BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 4: Kencan Pertama (Failed)


Hari Sabtu pun tiba, sedari pagi wajah Narnia nampak sumringah.


"cie cie.. yang mau kencan .. ", goda Evelyn yang tengah bersiap berangkat ke tempat kerjanya. Mendengar itu Narnia tersenyum.


"kencan sama siapa dek?ooohh.. yang datang kemarin itu ya??" timpal ibu. Mendengar itu Narnia semakin tersipu malu.


"anaknya sopan.. " lanjut ibu. Narnia pun tersenyum bangga.


"eh Nia.. kayaknya di tempat kerja mbak lagi butuh waiters kalau kamu mau boleh coba.." ucap Eveyln santai. Narnia pun mengangguk.


"sementara aja.. kamu tetep cari kerja di kantoran.. kamu beda sama mbakmu.. dia memang bakat dibidang kuliner begitu.. kalau kamu bakatnya beda.. kalau mau sementara aja.." ucap Ibu sembari memeluk Narnia. Narnia menatap kakaknya yang segera pergi dengan motor maticnya.


"Narnia kayaknya salah ambil jurusan Bu. Harusnya dulu ambil kejuruan kayak mbak Evelyn.. Kalau ga kerja sama orang bisa buka usaha sendiri.." ucap Narnia kesal. Mendengar itu Ibu lalu memeluk Narnia lebih erat.


"mbakmu itu kapasitas otaknya terbatas. Motorik dia yang kuat makanya dulu ambil kejuruan kebetulan memang senang masak dan sekarang bisa jadi asisten chef di restoran bagus. Kalau kamu beda.. kamu pinter, sekolah kamu bagus, memang seharusnya kerja di kantoran. Orang sudah ada kapasitasnya masing masing, Nia. Ga bisa dipaksa kalau nggak sesuai kapasitasnya." ucap Ibu yang selalu menuturkan kata kata bijak membuat hati Narnia kembali sejuk dan tenang. Siang itu Narnia kembali melamar pekerjaan lewat aplikasi online dan tanpa sadar hari sudah menjelang sore.


"kamu kok masih glundang glundung ga jadi pergi sama Lucas?" tanya Bapak saat pulang dari tempat kerjanya. Narnia melihat jam dinding yang ada di hadapannya dan dengan segera dia beranjak dari tempat duduknya. membereskan semua kekacauan yang dia buat.


"waaaah.. udah jam 6..." teriak Narnia heboh. Segera dia menyiapkan baju dan setelah itu pergi ke kamar mandi.


"bapak ini.. Dateng Dateng bikin heboh." ucap Ibu sedikit kesal. Mendengar itu Bapak tertawa.


"seneng gangguin dia itu.. lucu." ucap Bapak seraya menghampiri ibu yang sedang membuatkan teh untuknya. Dia memeluk mesra ibu dari belakang.


"nanti ketauan Narnia pak malu.." ucap Ibu mencoba melepaskan pelukan suaminya. Tiba tiba Bapak berhenti memeluk ibu dan mulai memegangi dada kirinya, dia juga mulai merasa kesulitan bernafas sebelum akhirnya terjatuh. Ibu mulsi panik dsn berterisk histeris. Narnia pun segera keluar dari kamar mandi dan menghampiri bapak yang sudah tergeletak di lantai. Ia segera menelpon ambulan. Dan saat mendengar teriakan itu Lucas yang ternyata sudah ada didepan pagar segera masuk dan menghampirinya. Lucas lalu melurusksn posisi tidur Bapak dan menegakkan kepalanya. Dia mulai memeriksa denyut nadi Bapak ,memeriksa mulut , dan juga menempelkan telinganya ke dada Bapak


"kamu telpon ambulance cepet!!" ucap Lucas. Dan Lucas mencoba melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) pada Bapak sembari menunggu ambulance datang karena jantung Bapak berhenti berdetak. Ibu dan Narnia menangis melihat apa yang terjadi di hadapannya. Saat ambulance datang Lucas masih melakukan CPR dan segera meminta para perawat yang datang untuk memasang selang oksigen dan peralatan di dada Bapak.


"tensinya 210-170" ucap salah satu perawat. Lalu Lucas mengintruksikan perawat itu untuk segera membawa Bapak masuk ke dalam ambulance saat nafas Bapak kembali dan indikator di alat yang terpasang itu kembali hidup. Ibu dan Narnia ikut ke dalam ambulance sedangkan Lucas melaju dengan motor Sportnya. setelah sampai di UGD Rumah sakit Medistra utama Lucas memarkirkan motornya dan segera mengikuti Bapak ke ruang perawatan.


"serangan jantung dok. sempat code blue tapi bisa tertolong dengan CPR ." ucap Lucas saat dokter di UGD itu menanyakan kondisi pasiennya. Dokter itu sempat memandang ke arah Lucas sekejap lalu kembali memeriksa pasiennya.


"lakukan EKG (electrocardiogram)" ucap dokter itu pada perawatnya lalu dia berjalan menghampiri Lucas dan memandangi Lucas dari ujung kepala hingga kakinya.


"kita tunggu hasil EKG nya dulu..Terimakasih padamu karena sudah melakukan CPR, itu menyelamatkan nyawa pasien." ucapnya sebelum pergi. Lucas terdiam memandang ke arah Bapak yang sedang dirawat. Setelah hasil EKGnya keluar Lucas segera melihat isi kertas panjang itu.


"eeh.. mas.. ini buat dokter.." ucap Perawat itu hendak merebut kembali hasil EKG yang dibawa Lucas. Setelah puas membaca akhirnya Lucas menyerahkannya kepada perawat itu dan dibawanya kepada dokter tadi. Lucas berjalan menghampiri Ibu dan juga Narnia yang masih nampak syok.


"Bu, apa bapak pernah mengalami serangan jantung sebelumnya?" tanya Lucas. Ibu merasa bingung untuk menjawab pertanyaan Lucas karena pikirannya kalud.


"waktu aku kecil dulu pernah dirawat di rumah sakit karena sesak nafas. ada apa memangnya?" ucap Narnia mencoba membantu menjawab.


"hasil EKG nya menyatakan bahwa irama jantungnya sudah tidak sesuai dengan keadaan normal. kemungkinan sebelumnya pernah mengalami serangan jantung. Untuk tensi gimana? apa selalu tinggi? karena tadi waktu di cek tensinya sangat tinggi" ucap Lucas. Narnia sedikit berpikir dan memandang ibunya.


"kemungkinan bapak mengalami cardiomegaly atau pembengkakan jantung karena riwayat hipertensi. jika tensinya tinggi dan kekuatan memompa darah dari jantung akan terlalu kuat, jika minum obat secara rutin tensi akan bisa di kendalikan agar tetap normal. makanya penting bagi pasien hipertensi untuk selalu meminum obat secara rutin. Kemungkinan besar Bapak akan dirawat di ICCU untuk mendapatkan perawatan intensif. Semoga keadaannya membaik." ucap Lucas mencoba menerangkan kondisi ayah Narnia. Setelah itu Dokter datang dengan membawa hasil EKG tadi. Dokter itu memandang ke arah Lucas dengan pandangan angkuh.


"Hasil EKG nya menunjukkan irama yang tidak teratur. karena apa nanti kita cek lagi. sementara kami akan menempatkan suami ibu di bangsal khusus jantung. Untuk kamar nanti akan dicarikan dari pihak UGD. " ucap Dokter Jaga itu. Tampak Ibu Narnia hanya mengangguk sembari menghapus air matanya. Dokter itu lalu pergi meninggalkan Pasiennya begitu saja.


"Wei! apa tidak dirawat di ICCU? jantungnya masih perlu pemantauan intensif 24 jam. kenapa justru di rawat di bangsal?" tanya Lucas geram. Dokter itu berhenti lalu mendekati Lucas ,memandang Lucas dengan pandangan sinis.


"Kamu dokter??" tanya dokter itu sombong. Lucas terdiam sesekali mengalihkan perhatian matanya.


"saya tanya! kamu dokter???" tanya dokter itu sedikit membentak mencoba mengintimidasi Lucas secara mental. Mendengar bentakan itu, keadaan IGD yang semula riuh menjadi tenang seketika. Pandangan orang tertuju pada Lucas dan dokter jaga itu.


"Jangan mentang mentang kamu sudah menyelamatkan pasien itu jadi sok ngatur kami para dokter! berhasil menyelamatkan pasien melalui CPR bukan berarti menjadikan kamu dokter!" ucap Dokter Jaga itu sembari memukul mukul dada Lucas dengan jarinya. Lucas terdiam dan menunduk. Dia mencoba untuk menahan emosinya. Lucas hanya menggenggam tangannya kuat kuat dan menghirup nafas panjang.


"nak.. mungkin bapak sudah baikan..makanya tidak perlu dirawat di ICCU.. ", ucap Ibu pelan. Lucas memandang kearah ibu dan juga Narnia dan perlahan lahan emosinya mulai mereda.


"kamu ajak Lucas cari makan dulu. Cari minum sekalian buat mbakmu.." bisik Ibu pada Narnia.


"nanti ibu sendiri?" ucap Narnia.


"aku perginya nunggu Mbak Dateng aja.. lagipula bapak masih belum dibawa ke bangsal, Bu.." lanjut Narnia. Narnia melihat Bapak membuka matanya.


"bapak.. bapak bangun ..." ucap Narnia sambil tersenyum lalu menggenggam tangan Ayahnya dengan kuat. Lucas memandang Bapak yang baru saja membuka mata, dia lalu mencoba memeriksa Bapak dengan meraba tubuhnya.


"Lucas.. "ucap Bapak lirih


"Ya pak.." seketika Lucas mendekati Bapak.


"Bapak tahu kamu belum lama kenal Narnia, tapi bapak pengen kamu serius dengan Narnia. umurnya tidak muda lagi.. sudah waktunya menikah.." ucap Bapak yang akhirnya kembali batuk batuk.


"bapak jangan banyak bicara dulu. " ucap Lucas kembali memeriksa Bapak. Melepas bantal yang menyangga kepalanya dan memutar tuas tempat tidur dan membuat tempat tidur bapak sedikit terangkat sehingga bapak menjadi setengah duduk.


"Bapak jangan banyak bicara dulu. Bapak tidak usah khawatir, saya serius dengan Narnia." ucap Lucas tegas. Tampak senyum samar di wajah lemah Bapak. Perawat akhirnya datang dan membawa bapak ke bangsal khusus jantung. Setelah mengetahui nomor kamar Bapak, Narnia pun pergi membeli makanan dan minuman.


"maaf ya.. kencan pertama kita failed." ucap Narnia dengan wajah sedih. Mendengar itu Lucas tak segan merangkul pundak Narnia.


"Kencan bisa lain kali, Bapak lebih penting.", ucap Lucas mencoba menenangkan Narnia. Dan Narnia pun kembali menangis sejadi jadinya. Melihat itu dengan sigap Lucas memeluk Narnia dan mencoba menenangkannya.


"aku ga mau kehilangan bapak, Lucas.. aku ga mau..aku takut.." ucap Narnia sambil menangis. Lucas menempuk nepuk punggung Narnia dan mencoba menenangkannya.


"semoga keadaan bapak lekas membaik." ucap Lucas