BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 37: Tetap Diam


Narnia membereskan sebagian mainan Kanaka, dia nampak senyum senyum sendiri ketika mendengar Lucas membacakan cerita untuk Kanaka. Hingga tanpa sadar setelah beberapa lama, suasana rumah mulai hening.


kok sepi sih.. ucap Narnia dalam hati. Narnia segera mengendap endap dan mengintip ke kamar Kanaka, dia melihat moment indah yang mungkin akan jarang terjadi lagi. Kanaka tidur dipelukan Lucas dengan menggengam tangan Lucas dan Lucaspun tertidur di ranjang Kanaka. Mata Narnia mulai berkaca kaca, senyum pun tak hentinya merekah di bibir Narnia. Segera dia mengambil ponselnya dan mengabadikan moment indah itu. Tiba tiba bel apartemen berbunyi. Membuyarkan senyum Narnia seketika, dia berjalan menuju pintu.


"Narnia.. " ucap Evelyn saat Narnia membukakan pintunya. Narnia sangat terkejut melihat kakaknya datang.


kenapa dia kemari?? haduh gawat mana ada Lucas lagi.. bisa bisa aku di sidang. ucap Narnia dalam hati. senyumnya mulai kecut menyambut sang kakak.


" kok sepi? Kanaka mana?" tanya Evelyn yang sedang hamil itu sembari meletakkan barang bawaannya di meja.


"tidur.." jawab Narnia. mendengar itu Evelyn terkejut.


"ha? tumben tidur..?bisa dia tidur sendiri? nggak dibacain cerita?" tanya Evelyn heran.


harus jawab apa aku.. untung evelyn masih disini.. kalau liat Lucas dikamar bisa bisa nanti dia melahirkan mendadak. ucap Narnia dalam hati.


"sudah ada yang membacakan cerita." ucap Narnia pelan. Mendengar itu Evelyn terkejut dan dengan segera berlari kecil menuju kamar Kanaka. Evelyn menahan teriakannya melihat Lucas dan Kanaka tidur dalam satu ranjang.


"what??? kenapa bisa? apa Lucas sudah tahu?" tanya Evelyn sembari berjalan menuju sofa didepan televisi. Narnia menggelengkan kepalanya sembari meminum perlahan jus jeruk kemasannya.


"kau gila!! kenapa belum bilang?" tanya Evelyn kesal. " kok Lucas bisa ketemu kamu?" lanjut Evelyn heran.


"Dia.. bos baru aku dikantor. perusahaan kemarin melakukan akuisisi dengan perusahaan milik Lucas. Jadi sekarang Lucas bos aku." jawab Narnia pelan. Mendengar penjelasan Narnia, Evelyn terkekeh


"dunia begitu sempit.. Tuhan kini berpihak padamu, Narnia.. harusnya kau katakan saja jika Kanaka itu anaknya. Biar dia bertanggungjawab, apa kamu tidak merasa berat mendengar omongan orang diluaran sana? bilang Kanaka anak haramlah, kamu wanita ngga benerlah, hamil diluar nikah lah, jadi simpenan om om Lah.. sudah cukup penderitaan mu, dek.." ucap Evelyn. Narnia kembali menerawang kan pandangannya.


"aku tidak tahu harus memberitahunya darimana..aku sebenarnya tidak ingin dia tau. Aku ingin menyelamatkan Kanaka. Aku tidak ingin dia terluka. perlakuan mereka dulu padaku masih terlalu membekas, mbak. Sampai sekarang pun masih tidak habis pikir. Aku sengaja ditabrak hingga keguguran, rumah tanggaku dihancurkan.. aku nggak sanggup mbak kalau harus mengulang masa masa itu lagi. Lagipula begini lebih baik untuk Kanaka, aku dan Lucas. Lucas juga sebentar lagi akan menikah dengan orang yanb dijodohkan dengannya.. aku tidak mau menghancurkannya, mbak. Ceritaku dengan Lucas sudah berakhir. " ucap Narnia yang mulai kembali menghapus air matanya. Evelyn mengusap bahu adik kesayangannya itu.


"tapi apa benar ini yang terbaik untuk Kanaka? Kanaka dan Lucas sama sama punya hak untuk tahu identitas masing masing. Kanaka berhak tahu siapa ayahnya begitu pula dengan Lucas dia punya hak untuk tahu bahwa dia punya anak denganmu, bahwa Kanaka adalah anak kandungnya. Aku hanya memberimu saran.." ucap Evelyn, tiba tiba pandangannya teralihkan karena ponselnya berbunyi. Evelyn membuka pesan teks yang masuk ke ponselnya.


" eeh.. Anthony sudah menjemputku.. Aku pergi dulu. Itu aku bawakan Frozen food. jangan lupa simpan di freezer ya dek.. Bye..", ucap Evelyn. Narnia mengantarkan Evelyn sampai ke pintu depan, dan saat berbalik Narnia terkejut melihat Lucas telah berdiri di depan kamar Kanaka. Berdiri diam disana dan memperhatikan Narnia.


"hah!" teriak Narnia terkejut.


"hmm"


Hening


Narnia membereskan barang barang yang dibawa oleh Evelyn tadi dan segera menatanya satu per satu di dalam lemari pendingin. Setelah selesai dia mencari Lucas yang ternyata sedang memandangi sekitarnya dari atas balkon.


"mau ku ambilkan minum?" tanya Narnia. Lucas hanya menggelengkan kepalanya. Dia kembali diam dan memandang sekelilingnya.


"Rumah ini menyimpan banyak kenangan kita. Apa kau benar tidak masalah tinggal disini?" tanya Lucas sembari memperhatikan Narnia. Mendengar pertanyaan itu Narnia tampak terkejut.


"aku butuh tempat tinggal. Waktu itu Evelyn belum menikah jadi masih tinggal dengan ibu. Jika aku tetap ditempat ibu, aku pikir Kiakan sangat mengganggu. Pengelola mengatakan bahwa tidak akan menyewakan unit lagi tapi menjualnya. Harganya juga tidak terlalu mahal. Makanya aku beli. hanya ada perubahan sedikit. aku tidak punya cukup uang jika harus membeli apartemen yang besar. " jawab Narnia. Dia kembali melemparkan pandangannya kesekelilingnya.


"suamimu?" tanya Lucas. Mendengar itu Narnia kembali memperhatikan Lucas


"itu bukan urusanmu." jawab Narnia singkat. Mereka kembali diam dan melemparkan pandangan ke sekeliling mereka masing masing.


"Kanaka sepertinya kelelahan.. Dia masih tertidur pulas.." ucap Lucas sembari memperhatikan kamar Kanaka dari Balkon.


Narnia mengalihkan pandangannya juga ke kamar Kanaka..


"terimakasih sudah menemani Kanaka..", ucap Narnia pelan. Mendengar itu Lucas tersenyum.


"kalau begitu, aku pulang dulu.. " ucap Lucas sembari berjalan kepintu keluar.


"Oya.. kau tinggal dimana?" tanya Narnia. Lucas lalu menjunjuk ke arah Luar.


"aku tinggal di E Resort.."jawab Lucas pelan.


E Resort?? itu apartemen VVIP block apartemen baru itu ya... ucap narnia dalam hati. Narnia mengantar Lucas hingga ke depan pintu setelah itu menutup nya kembali. Lucas keluar dari rumah itu, tiba tiba tubunya lemas entah mengapa. Dia buru buru masuk ke dalam lift. Matanya menerawang jauh dan cenderung kosong. setelah sampai ke lantai bawah, Lucas masuk ke dalam mobilnya dan mulai menghidupkan mesin mobilnya, hanya saja Lucas tak sanggup menjalankannya. Dia justru menangis sendiri sejadi jadinya di dalam mobil itu.