BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 35: Bertemu Kanaka


"sudah malam.. istirahat lah..", ucap Nyonya Lisa saat melihat Narnia masih berkutat dengan laptopnya.


"iya Bu.. sebentar lagi.. maaf hari ini aku merepotkan ibu." ucap Narnia pelan. Mendengar itu Nyonya Lisa tersenyum.


"setelah Evelyn menikah, rumah ini jadi sepi lagipula ibu sendiri dirumah. Ada Kanaka sepi ibu terobati. "jawab Nyonya Lisa sambil tersenyum.


"kau istirahatlah, besok pagi pagi harus ke apartemen kan mengambil pakaian ganti.." ucap Nyonya Lisa. Narnia mengangguk. Nyonya Lisa masuk ke dalam kamarnya. Narnia masih berkutat dengan pekerjaannya. yang akhirnya selesai. Dia membereskan semuanya dan masuk ke kamar. Narnia memandang wajah Kanaka yang sudah tertidur pulas.


"maaf ya sayang.. kamu harus menunggu mama pulang. " ucap Narnia sembari mencium pipi Kanaka. Narnia pun tidur. Rasanya hari ini begitu panjang dan melelahkan.


***


Keesokan paginya Narnia bangun lebih pagi dari biasanya. Dia mengambil sepeda yang ada di garasi dan melaju pagi itu ke apartemennya untuk membawa baju seragam Kanaka dan baju gantinya. Setelah mempersiapkan semuanya, Narnia kembali lagi ke rumah Nyonya Lisa.


"mama .." sapa Kanaka yang sedari tadi menunggu Narnia di depan pintu. Setelah memarkirkan sepedanya, Narnia segera memeluk erat Kanaka.


"mama pulanh jam berapa semalam? Kanaka tunggu tunggu sampai ketiduran..", ucap Kanaka.


"oooh.. maaf ya sayang.. mama banyak pekerjaan. Semoga nanti mama bisa pulang lebih cepat ya.." ucap Narnia. Kanaka mengangguk.


"ayoo sarapan dulu.. ini bekal untuk Kanaka.. ini bekal untuk mama" ucap Nyonya Lisa sembari memberikan kotak bekal mereka. Setelah sarapan bersama, Narnia mengantar Kanaka ke sekolahnya dengan menggunakan bus. Seperti biasa, seusai mengantar kanaka, Narnia langsung menuju kantornya.


sesampainya diruangannya dia sibuk mencari flash yang tak kunjung dia temukan, saking sibuknya hingga sapaan Lucas tak dihiraukannya.


kemana flashdisknya yaa.. aduuuh.. ooohh!!


"aaah masuk ke tasnya Kanaka.. " ucap Narnia seketika sembari menutupi wajahnya.


"Narnia.. masuk keruangan saya." ucap Lucas tegas.


"mana hasil kerja kamu semalam?" tanya Lucas tak berapa lama setelah Narnia masuk keruangannya.


"hmm.. begini pak.. sepertinya tertinggal di tas anak saya. Kalau boleh ijinkan saya ke sekolah anak saya untuk mengambil flashdisk nya.." ucap Narnia pelan. Mendengar itu Lucas berdecak malas.


"ayoo.. aku antar kamu ke sekolah anakmu" ucap Lucas sembari berdiri. Narnia mencoba melawan tapi terbungkam karena Lucas sudah lebih dulu berjalan menjauhinya. Narnia segera mengambil tasnya dan mengikuti Lucas.


"dimana sekolah anak kamu?" tanya Lucas ketus


"SD Bintang Persada" jawab Narnia. Lucas segera melaju ke sekolah Kanaka. dan tak lama kemudian mereka pun sampai di sekolah Kanaka. Lucas memarkirkan mobilnya dan turun mengikuti Narnia.


"Loh kok. ikut turun??" tanya Narnia bingung.


"kenapa? nggak boleh?" ujar Lucas ketus. Narnia memutar bola matanya lalu berjalan cepat dan segera masuk ke dalam sekolah bersama Lucas. Dan meminta ijin pada sang guru untuk bertemu dengan Kanaka yang sedang berolah raga. Melihat mamanya datang, Kanaka segera berlari menghampiri dan memeluk mamanya itu. Seketika dia menyembunyikan badannya dibelakang ibunya. Lucas nampak berdiri tegak disana tidak memperhatikan Kanaka sama sekali, tapi hati kecilnya memintanya untuk menoleh dan memperhatikan anak polos itu. Mereka saling memandang sebentar, Lucas menggoreskan senyum dibibirnya dan membuat Kanaka merasa nyaman.


"itu bos mama.. kakak.. bisa bawakan tas kakak ke mama nggak? ada barang mama yang masuk di tasnya Kanaka.." ucap Narnia pelan. Kanaka pun mengangguk dan segers berlari menuju kelasnya dan mengambil tas miliknya.


"ini mah.." ucapnya sembari memberikan tas ransel miliknya pada Narnia. Pandangan Kanaka tertuju pada Lucas.


"om.."panggil Kanaka. Lucas terperanjat dan kembali menoleh pada Kanaka.


"ya.." jawabnya singkat.


"Om bos barunya mama ya?" tanya Kanaka. Mendengar itu Lucas mengangguk.


"om galak ya?" tanya Kanaka polos. Mendengar itu Lucas mengernyitkan dahinya dan terus mencuri pandang ke arah Kanaka


"ssttt. kanaka.. " ucap Narnia .Mendengar itu Lucas tersenyum.


"Nah.. ini. ketemu.. Terimakasih ya sayang..", ucap Narnia sembari memberikan kembali tasnya pada Kanaka.


"mama, nanti pulang malam lagi..?" tanya Kanaka. Narnia hanya terdiam sejenak dan tersenyum.


"semoga nggak yaa.. biar mama bisa jemput kamu di rumah oma trus kita pulang.." ucap Narnia sambil tersenyum.


"Kanaka kembali ke kelas dulu yaa.. mama mau kembali kerja. Sampe ketemu dirumah Oma nanti ya.. Jangan lupa bilang sama--" sebelum Narnia menyelesaikan pembicaraannya Kanaka lebih dahulu memotongnya.


"jangan lupa bilang driver anter jemput untuk anter ke rumah oma." ucap Kanaka sambil tersenyum. Narnia mengecup kening Kanaka dan melambaikan tangan padanya.


"ini.. flashdisk nya sudah ketemu.." ucap Narnia sembari memberikan flashdisk itu pada Lucas. Lucas menerimanya tapi dia terus memperhatikan Narnia.


"ada apa?", tanya Narnia saat melihat Lucas berjalan melambat.


"jemput anak juga suamimu ga bisa? harus pake layanan antar jemput?" sindir Lucas sembari membuka mobilnya.


"bukan urusan kamu"gerutu Narnia wajahnya tampak kesal mendengar sindiran Lucas tadi.


"meeting dengan investor jam 1 kan?", tanya Lucas. Narnia hanya mengangguk sembari memasang sabuk pengamannya.


"temani saya sarapan dulu.." ucap Lucas sembari melaju dengan kecepatan sedang.


"kamu nggak tau apa kerjaan saya masih banyak.. ", gerutu Narnia.


"sekalian keluar, saya belum sarapan. meeting nanti jam 1 siang, pasti nggak akan ada waktu juga untuk makan.." ucap Lucas. Mendengar itu Narnia mencuri pandang pada Lucas. Lucas menghentikan mobilnya di sebuah restoran Mediterania.


"kamu mau pesan apa?" tanya Lucas. Narnia hanya menggeleng.


Mereka kembali duduk berhadapan. Setelah pesanan Lucas datang dia segera menyantapnya.


"apa setiap hari begini?" tanya Narnia kesal. Lucas menghentikan makannya dan memandang Narnia.


"apa?" tanya Lucas bingung.


"apa setiap hari begini? selalu tidak sarapan, tidak sempat makan?", tanya Narnia kesal. Lucas kembali melanjutkan makannya.


"aku tidak sempat.", jawab Lucas pelan.


"apa tidak meminta istrimu untuk memasak?sarapan selalu terlambat, siang kadang makan kadang enggak, makan malam terlalu larut itupun cuma makan junkfood. Apa selalu begini?" tanya Narnia kesal. Matanya berkaca kaca karena terlalu kesal. Dan entah mengapa Narnia masih saja peduli pada Lucas. Lucas memperhatikan Narnia.


"saya .. belum menikah. " ucap Lucas pelan. Mendengar itu Narnia terdiam.


"kenapa? apa ibumu sudah tidak menjodohkanmu lagi?" tanya Narnia sinis.


"orang yang dijodohkan sedang sibuk dengan karir dokter spesialisnya. Setelah dia kembali dari Amerika mungkin baru akan menikah", jawab Lucas. Narnia terdiam. Tidak berkata apa apa, meminum jus jeruknya pun tidak. Setelah Lucas selesai dengan sarapannya, Narnia segera berdiri dan masuk kedalam mobilnya.


kenapa aku masih kesal.. kenapa hati ini sakit mendengar dia mau menikah.. tenang Narnia.. tenang ucap Narnia dalam hati.


Lucas kembali melaju dengan kecepatan sedang kembali ke kantornya. Saat sedang berjalan santai menuju ruangannya tiba tiba Lucas menarik Narnia masuk ke sebuah gudang peralatan house keeping dan menutup pintunya


"apa apan sih??" tanya Narnia kesal. Lucas segera membungkam mulut Narnia dengan tangannya.


"ssttt.. ada mommy." bisik Lucas. Narnia membelalak kan matanya dan berusaha terdiam. Gudang alat itu sangat sempit, Narnia dan Lucas nampak sangat dekat. Tak sengaja mereka saling memandang. canggung.. Yaaa.. rasanya canggung saat ini. Lucas membuka sedikit pintu gudang dan mencoba mencari ibunya.


"kayaknya mama udah pergi.aku keluar dulu kalau sudah aman aku panggil kamu", bisik Lucas. Narnia hanya mengangguk. Lucas pun keluar dari gudang itu. Dia berjalan ke kanan dan kekiri mencari sosok Nyonya Rossy dan bertanya pada karyawannya yang ada disana


"sudah pulang, pak.." jawab Karyawan itu. Lucas berjalan kembali ke gudang house keeping dan mengetuk pintu gudang. Narnia tampak keluar gudang dengan perlahan


"sudah pulang.."ucap Lucas. Narnia kembali bernafas lega. Mereka pun kembali berjalan menuju ruangan direktur.


"kamu masuk keruangan saya.. bantu saya siapkan bahan untuk meeting nanti siang" ucap Lucas pelan.narnia mengangguk dan mengambil laptopnya. Dia lalu masuk ke dalam ruangan Lucas. Mengerjakan pekerjaannya dimeja yang sama dengan Lucas. Tak lama berselang terdengar suara dari luar ruangan.


"kemana ini sekretaris nya kenapa tidak ada ditempat." ucap Nyonya Rossy. Lucas yang sangat waspada dengan suara ibunya langsung membelalakkan matanya.


"mommy!" gumamnya mengejutkan Narnia.


"hah?? "dengan reflek Narnia segera berdiri dari tempat duduknya.


"kamu sembunyi disini.. dikolong meja saya." ucap Lucas.


"iihh nggak mau!" ucap Narnia menolak. Lalu Lucas segera menggeret tangan Narnia dan menyuruhnya masuk ke kolong mejanya dan Lucas segera duduk mencoba menutupi kolong meja itu.


"mommy.." sapa Lucas saat melihat ibunya masuk kedalam ruangannya.


"sekretaris kamu kemana? kok depan mejanya kosong?"tanya Nyonya Rossy sinis sembari duduk di hadapan Lucas.


"dia lagi ke kamar mandi. " jawab Lucas seraya menyingkirkan laptop nArnia.


"ada apa mommy kekantor?" tanya Lucas


"hanya ingin melihat kantor barumu saja. apa kau sibuk? sudah makan?" tanya Nyonya Rossy.


"setelah ini ada rapat dengan investor.. aku harus menyiapkan rapatku mom.. Mommy pulang saja." ucap Lucas mencoba mempercepat kedatangan ibundanya.


"mami rindu sama kamu.. setelah balik dari Amrik kenapa malah tinggal di apartemen.." gerutu Nyonya Rossy. Mendengar itu Lucas tersenyum.


"aku lebih nyaman tinggal di apartemen. " jawab Lucas.


"setahun lagi Jessica pulang, setelah menikah tinggalah dirumah bersama mommy.. oke.." ucap Nyonya Rossy sebelum beranjak pergi. setelah memastikan mamanya pergi, Lucas segera kembali menghampiri Narnia yang mematung di bawah meja kerja Lucas.


"ayo keluarlah.. mommy sudah pergi" ucap Lucas. Narnia lalu keluar perlahan dari kolong meja itu. Wajahnya berkerut dan tampak kusut. Narnia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda dalam keheningan.


"ini..sudah selesai " ucap Narnia sembari memberikan hasil kerjanya pada Lucas. Setelah itu Narnia pergi meninggalkan ruangan.


"hei.. nanti saat rapat dengan inventor kau mau menemani saya?" tanya Lucas saat Narnia membuka pintunya.


"apa aku harus?" tanya Narnia. Lucas hanya mengangguk. Narnia pun segera menyanggupinya.


apa aku resign saja. semakin sering bertemu dengannya bukan ide yang bagus.. ucap Narnia dalam hati.