BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 2: Pengunduran Diri


Malam ini Narnia tidak dapat tidur. Dia duduk termenung didepan meja komputernya dan menatap keyboard komputer dengan seksama.


"Nia.. apa ada masalah? tadi melewatkan makan malam.. Mbak pikir kamu udah tidur.." tanya Evelyn yang lalu duduk disebelah Narnia. Narnia tampak lesu memandang kakak tercintanya itu.


"Mau nulis surat pengunduran diri.. tapi bingung mau mulai dari mana..", ucap Narnia lemas.


"ha? mengundurkan diri?? kenapa?" tanya Evelyn bingung. Yaa. Evelyn tau persis perjuangan sang adik untuk masuk ke Bank tempat adiknya itu bekerja.


"hari ini ada kejadian memalukan, mbak.. masa ada orang yang naruh segepok uang 100juta dibawah kursi kerjaku. ga tau sejak kapan ada disitu. aku aja ga merhatiin sampai waktu sore tadi baru ketauan. Gila ga?" ucap Narnia kesal. Evelyn ikut geram mendengar cerita sang adik.


"Ya udah.. buat aja surat pengunduran diri biasa.. tub ada di file mbak. tinggal copy-paste aja diganti ganti.." ucap Evelyn yang ikut iba mengetahui nasib sang adik.


"tapi apa kamu ga mau menyelidiki kebenarannya dulu?" tanya Evelyn sembari merebahkan badannya ke atas ranjang. Ya.. ranjang yang sama dengan Narnia karena mereka memang tidur di kamar yang sama. Rumah yang Narnia tempati bukanlah rumah mewah yang besar dengan banyak kamar. Luas tanahnya hanya 120 m² dan hanya cukup dibangun 2 kamar agar rumah terlihat luas. Kamar yang satunya tentu saja ditempati oleh kedua orang tua mereka.


"enggaklah mbak.. ngapain.. nanti aku cuma tersudut dan justru semakin dijerumuskan. Besok aku mau mengajukan pengunduran diri. terus cari kerja yang lain." ucap Narnia seraya membuka file dan mulai mengerjakan surat pengunduran dirinya. Saat dia selesai, dia melihat sang kakak sudah terlelap. Dia akhirnya merebahkan badannya ke atas ranjang dan mencoba tidur.


***


"masuk.." ucap Kak Theo seraya mempersilahkan Narnia duduk.


Narnia duduk tepat dihadapan kak Theo, lalu dia memberikan sebuah amplop putih yang dia taruh tepat di atas meja kerja kak Theo. Tanpa basa basi Kak Theo membuka dan membaca surat itu.


"kamu serius mau mengundurkan diri? apa tidak semakin menyiratkan bahwa memang kamulah tersangkanya?" tanya Kak Theo sinis. Narnia menatap ke arah kak Theo.


"saya mengundurkan diri karena menurut saya ini cukup jelas menyiratkan bahwa saya tidak bersalah. Jika memang ingin menyelidiki silahkan menyelidiki, jika tidak saya juga tidak keberatan karena saya memang tidak melakukan hal yang dituduhkan itu. Mulai hari ini saya akan mengundurkan diri. " ucap Narnia tegas. Kak Theo nampak memandang ke arah Narnia.


"Baiklah.. surat pengunduran diri ini saya terima.. Terimakasih atas kerjasamanya selama 2 tahun ini. Kinerjamu ku akui sangat baik. Sayang harus berakhir seperti ini.", ucap Kak Theo sembari berjabat tangan dengan Narnia. Narnia hanya terdiam dan tersenyum. Lalu dia berpamitan dengan rekan rekannya yang telah menunggu waktu brifing di banking hall sebelum akhirnya dia keluar kantor. Narnia berjalan pelan meninggalkan Bank yang telah 2 tahun ini menjadi rutinitasnya. Dia berjalan menuju halte bis dan menaiki bis Trans.


Dia menikmati perjalanan terakhirnya dari tempat kerja menuju rumahnya yang kini dia jalani di pagi hari.


"Biasanya lewat sini sudah gelap.. jam operasional bis udah habis jadi harus naik Ojol.. eh OJOL!!" Gumamnya lalu dia kembali melemah.


"Yaaah..ga bisa ketemu lagi sama mas Ojol ganteng.." rengeknya dalam hati. Narnia rupanya benar benar benar kepincut dengan driver oJol yang baru dua kali mengantarnya pulang. Saat telah sampai di halte bus dekat rumahnya. Narnia berjalan lemas menuruni tangga halte. Dia berhenti sejenak dipinggir jalan sebelum akhirnya pulang.