BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 25 : Jangan Katakan Hal Bodoh Itu


Malam itu Lucas pulang ke rumah dengan penuh amarah. Dia hendak menuju kamarnya dan segera menemui Narnia yang sedari tadi tidak merespon panggilan teleponnya.


"Lucas!! kamu mau mempermalukan mommy?? pulang duluan! nggak ada sopan sopannya sama temen mommy!!" bentak Nyonya Rossy saat sampai di rumahnya. Lucas terdiam, menghirup nafas panjang dan coba menenangkan emosinya sendiri.


"Mom! Lucas sudah menikah! ada istri Lucas disebelah Lucas.. kau panggil dia sepupu?? mommy sadar nggak sih itu menyakiti hati nya??" ucap Lucas kesal.


"tidak peduli!!Mommy sudah bilang tidak akan menganggap wanita sialan itu sebagai istrimu!! Kalau kamu tidak bercerai dengannya mommy bisa buat hal yang lebih parah dari hari ini!" ucap Nyonya Rossy kesal, sebelum dia kembali ke kamarnya. Lucas kembali berjalan masuk kedalam kamarnya. Dia memandang sekeliling dan mendapati Narnia tengah terbaring di atas ranjangnya, masih lengkap menggunakan gaun dengan riasan lengkap. Lucas mendekati Narnia perlahan dan menyentuh tangannya. Nampak Narnia membuka matanya dan memandang ke arah Lucas sebelum akhirnya kembali memalinkan wajahnya.


Narnia hanya terdiam, tapi dari sorot matanya Lucas tahu bahwa hati Narnia hancur. matanya sembab dan terlihat bengkak.


Lucas terus memperhatikan Narnia dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"aku harus bagaimana, Narnia?" tanya Lucas dalam hati. Setelah dia berganti pakaian, Lucas merebahkan badannya tepat disebelah Narnia. Narnia pun segera mengubah posisi.


***


"aku berangkat dulu.." ucap Lucas pagi itu sembari mencium kening Narnia. Narnia hanya terdiam, tidak menjawab.


"Lucas.. sarapan dulu!" teriak Nyonya Rossy saat melihat anaknya turun.


"aku tidak lapar!" jawab Lucas sebelum⁓ akhirnya berlalu pergi mengendarai mobilnya.


"kau buat dia kesal lagi?" tanya dr Edy pada istrinya.


"Memangnya kenapa dengan Narnia? dia baik, dari keluarga baik baik juga.. Dan yang paling penting Lucas mencintainya. Sudah lah mom.. biarkan mereka bahagia.. " ucap dr. Edy. Mendengar itu Nyonya Rossy berjalan masuk kembali ke kamarnya dengan wajah kesal.


Hari itu Narnia terus mengurung diri dikamarnya. Dia juga menolak pelayan yang hendak mengirimkan makanannya. Berapa ratus kali Lucas mengirimkan pesan teks dan juga telepon tak kunjung dia tanggapi. Narnia justru menonaktifkan ponselnya. Dia diam di dalam kamar dan duduk termenung di ranjangnya. Tanpa sadar malam hari pun tiba.


"tuan muda.. mohon maaf, Seharian ini nona Narnia tidak mau makan sama sekali. Ini saya buatkan bubur kacang hijau untuknya siaap tahu jika dengan tuan, Nona Narnia mau makan." ucap salah satu pelayan sembari membawa nampan berisi mangkok bubur kacang hijau. Lucas menerima nampan itu dan berjalan menuju kamarnya. Saat membuka kamar, dia melihat Narnia tampak memalinkan wajahnya dari kedatangan Lucas. Lucas menaruh bubur itu di meja lalu menghampiri Narnia.


"kau masih menyiksaku dengan diam mu?" tanya Lucas sembari menggenggam bahu Narnia. Narnia masih tetap diam, tidak memperhatikan Lucas sama sekali.


"jika masih marah boleh saja.. tapi kau makanlah dulu. para pelayan sangat khawatir melihatmu mengurung diri di kamar seperti ini dan menolak makanan. Ayoo.. makan dulu aku suapi." ucap Lucas mencoba mengajak Narnia.


"aku tidak mau!" ucap Narnia singkat.


"soal semalam aku minta maaf, sayang.. Semua diluar kendaliku. Aku pikir mommy tidak akan berbuat begitu lagi tapi ternyata.. kau boleh marah, tapi makan dulu. Nanti kau sakit jika tidak makan seperti ini.." ucap Lucas.


"aku lebih baik mati daripada harus menceraikanmu."ucap Narnia dengan nada kesal. Mendengar itu, Lucas segera mengangkat tubuh Narnia yang tergeletak diranjang. Dia segera mendekap tubuh lemah itu. Narnia mulai menangis sendu diperlukan suaminya. Tangisannya terdengar pilu.


"aku tidak tau lagi harus berbuat apa.. aku mencoba menuruti semua permintaan ibumu "tapi tetap saja dia ingin kita berpisah.. Aku tidak sanggup hidup lagi jika harus berpisah denganmu.. " ucap Narnia sembari menangis. Lucas memeluk erat tubuh istrinya.


"tolong jangan katakan itu sayang.. tolong.. kita tidak akan berpisah. Biarkan saja ibuku menjodohkanku dengan ribuan wanita diluaran sana, asal kau tau cinta ku hanya untukmu, Narnia..tolong jangan bicara hal bodoh itu lagi!" ucap Lucas sembari menghapus airmata yang masih terus menetes di pipi Narnia. Lucas memandang wajah istrinya itu dan mencium lembut bibir merahnya.


"aku mencintaimu.. Kau harus percaya padaku..", ucap Lucas. Malam itu terasa panjang, Narnia mulai merasa tenang dan dia membiarkan tubuhnya terbenam di pelukan Lucas hingga pagi menjelang.