BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 23 : Siapa Orion?


flasback on.


"saya tidak bisa membunuh orang, nyonya.. saya tidak bisa.." ucap Orion saat Nyonya Besar itu memintanya menghadapnya.


"tidak akan ada yang tahu.. kau cukup tabrak dia dengan mobil lalu pergi.." ucap Nyonya Besar itu.


flasback off


Orion masih menemani Narnia di kediaman orang tua Narnia. Hingga Evelyn tiba tiba datang menghampiri adik tercintanya itu.


"aaaaa.... Narnia aku merindukanmu!" teriak Evelyn girang sembari menciumi pipi adiknya dan memeluknya.


"kenapa sudah pulang?" tanya Narnia heran.


"aku dapat pesan dari ibu makanya aku langsung kemari. lagipula Anthony mengijinkanku pulang sebentar.. " ucap Evelyn sembari tersenyum. Pandangannya sesekali dia layangkan pada sosok lelaki kekar yang sedang duduk di kursi ruang tamu mereka.


"itu siapa dek?" bisik Evelyn sembari melemparkan pandangan pada Orion.


"Orion.. dia driver yang diminta Lucas untuk mengantarku." jawab Narnia pelan. Evelyn masih terus memperhatikan wajah Orion dengan seksama.


"kenapa mbak?" tanya Narnia bingung. Evelyn sedikit mengernyitkan dahinya, mencoba mengingat siapa sosok yang ada di ruang tamunya itu.


"entahlah. sepertinya wajahnya tidak asing.. aahh lupakanlah.." ucap Evelyn sembari menggelengkan kepalanya.


Mereka saling bercerita dan bercengkrama melewati hari dan tanpa terasa sore pun tiba. Narnia memandang jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 17.00.


"wah sudah sore ternyata.. aku pamit dulu yaa.." ucap Narnia seraya membereskan barang barangnya.


"kau tidak menginap disini malam ini, Narnia?" tanya Ibu.


"tidak bu.. nanti Lucas mencariku.." ucap Narnia setelah dia bersiap dengan tas tentengnya. Narnia pun mencium tangan sang ibu dan mencium pipinya serta kakak yang menyempatkan waktu menemuinya. Melihat Narnia beranjak keluar, Orion pun ikut berdiri dan berpamitan.


"jika butuh sesuatu jangan sungkan untuk bilang yaa.." ucap Ibu sembari melambaikan tangan. Narnia pun segera menutup jendela mobilnya dan menundukkan kepalanya, tampak senyum bahagianya langsung menghilang.


"sekarang kita kemana lagi nona?" tanya Orion memastikan arah tujuan dari mobil yang ditumpanginya.


"pulang saja, Orion. Sudah hampir gelap. ", jawab Narnia pelan. Matanya menerawang jauh keluar jendela. Raut wajahnya sungguh jauh dari kesan bahagia. Sesekali Orion melihatnya dari kaca tengah mobil.


***


Malam hari pun tiba, Narnia menunggu suaminya datang dengan melihat acara di televisi sembari duduk di tempat tidurnya. sesekali Narnia memperhatikan jam dinding yang ada dibawah pintu kamar.


"sudah pukul 22.00 Lucas belum pulang juga.." gumam Narnia. Dia sengaja menahan segala rasa kantuknya untuk menunggu suaminya pulang.


"selamat datang..kau sudah pulang " sapa Narnia tak beberapa lama setelah suaminya masuk kedalam kamar. Lucas melepaskan dasinya dan menaruh tas kerjanya dimeja, melepas jas nya dan menghampiri Narnia. Dia langsung membenamkan kepalanya dipangkuan Narnia. Melihat itu Narnia pun mendaratkan ciumannya di kepala Lucas.


"bagaimana hari pertama kerja? melelahkan ya?" tanya Narnia. Lucas hanya mengangguk.


"ini bukan kerja tapi penyiksaan.. aku harus ikut rapat yang membosankan..lelah sekali. lebih tersiksa karena aku merindukanmu" ucap Lucas sembari tersenyum. Mendengar itu Narnia tersenyum.


"mandi dulu sana.." ucap Narnia. Lucas pun segera beranjak dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama, dia kembali keluar dari kamar mandi dan segera merebahkan tubuhnya di sebelah Narnia. Lucas melingkarkan tangannya di tubuh Narnia.


"aku merindukanmu.." bisik Lucas. Mendengar itu Narnia tersenyum.


"hari ini apa kegiatanmu sayang? kau tidak dimarahi mommy kan?" tanya Lucas .


"aku hari ini pergi ke rumah ibu..dan tidak sadar ternyata aku pergi lama sekali.." ucap Narnia.


"Oya.. aku besok ada jadwal kontrol, kau bisa mengantarku tidak?" tanya Narnia.


"jam berapa ke rumah sakit?" tanya Lucas sembari mengambil ponselnya.


"jam 11 oppoinment dengan dr. Tristan. tapi kalau kau sibuk aku bisa pergi sendiri.." ucap Narnia sembari melihat suaminya yang asyik membuka ponselnya.


"ahh.. aku ada meeting tapi akan aku pindahkan jadwalnya. Kalau kita ketemu dirumah sakit aja gimana sayang? jam 8 aku ada briefing dengan para karyawan....kau berangkatlah dengan Orion.. nanti kita bertemu di ruangan dr Tristan. bagaimana?" tanya Lucas. Narnia tersenyum dan mengangguk. Setelah perbincangan itu Narnia memperhatikan Lucas yang tengah terlelap.


"padahal aku mau menanyakan tentang Orion. Besok sajalah.." ucap Narnia dalam hati. Narnia pun merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.


***


"halo.."


"..."


"di lantai 3. Nomor ruangannya 337" jawab Narnia yang kemudian kembali menutup ponselnya. Tak berapa lama setelah telpon itu ditutup Lucas tampak berlari kecil menghampiri Narnia.


"aku tidak terlambat kan?" tanya Lucas dengan napas terengah engah. Lalu mereka berdua masuk ke ruangan dr. Tristan.


Dokter memeriksa keadaan Narnia dengan seksama.


" sudah baik.. tapi baru boleh hamil lagi setelah 3 bulan ya.." ucap dr. Tristan. Mendengar itu Lucas terkejut.


"a-apa?? 3 bulan dok?"tanya Lucas dengan mata membelalak.


"Yaaa kalau istrimu tidak trauma.. lebih cepat lebih baik.. tapi biasanya secara psikis masih trauma.. tubuh juga harus memulihkan diri dulu. 3 bulan adalah waktu ideal, tapi jika istri anda siap sebulan mencoba lagi juga boleh.." ucap dokter sambil tersenyum. Mendengar itu Lucas pun tersenyum Setelah kontrol usai Lucas berjalan beriringan dengan Narnia, dia pun melihat jam tangannya


"sudah pukul 12. kita makan siang bersama dulu.. bagaimana?" tanya Lucas. Narnia pun mengangguk.


"Orion. Kita mau makan dulu. kamu ikutin mobil saya ya. Saya mau makan soto daging di ujung Jalan Permata. Narnia biar ikut di mobil saya, lepas makan baru kau bawa dia lagi." ucap Lucas tegas.


"baik tuan.." jawab Orion. Mereka pun berjalan dengan mobil masing masing ke warung soto dsging pinggir jalan dekat dengan apartemen lama Lucas. setelah memesan beberapa makanan, mata Lucas tertuju pada Orion yang terus berada di sebelah Narnia.


"hei.. Orion.. kau duduklah disana! " ucap Lucas kesal. Seketika Orion duduk di meja berbeda tak jauh dari Lucas dan Narnia. Soto daging pesanan pun datang sudah. Dengan sigap Lucas menambahkan sambal, jeruk nipis dan juga kecap kedalam mangkoknya. Begitu pula dengan Narnia. Tapi mata Narnia terus saja memandang ke arah Orion yang sedang menikmati makanannya.


"ada apa? kenapa tidak dimakan?" tanya Lucas saat melihat isterinya bengong dan memandang ke arah lain.


"sayang.. kau tau Orion itu sudah berapa lama kerja di rumah mommy?" bisik Narnia. Mendengar itu Lucas menjadi heran, dia menghentikan aktifitas makannya dan sedikit menoleh ke arah Orion.


"entahlah.. aku juga baru ketemu kemarin pagi. Ada apa memangnya?" tanya Lucas sembari meneruskan menyantap makan siangnya.


"dia menggodamu?? dia kurang ajar sama kamu? iya??" ucap Lucas sembari membelalakan matanya. Narnia lalu menahan tangan Lucas dan mencubitnya.


"iihh.. bukan! Kemarin, aku kan minta dia antar ke rumah ibu t--" belum Narnia menyelesaikan pembicaraannya Lucas segera memotongnya.


"waah dia menggoda ibu mertua??? waaahh kurang ajar..!! " ucap Lucas sembari beranjak dari tempat duduknya.


"iiih Lucas!! bukan!!" bentak Narnia kesal.


"lalu apa?? daritadi aku sudah penasaran kau bilangnya sepotong sepotong.." ucap Lucas yang kembali menikmati soto dagingnya lagi.


"dia itu kemarin tanpa aku beri direction bisa tau rumah ibu.. padahal kan baru pertama kali dia mengantarkan aku kesana.. Terus mbak Evelyn bilang pernah lihat wajahnya cuma dia lupa dimana.." ucap Narnia. Mendengar itu Lucas kembali menoleh ke arah Orion.


"kalau begitu kau harus lebih hati hati.. apa mau aku carikan driver lain?" tanya Lucas.


"aahh tidak usah.. aku jadi penasaran dia itu siapa ya sebenarnya.." ucap Narnia. Narnia lalu menyantap habis sajian soto daging dihadapannya.


"kau pulang dengan Orion ya..aku akan kembali ke kantor. Sampai ketemu nanti malam dirumah.." ucap Lucas sembari mencium kening Narnia tanpa malu malu.


"Hei .. Orion! jangan macam macam dengan istri saya!" lanjut Lucas sebelum masuk kedalam mobilnya. Orion hanya menunduk dan tidak berkata apa apa.


"sekarang nona mau pergi kemana?" tanya Orion pelan. Narnia sedikit berpikir dan melihat jam tangannya.


"aku akan mampir ke restoran dulu sebentar.." ucap Narnia sembari masuk ke dalam mobilnya. Narnia terdiam kembali duduk di mobilnya. Dia sengaja tidak memberitahukan restoran mana yang dia ingin tuju. Tapi Orion membawanya ke EATERY BITE AND BREW Restoran tepat Narnia kerja. Melihat itu Narnia merasa semakin heran. Dia turun dari mobilnya.


"kamu tunggu diluar aja, saya hanya sebentar", ucap Narnia sebelum berlalu dari hadapan Orion. Saat dia masuk dia lalu terburu buru mencari Evelyn dan mengajak Evelyn berbincang di pantry.


"iiihh adek.. ada apa sih?" ucap Evelyn kesal saat Narnia menariknya masuk ke dalam pantry.


"mbak coba deh inget inget pernah liat Orion dimana.." ucap Narnia cepat. Evelyn mulai menaruh rasa curiganya kembali. Dia tampak mengernyitkan dahinya.


"emang kenapa dek? " tanya Evelyn bingung.


"udah mbak inget inget aja dulu.. aku mau pulang. kalau Nemu sesuatu jangan lupa telpon aku ya.. aku pulang dulu.." ucap Nanria sembari melambaikan tangannya dan kembali ke mobilnya. Tampak Orion membukakan pintu Narnia dan segera mobil melaju kembali ke rumah.