
"dari mana saja kau?!" sapa Nyonya Rossy saat Narnia masuk kedalam rumah. Seketika Narnia berhenti saat mendengar ucapan Nyonya Rossy itu.
"dari rumah sakit mommy.. kontrol"jawab Narnia pelan. Nyonya Rossy berjalan mendekatinya.
"jangan pernah panggil saya dengan sebutan mom! jika hanya kita berdua panggil saya Nyonya!" ucap Nyonya Rossy tegas.
"baik, mo- eh.. n-ny-nyonya.." ucap Narnia lirih.
"nanti malam ada makan malam penting dengan keluarga bapak Duta Besar. Istri duta besar itu adalah sahabat ku. Di kamarmu sudah aku siapkan gaun. pakai gaun itu!Makan malam akan dilaksanakan pukul 7 malam. Berangkatlah dengan Orion! Lucas akan berangkat dari kantornya. Kita bertemu di restoran saja!" ucap Nyonya Rossy sebelum meninggalkan Narnia. Narnia memandang ke arah Orion yang masih berdiri di belakangnya. Orion tampak pula memperhatikan Narnia yang mulai berkaca kaca. seketika Narnia kembali ke kamarnya. Dia melihat gaun indah yang ada diatas ranjangnya lengkap dengan sepatu high heels dan tas kecil.
"apakah sepenting itu makan malam nanti hingga dia memberikan gaun ini padaku.." gumam Narnia seraya menerawang kan gaun mahal itu. Narnia pun segera bersiap siap untuk makan malam, dia menata rambut dan riasannya sendiri dan terlihat sangat anggun dengan balutan gaun mewah itu.
"sayang.. jam 7 nanti ada makan malam dengan sahabat mommy.. kamu datang kan?" tanya Lucas melalui sambungan telponnya.
"iyaa.. aku sudah bersiap siap.. akan langsung menuju ke restoran dengan Orion." jawab Narnia.
"oke.. kita ketemu disana.." ucap Lucas. Setelah menutup telponnya Narnia segera turun dan bersiap berangkat. Narnia menuruni tangga satu demi satu, penampilannya yang sangat elegan menuai decak kagum dari para pelayan yang memandangnya. Termasuk Orion yang sudah menunggu Narnia didepan mobilnya.
"Anda cantik sekali, Nona.." ucap Orion seketika Narnia memandang Orion dan tersenyum lalu masuk kedalam mobilnya. Orion memacu mobil dengan kecepatan sedang, diam diam dia memandangi Narnia dari kaca tengah mobil.
"nyonya besar itu sungguh aneh.. menantunya begitu cantik dan baik hati begini malah ingin disakiti.. apa yang membuat nyonya besar begitu ingin menyingkirkannya ." ucap Orion dalam hati.
"sebentar lagi kita sampai, Nona." ucap Orion
"hmm" jawab Narnia singkat. Dia terus memandang keluar jendela mobil dan memperhatikan sekelilingnya.
"Memangnya restorannya dimana Orion?" tanya Narnia.
" Nouriture de Fantaise Nona. Nyonya Besar sudah membooking Sky Lounge nya." ucap Orion. Narnia berdecak malas mendengarkan restoran mewah nan mahal itu.
"kau bahkan lebih tau daripada aku.." gumam Narnia kesal. Tak berapa lama mereka pun sampai di sebuah hotel bintang 5, yaa.. ternyata restoran mewah yang dipesan oleh Nyonya Rossy berada di rooftop hotel mewah itu. Narnia turun dari mobil tepat di lobby hotel. Karena kecantikan dan penampilannya yang sangat mewah dan elegan, orang orang pun terus memperhatikan Narnia saat Narnia sedang berjalan.
"mau kemana nona?" tanya Bell Boy
"sky lounge.." jawab Narnia singkat. Bell Boy itu segera memencet angka yang ada di lift dan dia nampak terus memperhatikan Narnia.
"Anda tamu dari orang yang membooking Sky lounge kami, Nona? " tanyanya lagi seolah memastikannya. Narnia hanya tersenyum dan mengangguk.
Saat turun dari lift, Narnia menemui rooftop Hotel dilengkapi dengan restoran mewah yang sepi dengan dekorasi elegan dan serba mewah. Narnia menunggu tepat didepan pintu masuk restoran.
"Narnia.." sapa Lucas saat keluar dari lift. Wajahnya nampak terkejut melihat penampilan Narnia yang tampak elegan dan anggun.Lucas segera meraih pinggang Narnia dan tanpa malu malu mencium mesra bibir Narnia.
"kau cantik sekali, sayang.." ucap Lucas lembut tepat ditelinga Narnia dan Narnia pun tersenyum.
"ayoo masuk.. " ajak Lucas sembari menggandeng tangan Narnia. Mereka pun memasuki restoran dan tampak ada Nyonya Rossy bersama dua orang seumuran dengan mereka dan satu wanita cantik yang menunggu diantara mereka. Narnia mencari ayah mertuanya dan mencoba mengalihkan pandangan ke arah lain tapi tidak menemukan ayah mertuanya itu disana.
"ini dia Lucasku sayang.." ucap Nyonya Rossy saat mengetahui anak kesayangannya telah datang. Lucas bersalaman dengan mereka semua.
"ini Tuan Arrow, Nyonya Eesy dan ini putri kesayangannya Jessica. " ucap Nyonya Rossy sembari memperkenalkan tamu spesialnya pada Lucas dan Narnia.
"Dia bukan anak perempuanku, tapi adik sepupu Lucas.." ucap Nyonya Rossy sembari mengenalkan Narnia pada tamunya. Seketika Lucas memandang tajam ke arah ibundanya dan Narnia hanya mampu menunduk lesu sembari tetap memasang senyum saat menyapa tamu spesial Nyonya Rossy.
Makan malam pun segera disajikan lengkap dengan champagne. Lucas memandang isterinya yang sedari tadi tampak terdiam dan menunduk.
"Lucas sekarang sudah pegang perusahaan keluarga? wah hebat.. " ucap Nyonya Eeasy.
"Jessica bukannya mengambil kedokteran ya?" tanya Nyonya Rossy. Wanita elegan itu tersenyum lebar dan mengangguk.
"sudah lulus jadi dokter umum, Tante.. Sekarang sedang ambil spesialis.", jawabnya pelan.
"waah hebaat.. jangan panggil Tante donk.. panggil mommy aja.." ucap Nyonya Rossy sembari tersenyum. Mendengar itu Narnia kembali terkejut dan memandang ke arah Nyonya Rossy. Narnia pun berdiri dan beranjak dari tempat duduknya.
"gimana, Jesicca suka nggak sama Lucas? dulu dia sempat jadi residen juga. tapi Mommy minta berhenti dan urus perusahaan" ucap Nyonya Rossy. Lucas memandang kesal ke arah Nyonya Rossy.
"mommy apa apaan sih??"ucap Lucas kesal lalu dia memandang ke arah Narnia.
"ambil spesialis apa Lucas?" tanya Jessica begitu antusias. Lucas menatap Jesicca sekilas
"jantung."jawab Lucas singkat. Pembicaraan itu semua tertuju pada Jesicca dan Lucas. Membuat hati Narnia meradang. sesekali Lucas masih memperhatikan Narnia dan menggenggam tangan Narnia seolah mengatakan kata sabar melalui gesture tubuhnya.
"maaf saya permisi sebentar.." ucap Narnia pelan seraya meninggalkan tempat duduknya. Tampak Narnia berjalan cepat keluar sky Lounge dan masuk ke dalam lift. Mendengar suara lift terbuka, Lucas segera beranjak dari tempat duduknya.
"sayang mau kemana?" tanya Nyonya Rossy.
"duduk!" ucap Nyonya Rossy seraya meminta Lucas duduk. Lucas pun menuruti permintaan ibunya dan kembali duduk. Tapi pikirannya terus memikirkan Narnia yang tidak kunjung kembali ke meja makan itu.
Narnia.. kau dimana? kenapa belum kembali? tulis Lucas pada pesan yang dia kirimkan pada Narnia. Narnia hanya membaca pesan itu dan terus berjalan menuju Orion yang menunggu di ruang tunggu khusus.
"Nona??" gumam Orion saat melihat Narnia berdiri didepan ruang tunggu.
"nona.. sudah selesai?" tanya Orion. Tanpa sadar air mata Narnia menetes. Sedari tadi sudah dia menahannya agar tidak menetes.
"nona.. " gumam Orion terkejut saat melihat Narnia menangis.
"tolong antarkan aku pulang.." ucap Narnia. Dengan sigap Orion mengambil mobilnya di tempat parkir dan menjemput Narnia. Narnia segera masuk kedalam mobil saat Lucas membukakan pintu mobilnya. Dalam perjalanan pulang Narnia kembali menangis pilu. Dia tidak berpikir bahwa ada Orion yang memperhatikannya dari kaca depan mobilnya. Narnia terus menangis hingga ia sulit bernafas. Orion terus memperhatikan Narnia dari kaca mobil.
"apa yang diperbuat nyonya besar itu hingga nona cantik ini menangis begitu pilu.. mengapa Tuan Lucas tidak mengejarnya.." Ucap Orion dalam hatinya. Mobil pun telah sampai di halaman rumah, tapi Narnia masih ada didalam mobil itu tidak beranjak.
"nona.. kita sudah sampai dirumah." ucap Orion pelan. Dia menatap Narnia yang hanya terdiam dan termenung.
"nona.." panggil Orion lagi.
"hmm"
"kita sudah sampai.." ucap Orion. Narnia memandang sekeliling lalu dia turun dari mobilnya. Pandangannya kosong, riasannya pun berantakan karena tangisan pilunya sepanjang perjalanan. Narnia masuk ke dalam rumah, berjalan dengan lemasnya, menaiki anak tangga demi anak tangga dengan pandangan kosong hingga dia masuk kedalam kamarnya.