponnya, berdiri dant berjalan memasuki ruangan Lucas.


Tampak Lucas duduk di balik meja kerjanya, memperhatikan Narnia dengan seksama dan meletakkan bulpen markernya diatas meja.


"ada apa pak?"tanya Narnia. Seperti biasa, Narnia berdiri di tengah tengah ruangan. Yaa.. selalu berhenti disana, tidak pernah mendekat hingga ke meja kerja direktur. Lucas pun beranjak dari tempat duduknya, berjalan perlahan, dan berdiri tepat dihadapan Narnia. Lucas segera memeluk Narnia. Narnia terperanjat mendapatkan pelukan hangat itu dari mantan suaminya. Iya benar.. pelukan hangat lah yang saat ini dibutuhkannya untuk menenangkan hatinya yang gundah. Narnia tampak tegar, biasa saja, tapi sesungguhnya seluruh tubuhnya gemetar. Hanya satu pelukan Lucas untuknya dan itu sudah cukup baginya. Cukup untuk menenangkan hati dan pikirannya.


"maafkan aku.. " satu kata yang keluar dari mulut Lucas. Suaranya tampak berat dan serak. Narnia hanya terdiam, airmatanya tanpa sadar mulai megalir pelan membasah pipinya. Lucas lalu memandangi wajah Narnia dan membelainya, membenai anak rambut Narnia yang tampak berantakan, dan melihat sedikit luka di pelipis Narnia.


"banyak sekali penderitaan yang kau alami karena aku.. kini aku tahu alasanmu kenapa kau tidak mau kembali padaku. " bisik Lucas sembari menempelkan keningnya ke kening Narnia. Air mata Narnia mulai mengalir kembali yang segera ibujari Lucas menghapus butiran air mata itu dari pipi Narnia.


"Kita melarikan diri saja dari sini.. aku, kau dan Kanaka.. kita buka lembaran baru bersama.. bagaimana?"bisik Lucas. Narnia memandang ke arah Lucas, wajahnya yang sendu kembali membuat Lucas memeluknya.


"aku tidak ingin kehilanganmu lagi Narnia.. tidak masalah kapan kau mau kembali padaku, seberapa lamanya itu aku akan terus menunggu. Aku akan bertanggungjawab padamu dan mengganti 8 tahun masa masa sulit yang kau hadapi . ijinkan aku, Narnia.. ijinkan aku mengobati semua lukamu ." ucap Lucas. Dekapannya semakin erat dan Narnia pun menumpahkan semua air matanya di dada bidang Lucas. Dia menangis sembari sesekali memukul tubuh kekar mantan suaminya itu.


"kenapa waktu itu kau tidak mau mendengarkan penjelasanku..",ucap Narnia dalam tangisnya.


"maafkan aku..sungguh.. maafkan aku" ucap Lucas pelan.