BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 20 : Rasa Bersalah


Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Narnia terus memegangi tangan Lucas. Anthony melaju dengan kecepatan tinggi membawa mobilnya kerumah sakit.


"maafkan aku Narnia..", ucap Lucas berulang ulang. Lucas melihat darah menetes di kaki Narnia, dan segera menggendong Narnia saat sampai di depan unit Gawat Darurat.


Narnia mendapat perawatan. dan dokter jaga mengatakan bahwa Narnia harus segera dioperasi.


"isteri anda harus segera dioperasi untuk mengangkat janinnya." ucap dokter itu sebelum akhirnya membawa Narnia ke ruang operasi. Mendengar itu Evelyn segera menarik tangan Lucas.


"apa maksudnya janin?? dia hamil???", tanya Evelyn dengan nada kesal. Mendengar itu Lucas hanya mengangguk.


BUK!


Evelyn memukul dada Lucas dengan keras dan langsung dilerai oleh Chef Anthony yang dengan sigap memeluk Evelyn.


"suami macam apa kau!!membiarkan ibumu menyakiti hatinya, berkencan dengan wanita lain padahal dia sedang hamil!! ", teriak Evelyn. Lucas hanya terdiam. Tidak memberikan komentar apapun.


"babe.. don't be like that.. Dia sudah cukup merasa bersalah sekarang. Jangan menambah bebannya lagi. kau harus menyimpan tenagamu untuk menghibur Narnia nanti. come on sit down here, darl" ucap Anthony mencoba mengalihkan emosi kekasihnya. Tatapan Evelyn begitu tajam memandang Lucas yang sedang duduk di dekat pintu ruang operasi.


***


"Narnia.." gumam Lucas sembari menggengam tangan Narnia. wajah Narnia tampak bengkak dan matanya sembab.


"Narnia.. kau tidak usah khawatir.. semua akan baik baik saja. Sekarang kau harus berkonsentrasi memulihkan keadaanmu.. mengerti.." ucap Evelyn sembari menggenggam tangan Narnia yang satu lagi.


"Darling.. I think we better give them time to talk. They need time together.", ucap Anthony lirih sembari memegang bahu Evelyn.


"Narnia.. mbak pergi dulu yaa.. besok mbak kemari lagi sama ibu.. " ucap Evelyn sembari tersenyum. Lucas mengantarkan Evelyn hingga ke depan pintu.


"awas kalau kau sakiti dia lagi!!", ucap Evelyn sebelum pergi. Lucas masuk kedalam ruang perawatan Narnia. Dia melihat Narnia telah berpindah tempat membelakangi dia dan hanya terdiam, Lucas berjalan menghampiri Narnia dihadapannya. Lucas terkejut menatap isterinya yang sedang menangis sedih tersedu sedu. Hatinya hancur seketika.


"aku kehilangan dia, Lucas.. aku tidak bisa menjaganya.." ucap Narnia sembari menangis. Lucas lalu memeluk Narnia


"maafkan aku.. aku yang salah.. Andai saja aku mengumhubungimu lebih awal tentang kencan itu pasti tidak akan jadi seperti ini.." ucap Lucas.


"kenapa kau menerima kencan itu?kenapa kau datang kesana?" tanya Narnia dengan terisak Isak.


"aku mencarimu.. aku sudah mengatakan pada Cindy bahwa aku mencintaimu. Aku bersumpah tidak akan menyakitimu lagi.. maafkan aku.." ucap Lucas sembari memeluk tubuh isterinya. Mereka menangis bersama diruangan rumah sakit itu. Yaa.. menangis terisak hingga sulit bernafas. Rasa bersalah Lucas teramat besar pada Narnia.


***


"bagaimana kau bisa seperti ini sayangku.." ucap Nyonya Lisa pagi itu saat mendapati putrinya terbaring di rumah sakit.


"ibu.." gumam Narnia sembari memeluk erat dan menangis dalam pelukan ibundanya.


"kau tidak usah khawatir.. setelah kau sembuh kau akan bisa punya anak lagi.. jangan terlalu bersedih..yaa.." ucap Nyonya Lisa. Lucas memperhatikan Narnia dan dia bisa sangat memahami isi hati Narnia. Lucas meninggalkan Narnia bersama Nyonya Lisa dan juga Evelyn. Memberi mereka waktu untuk bersama.


"Lucas.. kau tidak akan datang menjemput mommy??hari ini mommy sudah boleh pulang. " seketika Lucas membuka ponselnya saat terdengar suara pesan masuk. Melihat pesan dari sang ibu Lucas berdecak malas. Tapi dia memilih datang ke kamar Sang ibu yang tak jauh dari tempat Narnia dirawat.


"Bagaimana keadaan wanita sialan itu?" tanya Nyonya Rossy saat melihat Lucas datang dan membantu kepulangannya.


"namanya Narnia mom!! " ucap Lucas kesal.


"Kau temani Narnia, biar papa yang mengantar mommy mu pulang." ucap dr. Edy sembari mengambil koper yang Lucas bawa.


"nggak boleh!! Lucas harus ikut aku!! kau tidak boleh menemani wanita sialan itu!!" teriak Nyonya Rossy.


"Mom please.. terimalah Narnia. biarkan aku hidup bahagia bersamanya.. Dia sudah cukup menderita. Dunianya hilang saat mengetahui dia keguguran. " ucap Lucas kesal. Lucas berjalan menjauh dari ibundanya dan tidak bergeming saat Nyonya Rossy terus berteriak memanggil namanya.