BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 33: Time Flies 7 tahun berlalu


Seperti biasa pagi pagi sekali Narnia sudah bangun dan menyiapkan segala keperluan untuk sarapan dan bekal untuknya dan juga Kanaka.


"mama.. " panggil Kanaka, dia tampak melihat sekeliling ruangan yang begitu berantakan.


"mama masak?" tanya Kanaka sembari mengernyitkan alisnya.


"eh Kanaka.. udah bangun?" ucap Narnia sembari tersenyum pasi. Melihat kekacauan yang dibuat sang mama Kanaka hanya menggeleng sembari berdecak.


"dia ini entah kenapa semakin besar jadi mirip Lucas.. aaah nggak.. lebih ganteng Kanaka.."


" mama nyiapin sarapan aja kak sama bekal buat kakak.. kita sarapan pakai roti lapis yaa.. untuk bekalnya mama buat kimbab" ucap Narnia sambil tersenyum dan membuka kotak bekal Kanaka. Kanaka pun tersenyum melihat kotak bekalnya terisi dengan penuh dan rapi. Dia memakan roti lapisnya dan meminum susu yang telah disiapkan oleh Narnia.


" mama ga makan?" tanya Kanaka saat melihat ibunya sibuk dengan ponselnya dipagi hari.


"iyaa ini mau sarapan.. maaf ya kak.. mama sibuk sendiri.. Hari ini bos mama dikantor baru datang dari Luar negeri jadi banyak yang disiapkan. Habis ini mama antar Kanaka ke sekolah, tapi nanti pulang nya bilang sama supir antar jemput ya minta anter ke tempat Oma ya.." ucap Narnia sembari menggigit roti lapisnya. mendengar itu Kanaka mengangguk.


"bos baru mama galak ya?" tanya Kanaka. Narnia memandang wajah lugu anak lelakinya itu dan tersenyum sembari membelai wajahnya.


"semoga nggak. ayok dihabiskan sarapannya trus kita berangkat." ucap Narnia sembari tersenyum. Setelah selesai Narnia membantu anaknya memakaikan tas ranselnya dan keluar rumah. Narnia dan Kanaka kini tinggal di sebuah apartemen kecil Yaaa.. apartemen kecil yang dulu ditinggali Lucas.


flashback on:


"kami pengelola apartemen, ingin menawarkan apartemen Blok D nomor 2020 untuk kami jual. apakah anda tertari membelinya nyonya?" tanya seorang marketing apartemen tempat dulu dirinya dan Lucas berbagi cerita.


"ahh maaf pak saya tidak tertarik. Saya butuh apartemen yang lebih besar, tapi jika menyewa blok besar di apartemen anda saya tidak mampu. " ucap Narnia.


"tolong Bu.. ini penawaran terakhir kami. Harga juga miring. berapa kamar yang nyonya butuhkan? nanti tim kami akan mendekorasinya." ucapnya lagi.


"hanya 2 kamar. untuk saya dan anak saya." jawab Narnia begitulah kira kira akhirnya Narnia bisa kembali tinggal di apartemen bersejarah itu.


"sungguh aku tidak bisa move on.. sementara saja disini. besok aku jual jika uangku sudah memungkinkan membeli yang baru." ucap Narnia saat masuk pertama kali ke apartemen itu.


Flashback off.


***


"bye.. bye Kanaka.. love you.." ucap Narnia saat mengantarkan Kanaka ke sekolahnya. Kanaka melambaikan tangan dan kaki kecilnya melangkah masuk ke dalam sekolah. Narnia mulai memperhatikan sekelilingnya, banyak dari teman Kanaka yang diantar dengan menggunakan mobil dan mungkin hanya Kanaka saja yang diantar dengan naik bis Trans. Narnia membuyarkan lamunannya dan memperhatikan jam tangannya.


"huh sial.. udah kesiangan ." gumam Narnia sebelum akhirnya dia kembali berlari kecil ke arah halte Trans dan menunggu bis selanjutnya menuju ke kantornya. Narnia bekerja di perusahaan property dr Edy yang mengenalkannya pada rekannya pemilik perusahaan Multilevel property itu. Narnia bekerja sebagai sekretaris direksi. Tidak pernah ada masalah dengan jam kerjanya karena memang dia memperoleh tempat spesial di perusahaan. Tapi kini Narnia akan mendapatkan Bos baru yang entah akan memberinya kelonggaran itu atau tidak.


Narnia kembali memperhatikan jam tangannya yang seolah berjalan terlalu cepat. Setelah turun dari bis Trans, Narnia segera berlari ke arah kantornya yang letaknya tak jauh dari halte bis Trans. Dengan nafas terengah dia meletakkan barang barangnya dimejanya. Dia melihat rekan rekan nya telah berkumpul diruang meeting, dan dengan segera Narnia masuk ke dalam ruang meeting, mengendap endap dan membuka pintu ruang meeting dengan lirihnya agar tidak menimbulkan suara kencang. Narnia masuk kedalam barisan perlahan dan mulai bernafas lega saat bos baru yang sedang memberikan briefing itu tidak menyadari kedatangannya.


"saya paling tidak suka dengan orang yang tidak bisa menghargai waktu!! saya tidak suka dengan orang yang tidak disiplin dan terlambat!" ucap Bos baru itu tegas. Mendengar itu sontak bulu halus Narnia berdiri. serasa ada meriam yang mengarah padanya dan membuat jantungnya berdegup kencang.


"kamu! maju kedepan.." ucap bos itu sembari menunjuk Narnia. Narnia hanya menunduk dan maju kedepan dengan perlahan.


"kenapa terlambat?" tanya Bos baru itu. keringat dingin mulai keluar dari tubuh Narnia entah apa yang harus dia jawab. Narnia menengadahkan kepalanya dan memberanikan diri menatap bos baru itu. Alangkah terkejutnya dia saat mendapati bos barunya adalah LUCAS.


Mereka saling menatap seolah tak percaya dapat bertemu kembali setelah bertahun tahun lamanya. Mereka terdiam sementara dan saling menatap satu sama lain.


"m-ma-maaf pak.. saya terlambat." ucap Narnia pelan seraya kembali menunduk.


mati aku.. darimana ceritanya bisa ketemu sama orang ini lagi?gila.. apa aku harus resign? aahh tapi aku butuh pekerjaan ini, butuh bayar sekolah, butuh nabung untuk beli apartemen baru yang lebih layak.. kalau aku resign dengan umurku sekarang bisa bisa jadi pengangguran abadi.. oohh nasibku..


"kamu sekretaris direksi?" tanya Lucas mencoba untuk bersikap biasa saja setelah bertemu dengan Narnia. Dia mencoba sedatar mungkin dan sebiasa mungkin.


"iya pak.. " jawab Narnia pelan.


"kalau begitu briefing hari ini saya tutup. Kamu ikut saya keruangan.." ucap Lucas sembari berlalu menuju ruangannya. Narnia masih mematung ditempat saat semua orang dan bos barunya meninggalkan ruangan. Dia masih mencoba mencerna nasib yang sedang dia alami.


"Narnia..buruan ke ruangan direktur.." bisik Rendi dan bisikan itu membuyarkan segala lamunan Narnia. Narnia segera masuk ke dalam ruangan Lucas dengan membawa buku agendanya.


tok..tok..tok..


"p-permisi pak.." ucap Narnia sembari mengetuk pintu.


"masuk." jawab Lucas tegas. Dia sedang duduk di kursi kerjanya dan memandsngi beberapa berkas yang ada di hadapannya.


bahkan sekarang jauh lebih keren.. aaaiihhh narnia move on ayoo .. ucap Narnia dalam hati.


"ada yang bisa saya bantu pak.." tanya Narnia saat memasuki ruangan direktur.


"itu jadwal anda, pak.." ucap Narnia. Narnia merasa salah tingkah saat Lucas terdiam dan hanya memperhatikan dia tanpa berkata sepatah katapun. Lucas berdiri dan berjalan mendekati Narnia.


"kita berangkat rapat sekarang." ucap Lucas sembari berlalu dari hadapan Narnia. Melihat bosnya telah berlalu, Narnia segera membawa serta barang barangnya. Berjalan cepat menyusul Lucas yang tanpa henti berjalan. Narnia terengah dan berusaha menghentikan pintu lift yang akan segera menutup.


mati.. cuma ada aku dan dia. diem sudah. pura pura lupa..aahh ga mungkin juga. hah.. bagaimana ya..


"kamu apa kabar?" tanya Lucas pelan. Mendengar itu Narnia terperanjat mencoba melirik Lucas yang melemparkan pandangannya terus kedepan tidak memandang Narnia sedikitpun.


"hubungan saya sama kamu adalah hubungan profesional. Jadi mohon jangan terlalu akrab." ucap Narnia pelan.


keren kan jawabanku. haduh.. sungguh merinding aku..


Saat pintu lift terbuka Narnia segera berjalan keluar. Sampai di loby kantor, driver sudah menyiapkan sebuah mobil untuk Lucas. Yaa.. mobil yang dia kendarai sendiri.


"ayo masuk.." ucap Lucas sembari menyambar kunci yang ada di tangan drivernya. Narnia membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam. Narnia menaruh barang barangnya tepat dibawah kakinya.


"sabuk pengamannya" ucap Lucas


"ha?apa?"


Lucas lalu mengambil sabuk pengaman yang ada disamping Narnia dengan cepat dan sempat membuat Narnia memejamkan matanya.


"sabuk pengaman." ucap Lucas sembari memasangkan sabuk pengaman Narnia. Mereka melaju ke sebuah mall yang masih sepi yaa.. rapat ini dilakukan di mall baru yang akan dibuka setelah semua dokumen jual beli ditandangani. Rapat berlangsung, Lucas memperhatikan dengan seksama dan Narnia mencatat poin poin penting yang ada dalam rapat itu. Tiba tiba Ponsel Narnia bergetar. Melihat ponselnya bergetar Narnia segera mematikannya. Dia melihat sekeliling dan pandangannya terhenti pada Lucas yang memperhatikannya.


"ponselnya di matiin!" bisik Lucas.


"nggak bisa.. aturan dirumah ga boleh matiin ponsel." bisik Narnia.


"kamu lagi rapat sama saya. sekarang ikut aturan saya" bisik Lucas lagi. Narnia memandang kesal ke arah Lucas.


Begini rupanya saat jadi bos.. dulu aku bertanya tanya gimana dia dikantor .. ternyata galak! ucap Narnia dalam hati. Dia kembali mengikuti meeting dan kembali ponselnya bergetar.


"kenapa Kanaka telpon sepagi ini ya.."


"matiin nggak tu hapenya.." bisik Lucas mulai kesal. Narnia hanya menggelengkan kepalanya dan memberi kode pada Lucas untuk meminta ijin mengangkat panggilannya.


"nggak. matiin.." ucap Lucas lagi. karena tak kunjung diangkat, telpon itu mati dengan sendirinya. Saat keadaan mulai tenang Lucas dengan seksama kembali memfokuskan pikirannya pada agenda rapat. Tiba tiba ponsel Narnia kembali berbunyi dan segera merebut ponsel itu dari tangan Narnia. Lucas sangat terkejut saat melihat foto dari panggilan itu. Ada seorang anak laki laki ganteng dilayar ponsel Narnia. Lucas terpaku sejenak sebelum akhirnya ponsel itu berhasil direbut kembali oleh Narnia.


"maaf.. anak saya menelpon. saya mohon ijin menerima panggilan ini " ucap Narnia dan anggota rapat lainnya mengiyakan permintaan Narnia. Narnia berjalan keluar ruangsn. Lucas memandanginya dari kejauhan.


apa dia sudah menikah.. semudah itu dia melupakan semuanya.. ucap Lucas dalam hati. Saat Narnia kembali presentasi telah usai dan Lucas sedang menandatangani perjanjian. Dan semuanya berjalan dengan lancar.


***


Dalam perjalanannya kembali ke kantor. Narnia hanya terdiam dan memperhatikan jalanan dari jendelanya.


"loh kok kesini?" tanya Narnia saat Lucas memarkirkan mobilnya didepan sebuah cafe.


"saya mau sarapan dulu.. " jawab Lucas seraya turun dari mobilnya. Narnia dengan wajah kesal mengikuti Lucas dari belakang.


"kamu mau pesan apa?" tanya Lucas.


"nggak.. saya sudah sarapan." jawab Narnia ketus.


"tambah jus jeruk" ucap Lucas. Setelah pesanan ada di tangan, Lucas pun duduk berhadapan dengan Narnia. Lucas menyantap sarapan kesiangannya Nasi goreng dan jus jeruk. Narnia memperhatikan Lucas.


"sekarang nggak pernah sarapan dulu dirumah?" tanya Narnia mendengar itu Lucas hanya menggeleng. Narnia lalu melihat jam tangannya


jam 11


"foto yang diponsel tadi.. anakmu?" tanya Lucas. Mendengar pertanyaan itu seketika Narnia tersedak saat meminum jus jeruknya.


"iya.. anakku", jawab Narnia pelan sembari meluruskan nafasnya.


"akhirnya nikah juga sama Orion?", tanya Lucas ketus.


"Bukan urusan kamu.." jawab Narnia. Wajahnya mulai menunjukkan kekesalannya. Dan saat Lucas kembali ke kantornya Narnia hanya terdiam di mejanya segera mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.