BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 26 : Bercinta Lagi


Hari berganti hari tanpa terasa Narnia mampu menjalani hari hari nya di rumah besar milik keluarga Lucas itu. Sekarang Narnia sudah mulai masuk kerja dan beraktifitas seperti biasa. Dia mencoba mengebaskan hati, pikiran, dan telinganya untuk menerima semua perlakuan Nyonya Rossy. Lucas pun semakin sibuk. Hari harinya banyak di isi dengan rapat, rapat dan rapat, waktunya dengan Narnia benar benar jauh berkurang. Belum lagi dinas keluar kota dan keluar negeri yang mengharuskan Narnia menyepi sendiri di rumah mewah itu.


"hari ini aku akan pulang terlambat.. Ada gathering dengan beberapa perusahaan. Kau tidak usah menunggu ku, sayang", ucap Lucas dipagi itu saat dia mengenakan pakaian kerjanya. Narnia yang sigap mengambil dasi yang ada dimeja dan segera mengikatkannya di leher Lucas.


"hmm" jawab Narnia singkat. Lucas hanya memperhatikan isterinya itu lalu mencium bibirnya dengan lembut. Seperti biasa, Narnia mengantar Lucas hingga ke depan rumah dan melambaikan tangannya saat Lucas pergi.


"hari ini nona mau pergi kemana?" tanya Orion saat melihat Narnia di depan rumah. Narnia menoleh dan memperhatikan dia.


"Resto.." jawab Narnia singkat. sebelum Dia kembali ke kamarnya.


"hei kau!!" panggil seseorang yang dia sangat hafal suaranya. Narnia berbalik dan memperhatikan orang itu.


"mau sampai kapan kau mempertahankan anakku disisimu?ha?" ucapan itu lagi yang selalu dia dengar setiap kali mengantarkan Lucas ke depan rumah. Narnia memutar matanya dan berdecak malas.


"sudah saya bilang, nyonya.. saya tidak akan menceraikan Lucas. silahkan anda menunggu sesuka nyonya" jawab Narnia ketus sebelum akhirnya Narnia kembali berjalan menaiki tangga. Mendengar jawaban Narnia itu sungguh memuat telinga dan hati Nyonya Rossy merasa panas.


"Dasar wanita kurang ajar!! Kau memang selalu membuat aku naik daraah!!! Cepat ceraikan Lucaaaaassss!! " ucap Nyonya Rossy sembari mencoba berlari mengejar Narnia. Mendengar itu dr. Edy segera keluar dari kamar dan menghalau Nyonya Rossy.


"mommy sudah!! " ucap dr. Edy sembari memberikan kode pada Narnia untuk lari.


" Lihat saja aku akan membuat Lucas menceraikanmu dengan segeraaaaa!!! aaaahhhhhh!!!" teriak Nyonya Rossy lagi. Narnia berlari masuk kedalam kamarnya. Kali ini entah dia harus tertawa atau menangis.


"hah..aku akhirnya berani menjawab nenek lampir itu! huuuhh... exhale.. inhale..tenang Narnia.. tenang.." ucap Narnia dari balik pintu sembari mengatur nafasnya.


***


"kau bilang begitu pada nenek lampir itu??" tanya Evelyn saat mendengar apa yang terjadi pagi tadi di rumah Lucas. Mereka pun tertawa kecil.


"tapi aku merasa kurang ajar mbak sama orang tua.. aku kayaknya nggak seliar mbak deh.." ucap Narnia. Mendengar itu Evelyn tertawa.


"kamu itu terlalu lemah! kadang kadang wanita lemah harus menunjukkan taringnya juga biar nggak ditindas terus!" ucap Evelyn sembari memukul bahu Narnia


"kenapa tidak mengajak Lucas kembali ke apartemen lagi aja sih dek?kalau kamu tertekan terus malah nanti jadi stres susah hamil. " ucap Evelyn. Narnia terdiam mendengarnya, dia lalu memanyunkan bibirnya dan sesekali melihat ke arah Evelyn.


"nggak mungkin kayaknya keluar dari sana. " ucap Narnia pelan.


"eh iya dek.. aku kayaknya mulai rada rada inget deh sama Orion.. tunggu bentar.." ucap Evelyn sembari mengambil sebuah foto.


"eh.. iyaaa.. bener..bener.. kok dia bisa ada disini?itu acara pemakaman bapak kan mbak?", tanya Narnia dan Evelyn pun mengangguk. Narnia mulai menerawang kan ingatannya mencari korelasi antara Orion dan ayahnya yang tak kunjung dia temukan.


"ini aku bawa ya mbak.." ucap Narnia sembari mengambil foto itu dan memasukkannya ke dalam laci mejanya.


Hari itu Narnia bekerja seperti biasa. Tetap duduk diam di balik meja kasir. Saat resto tutup, dia pun pulang. Dan seperti biasa Orion yang menjemputnya.


"sudah selesai nona?" tanya Orion sembari membukakan pintu mobil untuk Narnia.


"hmm" jawab Narnia sembari mengangguk. Narnia memperhatikan Orion dari tempat duduknya.


"ditanyain apa jangan ya..pantas saja dia bisa tau rumah ibu tanpa aku beri tau alamatnya ternyata dia pernah melayat waktu bapak meninggal. tapi siapa dia sebenarnya? dia juga tau tempat kerjaku.. rumah sakit tempat aku dirawat tanpa aku beri tahu. tanya apa jangan ya." ucap Narnia dalam hati.


"ada apa Nona? apa ada masalah?"tanya Orion saat sadar Narnia terus memperhatikannya.


"ohh.. nggak.. nggak ada kok..", jawab Narnia. lalu dia memalinkan pandangannya keluar jendela.


"sudah sampai nona.." ucap Orion sembari membukakan pintu mobil untuk Narnia. Narnia pun segera masuk ke dalam rumah dan saat dia melihat jam tangannya


"pukul 00.20 Lucas belum pulang.." gumamnya saat masuk kedalam kamar yang masih tertata rapi sama seperti sebelum dia pergi.


Narnia melepaskan pakaiannya dan membersihkan diri di kamar mandi. Entah mengapa tengah malam itu dia ingin berendam air hangat. Saat merasa sudah cukup berendam, akhirnya Narnia pun keluar dan meraih handuknya yang lalu dililitkannya ke tubuhnya.


"aah.. baju tidurku lupa.." gumam Narnia saat tidak ada baju bersih yang dia bawa. Narnia keluar kamar mandi dengan balutan handuk di tubuhnya. Dia menuju almari yang letaknya tak jauh dari kamar mandi dan segera meraih baju tidurnya. Tiba tiba dia dipeluk oleh seorang laki laki yang sangat membuatnya kaget.


"aaaa" teriak Narnia.


"Lucas??kau sudah pulang?", tanya Narnia saat menyadari bahwa Lucaslah yang membenamkan kepalanya di leher Narnia.


"baumu harum sekali.. aku suka.."ucap Lucas dan dari sana Narnia menyadari ada bau berbeda yang keluar dari mulut Lucas.


"kau mabuk?", tanya Narnia sembari membalikkan tubuhnya dan melihat lelakinya berdiri sempoyongan. Lucas kembali menggapai tubuh Narnia dan melingkarkan tangannya di dalam handuk Narnia, membuat handuknya terlepas. Lucas terdiam sejenak memandangi tubuh istrinya yang sudah tanpa busana itu dan memulai aksinya.


"ayo kita bercinta lagi" ucap Lucas sembari melancarkan aksinya itu. Pukul 02.30 akhirnya semua telah selesai. Tubuh lemas Narnia dan Lucas saling bertautan sebelum akhirnya Lucas mengecup mesra bibir indah istrinya dan tanpa sadar mereka pun terlelap.