
Malam itu Lucas memacu mobilnya menuju kediaman Nyonya Rossy. Sesampainya di loby rumah, Lucas terdiam sejenak memandangi sekeliling rumah yang terus mengingatkannya pada peristiwa 8 tahun lalu, saat Narnia memohon padanya. Pelayan menyambutnya dengan senyuman, tapi merasa aneh ketika tuan nya hanya mematung ditempat.
"tuan saya sampaikan pada nyonya jika anda datang.." ucap pelayan itu. Lucas tidak menjawab, dia hanya terdiam ditempat. Pikirannya terus melayang dan mengingat semua kejadian buruk di masa lalu. Matanya mulai berkaca kaca, dadanya mulai terasa sesak dan lehernya tercekat.
kenapa dulu aku tidak mau mendengarkan Narnia.. jika saya aku sedikit menghargainya . jika saja aku berhenti untuk mendengarnya, jika saja aku tahu dia sangat menderita ada dirumah ini . ucap Lucas dalam hati. Lamunan pedih itu buyar saat Nyonya Rossy dengan baju tidur mewah berbalut kimono itu menghampiri Lucas.
"Sayangku.. akhirnya kau mengunjungi mommy.. ayo masuk.. kenapa hanya berdiri saja disitu.. Jesica juga ada disini.. dia aku minta tinggal disini menemani mommy..", ucap Nyonya Rossy sembari menggandeng tangan Lucas dan berjalsn perlahan ke ruang keluarga.
"mana papa?" tanya Lucas heran saat tidak melihat sang ayah ikut menemuinya.
"aaahhh jangan bicarakan papamu! setelah kau bercerai dengan wanita sialan itu dia terus memarahi aku sampai telingaku rasanya sudah penat mendengar amarahnya. Lalu dia pergi ke rumah masa kecilnya sampai sekarang. Aku sudah melayangkan surat cerai padanya tapi belum dikirimkan kembali ke sini.", ucap Nyonya Rossy santai. Mendengar itu Lucas terkejut.
"apa? cerai??" ucap Lucas dengan membelalakkan matanya. Nyonya Rossy mengangguk.
"janganlah cerai sama papa, mom.. nggak enak rasanya cerai itu. Lebih baik bicarakan dulu baik baik jangan emosi" ucap Lucas mencoba menasehati Nyonya Rossy. Tapi Nyonya Rossy justru berdesis sembari memutar kedua bola matanya.
"mami sudah menyerah sama papi. Biarlah kita hidup sendiri sendiri.." ucap Nyonya Rossy malas. Lalu Dia kembali melingkarkan tangannya di lengan Lucas.
"ahh Jesicca sedang pergi... menemui teman temannya di club. Kau susul saja..", ucap Nyonya Rossy pelan.
"aku kemari bukan untuk menemui wanita itu. tapi aku ingin menemui ibu.", ucap Lucas pelan. Mendengar itu Nyonya Rossy tersenyum manis.
"kau rindu padaku kan..", ucap Nyonya Rossy sambil tersenyum. Lucas hanya memperhatikan wajah ibunya, dengan kerut yang sudah mulai bertambah dia menyadari ibunya mulai renta.
"aku ingin membatalkan pertunangannya..", ucap Lucas pelan. Mendengar itu sontak Nyonya Rossy melepaskan pelukannya dan membelalakkan matanya.
"apa?? membatalkan pertunangan?? apa kau sudah tidak waras?? apa otakmu terlalu penuh hingga tidak bisa berpikir?? apa ini karena wanita sialan itu???!!", ucap Nyonya Rossy kesal. Lucas memutar kedua bola matanya dan menghentakkan kakinya.
"Mom! please stop jelek jelekin Narnia mom.. Mommy nggak sadar aku masih belum bisa melupakan Narnia mom.. aku masih mencintainya.. jadi aku mohon batalkan Pertunangan itu.." ucap Lucas. Nyonya Rossy tampak murka dan menahan amarah.
"mommy nggak akan batalkan Pertunangan kamu! Kalau kamu terus begini, mommy akan mempercepat Pertunangan kamu! lagipula Jesicca sudah ada disini.. tidak ada alasan lagi menunggu sampai satu tahun. " ucap Nyonya Rossy sembari beranjak dari tempat duduknya dan beralih pergi.
"mom.. mom.. aku tidak mau mom.. aku akan bertanggungjawab pada Narnia.. dia sudah terlalu menderita selama ini mom!" ucap Lucas sembari menahan langkah kaki ibunya dengan menggengam tangan Nyonya Rossy.
"kenapa kau harus bertanggungjawab pada Narnia?? kalian sudah berpisah.. tidak ada lagi tanggungjawab atas dia.. Dia pasti yang memintamu memohon pada ku iya kan?? " bentak Nyonya Rossy.
"Lucas harus bertanggungjawab karena.. Lucas punya anak dengan Narnia. " ucap Lucas pelan. Mendengar itu Nyonya Rossy membelalakkan matanya, seolah tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Lucas barusaja.
"tidak mungkin! anak?? bagaimana bisa?? kau bercerai setelah itu kau pergi ke amerika.. apa sebelumnya kalian masih... hah?? tidak.. tidak bisa!! anak itu bukan tanggung jawabmu! Kau tetap harus bertunangan dengan Jesica. titik!!!" teriak Nyonya Rossy sembari berlari masuk kedalam kamarnya.
Lucas berdiri ditempat, mencoba menengadahkan kepalanya menyimpan kembali airmatanya yang akan tumpah. Nafasnya terasa berat saat Lucas akan melangkah pergi dia melihat Jesica ada dihadapannya. Lucas terdiam ditempat, begitu pula Jesica mereka saling mengamati.
"apa benar kau punya anak dengan Narnia? atau hanya alasanmu saja untuk menghindariku?" tanya Jesicca.
Lucas berjalan perlahan menghampiri Jesicca.
"sejak awal aku sudah mengatakan padamu kan jika aku mencintai Narnia.. sampai sekarangpun sama. Entah aku punya anak dengannya atau tidak cintaku tetap sama. " ucap Lucas sebelum berjalan keluar dari rumahnya.
"tapi aku mencintaimu!" teriak Jesica sembari terisak. Lucas tetap pada langkahnya, dia sama sekali tidak berhenti, apalagi menolehkan kepalanya pada Jesica.
***
Pagi ini seperti biasa, Narnia membangunkan Kanaka dengan ciuman bertubi tubinya. Bel berbunyi dan dengan penuh semangat Narnia membuka pintu itu. Tapi senyumnya hilang setelah melihat orang yang berdiri di depan pintunya.
"kau?darimana kau tau aku tinggal disini??" ucap Narnia heran saat melihat Jesica ada dibalik pintunya. Jesica memandang sinis ke arah Narnia, dan dari balik pintu itu dia melihat sosok lelaki yang juga tak asing baginya.
"Orion?" gumam Narnia sembari mengernyitkan dahinya .
"selamat pagi, Nona.." sapa Orion saat melihat kembali Narnia disana.
"Mah.. siapa? om Lucas ya.."teriak Kanaka saat keluar dari kamarnya dan mendengar percakapan ibunya dengan seseorang.
"Kanaka masuk kamar!!" teriak Narnia mendengar teriakan tak biasa itu kedua mata Kanaka yang awalnya masih sayup lalu mendadak terbuka lebar dan tergopoh gopoh berlari masuk kembali kedalam kamarnya.
"untuk apa kalian kemari??" tanya Narnia sembari mengernyitkan dahinya.
"aku akan mengatakan sejujurnyaa padamu.. untuk terakhir kalinya.. tinggalkan Lucas!! jangan membawa bawa nama anakmu hanya untuk merebut dia kembali padamu!! jika tidak jangan salahkan aku jika tiba tiba anakmu hilang. ", ucap Jesica sinis. Mendengar itu seketika Narnia membelalakkan matanya dan berteriak.
"Jangan coba coba kau ganggu anakku!! aku tidak akan membawa bawa dia untuk merebut Lucas darimu!Kau tenang Saja.. sampai saat ini aku tidak pernah mengatakan bahwa dia punya anak " ucap Narnia. Air matanya mengalir di pipinya tanpa terasa, badannya mulai bergetar, trauma masa lalunya kembali membayang bayanginya didepan mata.
"biarkan Lucas menikah denganku.. berjanjilah untuk menghilang dari hadapan Lucas. pergilah jauh jauh!!"bisik Jessica. setelah itu mereka pergi. Badan dan kaki Narnia seolah lemah tak berdaya, dia ambruk seketika tepat didepan pintu apartemennya. Narnia menangis sejadi jadinya pikirannya terus berputar kepada hal hal buruk yang mungkin akan kembali menimpanya seperti di masa lalu.
Dari kejauhan tampak Lucas datang hendak menjemput Narnia dan Kanaka seperti biasa, Dia segera berlari setelah mendapati Narnia menangis pilu didepan rumahnya.
"Narnia..kau kenapa?" tanya Lucas sembari mengernyitkan dahinya. Lucas benar benar tidak ingin hal buruk menimpa Narnia lagi. Pandangan mata Narnia begitu kosong dan nafasnya terengah engah. Lucas membantu Narnia berdiri tapi Narnia terlalu lemah untuk menumpu tubuhnya.
" Lucas, aku mohon.. pergilah dari kehidupanku.." ucap Narnia pelan. Air matanya terus mengalir. Lucas mengangkatnya dan memeluknya.
"kau ini kenapa? ada masalah apa? apa ada yang mengancammu?" tanya Lucas pelan. Narnia hanya menggelengkan kepalanya.
"kanaka mana?" tanya Lucas.
"ada di kamarnya.."jawab Narnia singkat.
"kau tenang dulu.. jangan begini di depan Kanaka.." bisik Lucas pelan. Narnia mulai mencoba mengatur nafasnya dan menghapus air mata yang ada di pipinya.
"aku masuk dulu menemui Kanaka, kau tenangkan lah dirimu dulu..jangan sampai Kanaka melihatmu menangis.", ucap Lucas seraya meninggalkan Narnia di depan pintu. Lucas masuk perlahan ke dalam rumah dan membuka pintu kamar Kanaka. Melihat Lucas masuk, Kanaka segera memeluknya.
"hey.. boy.. ada apa? kenapa jagoan om menangis?" tanya Lucas sembari memeluk dan menghapus air mata Kanaka.
"Kanaka takut. tadi ada tamu datang, dan tiba tiba mama berteriak meminta Kanaka masuk kamar.."ucap Kanaka pelan. Lucas kembali menenangkan Kanaka.
siapa tamu yang datang ? kenapa Narnia nampak ketakutan? apa mommy datang kesini?ahh tidak mungkin. Mommy mana tahu Narnia selama ini tinggal disini. ucap Lucas terus bertanya tanya dalam hatinya. Narnia berjalan perlahan menuju kamar Kanaka dan memeluk putra semata wayangnya itu.
"mama nangis?" tanya Kanaka sembari menghapus air mata dari pipi Narnia. Narnia tersenyum dan menggeleng.
"Kanaka sarapan dulu.. ." ucap Narnia sembari memberikan sarapan cereal dan susu pada Kanaka. .
"siapa yang datang tadi?" tanya Lucas pandangannya tak lepas dari Narnia yang tampak enggan menatapnya. Lucas membawa Narnia ke pantry dan kembali menanyakan hal yang sama. Tapi Narnia tetap diam tidak menjawab hanya air mata yang kembali mengalir. Lalu Lucas kembali memeluk Narnia.
"apa mommy menyakitimu lagi?", tanya Lucas. Narnia menggeleng dan masih menangis dalam dekapan Lucas.
"katakan padaku, siapa yang menyakitimu?aku tidak ingin melihatmu menangis lagi.. " ucap Lucas sembari membenarkan tatanan rambut Narnia.
"kalau begitu kau pergilah. Kau yang membuatku menangis.", ucap Narnia dengan tatapan tajam memandang Lucas. Lucas nampak mengerutkan alisnya dan membulatkan bola matanya.
"Narnia apa maksudmu? apa aku berbuat salah padamu?" tanya Lucas bingung.
Narnia tampak menahan tangisnya, nafasnya begitu berat dan dia sulit berkata kata.
"aku baru sadar ternyata bertemu denganmu adalah sebuah kesalahan terbesarku. Jadi mulai sekarang lebih baik kita tidak perlu bertemu lagi!" ucap Narnia seraya berjalan menjauhi Lucas. Mendengar itu Lucas tampak terdiam, sendiri diruang pantry. Lucas menunduk, dadanya mulai sesak tapi ia enggan menangis. Lucas menengadahkan kepalanya menahan air matanya agar tidak tumpah, mengambil nafas panjang sebelum akhirnya dia keluar menemui Kanaka. Lucas membelai kepala Kanaka yang tampak masih menghabiskan sereal sarapannya.
"om.. besok ulang tahun Kanaka, om jangan lupa datang yaa.. Acaranya dirumah Oma. " ucap Kanaka sembari mengambil secarik kertas dan menggambarkan denah rumah oma.
"ini rumah oma.", ucap Kanaka
"Kanaka mandi dulu ya om.."ucap Kanaka sebelum berlari menuju ke kamar mandi. Lucas duduk diam sembari memandangi gambar yang dibuat oleh Kanaka. sepintas dia melihat Narnia yang telah selesai mandi masuk kedalam kamarnya dan kembali mengunci kamar.