
Saat sampai di apartemen Lucas membersihkan dirinya. Rasanya sudah sangat gerah dan kotor karena seharian berada di jalanan. sementara Narnia mengganti bajunya dengan baju tidurnya. Dia lalu mencuci bajunya dan juga Lucas dengan mesin cuci otomatis. Narnia kemudian merebahkan badannya ke ranjang dan membiarkan mesin cuci itu berputar dengan sendirinya. Seusai mandi Lucas keluar dan mencari Narnia. Dia melihat Narnia sudah merebahkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut. Perlahan Lucas berjalan menghampiri istrinya, dia lalu menyentuh pundak Narnia.
"kau sudah tidur?" tanya Lucas. Narnia menggerakkan bahunya dan berakting seolah dia sudah terlelap. Melihat itu, Lucas segera menyingkir dari ranjang. Dia berjalan keluar kamar dan membuka pintu balkon. Lucas duduk di depan balkon, memandangi malam hari diatas sana sendirinya. Semua tampak sunyi. Narnia juga nampak menahan tangisnya. Air matanya terus menetes dan dia berusaha menahan suaranya agar tak terdengar oleh Lucas. Malam semakin larut, Narnia kembali beranjak dari tempat tidurnya, dia teringat akan mesin cuci yang kini telah berhenti berputar. Dia berjalan ke arah mesin cuci dan mengambil cucian yang telah setengah kering. Narnia lalu menjemur cucian itu di pantry agar dapat segera kering.
Narnia hanya terdiam, melakukan pekerjaannya tanpa suara sama sekali. Setelah pekerjaannya selesai Narnia berjalan kembali ke kamarnya dan dia bertemu Lucas di ruang keluarga.
"Narnia.. belum tidur?" tanyanya kaget saat melihat isterinya di depan mata. Wajahnya tampak kusam dan matanya sembab. Narnia hanya diam dan hendak berlalu dari hadapan Lucas secepatnya. Tapi Lukas meraih tangan Narnia dan menghentikan langkahnya.
"kau.. menangis?" tanya Lucas pelan. Narnia kembali terdiam dan sama sekali tidak menjawab. Lucas mendekatkan wajahnya pada Narnia dan hendak mencium Narnia, tapi Narnia menolak. Dia memalinkan wajahnya menghindari ciuman Lucas.
"maaf.. aku sudah lelah. aku akan kembali tidur." ucap Narnia sembari melepaskan cengkraman tangan Lucas. Narnia lalu berjalan pelan menuju kamar dan merebahkan badannya ke ranjang lalu menutupinya dengan selimut.
"jika saja tidak dirumah Lucas pasti sudah aku kunci pintu kamarnya dan menjerit sepuas hati. " ucap Narnia dalam hati. Lucas memandang Narnia dan menyusulnya ke ranjang. Perlahan Lucas merebahkan tubuhnya diatas ranjang sembari terus memandang punggung Narnia yang selama ini membelakanginya.
"selamat malam..", ucap Lucas sembari mengecup pipi Narnia. Narnia kembali diam dan tidak menjawab. Entah bagaimana air matanya kembali menetes mengingat ucapan ibu Lucas dan sikap yang dia dapatkan tadi. Narnia mulai terdengar sesenggukan. Lucas menoleh ke arahnya. Lucas tahu kalau Narnia menangis sendu di ranjangnya.
"maaf.. pasti kau sangat sakit hati dengan ucapan mommy tadi. kali ini mommy benar benar keterlaluan.", ucap Lucas dalam hati.
Lucas hanya memandangi punggung Narnia tanpa berani berkata sepatah katapun, apalagi menyentuh tubuh wanita itu. Dia hanya merentangkan badannya dan menengadah ke langit langit kamar, sambil sesekali memperhatikan Narnia yang sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.
Pagi hari tiba, Narnia telah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Lucas pagi itu. Nasi goreng sosis dan nugget sudah tersedia di atas meja makan. Nampak Narnia sudah mandi pagi pagi sekali, rambutnya masih setengah kering. Dia juga menyiapkan kopi untuk Lucas.
"sudah bangun sayang.." sapa Lucas saat melihat Narnia tengah sibuk di dapurnya.
"waah sarapan apa hari ini? waaah nasi goreng.. sepertinya enak..", ucap Lucas sambil tersenyum. Narnia dengan wajah datar menyiapkan piring lengkap dengan sendok dan garpu untuk Lucas.
"waah nasi gorengnya enak..", ucap Lucas girang mencoba membuka suara Narnia. Tapi rupanya Narnia sama sekali tak bergeming.
"hari ini apa kegiatanmu, sayang?", tanya Lucas.
"aku antar kerja yaa.." pinta Lucas.
"tidak usah.. aku bisa berangkat sendiri.", ucap Narnia yang kemudian dia berdiri tanpa menunggu Lucas selesai sarapan. Dia berjalan menuju kamae., menutup pintunya beberapa saat dan keluar dengan kemeja hitam dan celana panjang dengan warna senada. Dandanan tipis di wajah Narnia membuat wajah itu nampak bertambah ayu.
"aku berangkat dulu. ini hari pertama ku kerja tidak boleh terlambat." ucap Narnia sembari memakai sepatunya.
"Narnia.." gumam Lucas. Dia berdiri tepat di belakang Narnia yang akan beranjak pergi. Lucas kemudian memeluknya dari belakang.
"jangan peluk aku!!" ucap Narnia kesal.
"Lucas.. lepas!" lanjut Narnia sembari mencoba melepaskan diri dari pelukan suaminya itu.
"aku tidak mau kau pergi kerja dalam keadaan marah..aku sudah cukup tersiksa semalam tidak mendengar suaramu, tidak menciummu, tidak memelukmu.. tolong jangan marah lagi.. aku tau kau pasti sangat terluka karena ucapan ibuku, tapi begitulah dia. Aku mohon bersabar lah sejenak .. dia pasti nanti akan bisa menerima kita." bisik Lucas. Narnia terdiam dan kemudian air matanya kembali mengalir. Lucas membalikkan pelan tubuh Narnia dan menaikkan dagu Narnia sehingga terlihat jelas tangisan pilu di wajah Narnia.
Lucas menghapus lembut air mata di pipi Narnia.
"kalau kau marah .. silahkan marah.. kau boleh mencaci maki aku sepuas hatimu, kau boleh mengumpat aku semaumu tapi tolong jangan hanya diam saja begini.. aku tersiksa. Aku tau kau marah, sayang.. aku tau kau sakit hati dengan ibuku, aku tahu.. " ucap Lucas pelan. Lucas lalu menyeka bibir ranum Narnia dan menciumnya dengan lembut.
"tolong tunggu sebentar.. aku akan bersiap siap.." ucap Lucas segera mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi. Mendengar itu Narnia terdiam. Dia lalu kembali ke kamarnya dan membersihkan air matanya, menambahkan sedikit riasan agar tidak ada orang tahu bahwa wajahnya sembab.
"ayo berangkat.." ucap Lucas yang dengan cepat telah siap dengan pakaian lengkapnya.
Lucas membawa motornya dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah restoran mewah EATERY BITE AND BREW tempat yang sama dimana Evelyn menjadi asisten chef disana.
"Hei sayang.. cium dulu..", teriak Lucas saat Narnia turun dari motornya. Narnia segera mengecup pipi Lucas.
"nanti kabari jika sudah waktunya pulang yaa..", ucap Lucas sembari melambaikan tangannya sebelum akhirnya dia berangkat kembali menjadi driver OJOL.