BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 28 : Enggan Bicara


"Orion.. bisa jemput aku di resto" ucap Narnia melalui sambungan telponnya.


"baik nona..tunggu sebentar" jawab Orion ddari ujung telepon.


"i'am so sorry, Anthony.. sepertinya saya tidak bisa bekerja hari ini ", ucap Narnia pelan. Anthony hanya mampu mengangguk dan tersenyum. Narnia Berjalan ke depan Resto, dia masih melihat Lucas di tempat duduknya tapi Narnia justru pergi meninggalkan resto dan menunggu diluar Resto. Lucas yang melihat istrinya berdiri di pinggi jalan pun segera menyusulnya.


"sayang.. udah pulang.. tunggu sebentar, aku ambil mobil dulu " ucap Lucas.


"tidak usah! aku pulang dengan Orion!" ucap Narnia cepat. Mendengar itu Lucas terkejut dan memegangi tangan Narnia.


"tidak boleh! kau harus pulang bersamaku" ucap Lucas kesal. Narnia segera mengibaskan tangannya dan melepaskan genggaman tangan Lucas.


"tidak mau! aku pulang dengan Orion !" ucap Narnia kesal. Dia kembali menunggu dan sesekali menyeka air matanya. Lucas memandangi Narnia yang tengah bersedih itu.


"sayang.. aku tidak ingin marah padamu.. ayo sekarang kita kemobil. " ucap Lucas lagi sembari menggandeng Narnia, tapi Narnia meronta. Dia segera mengibaskan tangannya dan menolak untuk ikut dengan Lucas. Melihat itu Lucas menjadi semakin marah, saat Orion datang dan membukakan pintu, Narnia segera berjalan ke arah pintu dan masuk ke mobil tanpa memandang ke arah Lucas. Orion memacu mobilnya dan setelah beberapa saat dia kembali melihat Narnia menangis. Melihat itu Orion segera meminggirkan mobil dan memarkirkannya dipinggir jalan.


"kenapa berhenti?" tanya Narnia sembari terisak. Orion memutar tubuhnya dan memperhatikan Narnia.


"Puaskanlah tangisanmu sebelum kita pulang, Nona. Maaf saya lancang menghentikan mobil ini tapi saya sudah tidak tahan melihat anda menangis seperti itu. " ucap Orion. Narnia memandangi Orion dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


"pandangan ini.. apa ini yang dimaksud Lucas?Pandangannya mengapa begitu teduh saat melihatku." ucap Narnia dalam hati.


"siapa kau?" tanya Narnia. Mendengar itu Orion mengernyitkan dahinya.


"maaf, maksud nona apa?"tanya Orion bingung.


"kau tidak usah berpura pura denganku. Hanya ada kita berdua disini sekarang. Cepat, katakan padaku siapa kau?", tanya Narnia. Entah keberanian macam apa yang menyergap hati dan pikiran Narnia sehingga dia berani mengintrogasi Orion seorang diri.


"hari pertama aku bertemu denganmu, kau tau dimana rumahku tanpa kuberikan alamat rumahnya, kau juga tau di restoran mana aku bekerja, kau juga tau rumah sakit tempatku dirawat tanpa harus bertanya padaku. Dan terakhir.. kau melayat bapak ke rumahku .. Katakan padaku sekarang, Orion siapa kau?" tanya Narnia tegas. Orion hanya bagi dan kembali berbalik ke arah kemudinya. Dia kembali menyalakan mesin mobilnya dan enggan berbicara lebih lanjut pada Narnia.


"kau tidak mau mengaku padaku?" tanya Narnia. Orion kembali memandang wajah Narnia dari spion kaca mobilnya.


"tidak ada yang perlu saya jawab, Nona" jawab Orion tegas, dan dia kembali terdiam mengendarai mobil itu sampai ke rumah. Orion membuka pintu mobil seperti biasa. Narnia memandang tajam ke arah Orion sebelum akhirnya keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Narnia berjalan lesu menaiki tangga, dia tidak menghiraukan sapaan dari beberapa pelayan yang menyapanya. Dia terus berjalan hingga masuk ke dalam kamarnya.


"hari ini begitu aneh..dia bahkan tidak menolak makan dengan wanita itu.. "gumam Narnia lemas. Narnia berjalan ke dalam kamar, meletakkan tasnya kesembarang tempat dan masuk ke dalam kamar mandi. Narnia menghidupkan kran shower dan tanpa melepas pakaiannya dia duduk di depan shower itu hingga air membasahi seluruh tubuhnya. Iyaa.. Narnia menangis, menangis kembali untuk kesekian kalinya.


"aku harus bagaimana.. melihatnya makan berdua dengan wanita itu membuat hatiku sangat sakit.. sepertinya aku sudah tidak sanggup untuk bertahan.. " ucap Narnia dalam hati.


tok tok tok


"Narnia.. kau ada didalam? cepatlah keluar, aku ingin bicara." ucap Lucas dari balik pintu kamar mandi. Narnia tersentak, seketika lamunannya buyar saat mendengar suara Lucas. Narnia mematikan kran airnya, melepas pakaiannya dan menaruhnya di keranjang dan mengambil kimononya. Narnia membuka pintu kamar mandi dan melihat Lucas tepat berada dihadapannya. Wajahnya tampak khawatir, yaa.. bukan lagi marah tapi lebih terlihat cemas.


"Narnia.." gumam Lucas saat melihat Narnia keluar dari kamar mandi. Narnia terus berjalan dan duduk di atas ranjang.


"Narnia.. kau jangan salah paham. aku tadi mengatakan pada Jesicca kalau aku mencintaimu.. ak--", sebelum Lucas selesai menjelaskan Narnia sudah memotong pembicaraannya.


"kau sama sekali tidak menolak saat diajak makan olehnya, kau sama sekali tidak menyingkir saat dia menggengam tanganmu! ada apa denganmu Lucas???karena dia cantik, seksi, dan seorang dokter iya?? hingga kau sulit menolaknya??aku sudah bosan Lucas.. aku bertahan sendirian disini menjaga semuanya. Menjaga perasaanku yang sudah berulangkali terluka karena omongan ibumu, karena perjodohan mu! aku juga punya hati! aku bukan robot yang akan diam saja tanpa perasaan apa apa melihat suaminya makan dengan wanita lain dan berpegangan tangan seperti itu..", ucap Narnia kesal. Seketika Lucas memeluk Narnia tapi Narnia mendorongnya dengan keras.


,"jangan sentuh aku!!" bentaknya. Air matanya kembali mengalir.


"sayang.. aku mencintaimu apa kau tidak percaya?? Aku juga berusaha keras menolak perjodohan ini.", ucap Lucas. Narnia terdiam sejenak dan memandang ke arah Lucas.


",buktikan jika kau menolaknya..", ucap Narnia seraya beranjak dan mengambil pakaiannya di dalam almari lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi.