
Hari ini adalah hari Narnia mempunyai rutinitas baru di EATERY BITE AND BREW. Narnia masuk ke dalam Restoran dan menyspa beberapa rekan yang telah datang disana.
"Narnia.. sini.." panggil Evelyn saat melihat Narnia datang.
"kenalkan ini Narnia, adikku. Narnia.. ini Anthony owner sekaligus head chef disini.." ucap Evelyn santai. Narnia memberi salam pada Anthony
"mohon bantuannya yaa.. kasir yang kemarin tiba tiba resign..saya lalu meminta Eve buat cari kasir baru.. Katanya kamu dulu pernah kerja di bank ya? waah it is good. " ucap Anthony sembari tersenyum. Anthony De Lacruz adalah pemilik sekaligus chef di restoran mewah ini. Evelyn sedikit memberikan Narnia petunjuk tentang beberapa item yang harus menjadi tanggungjawab Narnia.
"mbak.. kok brani banget sih panggil bos langsung nama? ga pake pak atau chef gitu??" Tanya Narnia bingung. Pertanyaan itu yang sedari tadi berkecamuk dalam batinnya tapi ragu untuk menanyakannya pada Evelyn. Hingga akhirnya Narnia benar benar memberanikan diri menyampaikan pertanyaan itu.
"yaa.. bisa aja.. " jawab Evelyn sembari menyeringai. Dia lalu kembali ke tempat kerjanya di balik dapur. Narnia memperhatikan kemampuan Evelyn dalam memasak. Pandangannya nampak berbeda setiap kali Anthony mendekatinya dan hal itu membuat Narnia tersenyum kecil.
"ketahuan.." ucap Narnia dalam hati. Jam operasional restoran mulai dibuka. Restoran itu termasuk salah satu restoran mewah yang ada dikota dengan steak yang menjadi primadonanya. Daging steak besar seberat 200 gram tersaji apik di atas piring dilengkapi dengan saos steak, frenchfries dan juga baby spinach. Ada bermacam macam steak dan harga yang bervariasi. Narnia mulai menghafalkan kode setiap makanan yang akan dimasukkan dalam mesin kasir.
"aku harus kerja yang bagus.. jangan bikin malu mbak.." ucap Narnia dalam hati. Narnia mulai sedikit lancar. tak jarang banyak dari customer yang membayar dengan memberikan kartu mereka baik kredit maupun debit. Semakin malam suasana restoran berubah menjadi lebih cozy dan romantis dilengkapi dengan lampu remang dan juga live mussic yang menampilkan lagu lagu romantis.
"asik sekali makan disini.. menikmati steak dengan pasangan, makan malam romantis dilengkapi dengan red wine sebagai additional ya.. entah kapan bisa makan disini sama Lucas" ucap Narnia dalam hati. Hari semakin larut, kesibukan belum usai. Jam menunjukkan pukul 22.00 saatnya last order . Sembari menunggu orderan terakhir, Narnia menghitung uang yang ada di laci kasirnya. Setelah restoran kosong, Narnia menyerahkan uang itu kepada Anthony lalu Narnia membantu pegawai lain untuk membersihkan restoran bersama beberapa karyawan yang lain. Dari kejauhan Narnia melihat Evelyn sedang bermesraan dengan Anthony di dapur restoran.
"pantas saja betah diresto daripada pulang.. hssh..memang dia ini napsunya cuma sama bule" ucap Narnia dalam hati. Beberapa karyawan menunjuk ke arah luar dan berbisik bisik.
"itu orang macho banget yaa.." ucap rekan kerja Narnia.
"eh iyaaa.. bener bener.. ada yaa driver Ojol seganteng itu.. " ucap rekan Narnia yang lain. Mendengar itu Narnia lalu menoleh keluar restoran dan matanya terhenti pada seorang laki laki dengan jaket Ojolnya menunggu didepan.
"Lucas.." gumam Narnia. Lucas yang sedari tadi memperhatikan Narnia dari kejauhan pun segera melambaikan tangannya. Narnia pun tersenyum dan kembali melambaikan tangannya.
"tunggu sebentar.. aku sudah selesai", ucap Narnia dengan intonasi yang jelas. Lalu Narnia berjalan pelan ke arah pantry untuk mengambil tasnya.
"eehheeemm.." ucap Narnia saat berdiri didepan pintu dapur memperhatikan kakaknya yang sedang asyik mendaratkan ciuman mesranya dibibir Anthony. Mereka lalu terkejut dan menghentikan aktifitas mereka.
"aku pulang dulu.. Lucas udah jemput. " ucap Narnia. Anthony dan Evelyn pun tampak mengangguk.
"oh iya.. Narnia.. mulai besok restoran kita buka jam 2 siang.Jadi berangkat agak siang tidak masalah." ucap Anthony mencoba mengingatkan. Narnia pun hanya mengangguk sebelum akhirnya keluar restoran menghampiri Lucas yang sudah sedari tadi.
"udah lama?" tanya Narnia sembari menyambar helm yang diberikan Lucas padanya.
"enggak juga.. gimana hari pertama kerja?" tanya Lucas sembari menyalakan mesin motornya. Narnia tersenyum dan membonceng dkbelakang Lucas.
"kerjaanku ga begitu penting.. yang penting itu aku sekarang tau kenapa mbak Evelyn suka pulang malem" ucap Narnia sambil terkekeh. Narnia memeluk erat perut Lucas dan mendekap erat tubuh Lucas, dia menempelkan kepalanya di pundak Lucas.
"emang kenapa?" tanya Lucas heran.
"dia pacaran sama Anthony owner resto. Gila.. bermesraan ga ada malunya Lo.. hii aku aja sampai bergidik sendiri ngliatnnya.." ucap Narnia sambil terkekeh.
"kamu juga boleh kalo mau.." ucap Lucas sambil tersenyum nakal. Tak berapa lama kemudian Lucas dan Narnia sampai di apartemen. mereka bergandengan mesra masuk kedalam lift yang hanya tinggal mereka berdua saja didalamnya. Yaa.. hari sudah semakin larut. Jam tangan Narnia menunjukkan pukul 00.00 tengah malam. Tiba tiba Lucas melingkarkan tangannya di pinggang Narnia dan menarik pinggang itu hingga posisi Narnia semakin dekat dihadapannya. Dan Lucas mencium lembut bibir Narnia.
"stsst..jangan disini.. itu ga liat ada cctv", ucap Narnia sembari menunjuk dengan lirikan matanya. Melihat itu Lucas tersenyum dan tetap mendekap erat tubuh istrinya. Hingga pintu lift terbuka dan Lucas kembali menggandeng tangan Narnia dengan senyum bahagia membuka pintu apartemen. Lucas lalu menutup dan mengunci pintu Apartemen dengan kode rahasia. Dia melihat Narnia yang berjalan mengambil handuknya untuk mandi.
"Narnia.." ucap Lucas. Narnia segera menoleh karena panggilan suaminya itu lalu Lucas kembali mencium bibir Narnia dan bermain dengan Narnia hingga Narnia sulit bernafas.
"hei.. aku belum mandi..", ucap Narnia sedikit mendorong tubuh Lucas yang telah menindih nya di atas sofa.
"Bodo amat.." tepis Lucas. Dan Lucas kembali menggemcarkan aksinya di sofa itu. Dia mencium mesra bibir isterinya sebelum akhirnya melepaskan dekapannya.
"iihh kau ini!" ucap Narnia sedikit kesal saat semua aktifitas itu selesai. Dia lalu meraih handuk yang ada didekatnya dan melingkarkanya ke tubuhnya lalu masuk ke dalam Kamar mandi untuk membersihkan diri.