
Malam hari pun tiba dan Lucas sudah sampai kembali dirumah Narnia.
"hai Lucas.. ayoo kita makan sama sama.." ajak Nyonya Lisa saat melihat menantunya masuk kedalam rumah.
"kau mau mandi dulu?aku ambilkan baju.." ucap Narnia.
"aku kan tidak bawa baju ganti.." ucap Lucas pelan. Narnia mengeluarkan tas kecil berisi baju milik Lucas.
"ini.. aku bawakan. Sana mandi dulu..", ucap Narnia sambil tersenyum. Lucas pun menuruti perintah isterinya. Setelah selesai mandi dia kembali duduk bersama dengan Nyonya Lisa dan Narnia di meja makan. mata Lucas berputar seolah mencari sesuatu.
"cari apa?" tanya narnia
"Evelyn belum pulang?" tanya Lucas.
"tidak usah menunggu Evelyn.. dia pulangnya malam. nunggu resto tutup baru bisa pulang..", ucap Nyonya Lisa. Setelah makan malam dan mengobrol sejenak, akhirnya Lucas dan Narnia pun berpamitan. Narnia membonceng dan melingkarkan tangannya di pinggang Lucas. Dan merasa heran saat rute yang diambil Lucas bukanlah rute jalan menuju apartemennya.
"kita mau kemana, sayang?" tanya Narnia.
"kerumahku.. kemarin kau ingin bertemu dengan orang tuaku kan.. sekalian. karena katanya ada yang ingin dibicarakan." ucap Lucas santai.
"ehh tapi bajuku begini.. kenapa ga bilang kalau mau ketempat orang tua kamu." ucap Narnia sedikit kesal.
"tidak masalah.. kamu terlihat cantik kok." ucap Lucas. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah mewah nan besar yaang ada tepat di pinggir jalan. Security pun membukakan pintu gerbang besar itu untuk Lucas. Lucas memarkirkan motornya di samping rumahnya. Dan menggandeng tangan Narnia. Wajah Narnia mulai pucat tidak punya persiapan mental khusus untuk menemui mertuanya. Pakaiannya juga hanya mengenakan celana jeans, sepatu kets, kaos oblong polos dan jaket jeans.
" Lucas.. aku cuma pake baju begini.." bisik Narnia yang berjalan beriringan dengan Lucas.
"udah cantik kok.. lebih cantik lagi kalo ga pake baju sih.. tapi itu cuma buat aku" goda Lucas dengan senyum manisnya yang khas. Langkah Lucas terhenti saat masuk kedalam rumahnya. Pelayan telah menyambutnya dan juga Narnia.
"Tuan muda sudah datang, mari.. silahkan.. Tuan dan Nyonya sudah menunggu .." ucap pelayan itu. Lucas tetap menggengam erat tangan Narnia. Saat masuk kedalam rumah, mata dan kepala Narnia tak berhenti bergerilya mengagumi rumah yang lebih mirip istana itu.
" Lucasku sayang... mommy kangen sekali nak.." ucap seorang wanita dengan pakaian mewah lengkap dengan perhiasan dan mantel bulu dilehernya. Dia mencium pipi dan memeluk tubuh Lucas.
"kamu kurusan.." lanjut Nyonya Rossy ibunda Lucas. Tiba tiba senyum Ibundanya berubah saat melihat Narnia disamping Lucas. Narnia membungkukkan badannya menyapa Ayah dsn Ibu Lucas yang berdiri tepat dihadapannya.
"siapa?" bisik Nyonya Rossy sembari melirik sinis ke arah Narnia.
"ohh dia.. kenalkan mom.. pap.. ini Narnia.. dia istriku." ucap Lucas mengenalkan Narnia kepada kedua orang tuanya. dr. Edy ayah Lucas tersenyum dan menyambut girang perkenalan itu.
"selamat yaa atas pernikahan kalian.." ucap dr. Edy. Seketika tangannya yang hendak memberikan salam pada Narnia itu ditepis oleh Nyonya Rossy.
"papi!! kok malah diberi selamat sih??? siapa kamu??kamu udah culik anak saya ya?? pasti kamu kasih pelet kan biar anak saya tertarik sama kamu??" ucap Nyonya Rossy sinis.
"mom.. lebih baik kita makan.. aku lapar sekali.." lanjut Lucas sembari menggiring sang mama masuk ke ruang makan. Narnia hanya berdiri ditempat dan menunduk. seolah dia ingin menangis seketika setelah mendengar ucapan Nyonya Rossy tadi.
"mari,nak..silakan.." ucap dr. Edy mempersilahkan Narnia masuk.
"bagaimana keadaan ayah kamu? masih di ICCU?" Lanjut dr. Edy
"ayah saya sudah meninggal Om... seminggu yang lalu.. tepat setelah Lucas menikahi saya didepan Bapak." ucap Narnia dengan nada bergetar dan mata yang mulai berkaca kaca. Tampak dr Edy terkejut mendengar kabar Narnia itu dia segera merangkul anak mantunya itu dan menepuk beberapa kali pundak Narnia .
"ayo kita makan.." ucap dr Edy sembari mempersilahkan Narnia duduk. Narnia hanya menunduk dan sama sekali tidak berani menatap ke arah Nyonya Rossy.
"kamu kenal dimana sih wanita itu?? Nemu dimana? kenapa asal nikahin orang.. belum tentu keluarganya baik, Luke" bisik Nyonya Rossy.
"mommy ga perlu khawatir, Narnia itu dari keluarga baik baik. " jawab Lucas mencoba meyakinkan Nyonya Rossy Sembari menyantap makan malam keduanya.
"Katanya ada yang akan dibicarakan.. mau bicara apa?" lanjut Lucas. Nyonya Rossy segera menaruh peralatan makannya dan menggenggam tangan Lucas.
"mommy ingin menjodohkanmu dengan Anak Paman Ardiwilaga pengusaha tambang kenalan mama.." ucap Nyonya Rossy seketika membuat Lucas tersedak. Mendengar ucapan itu Narnia pun menjadi sangat terkejut dan memperhatikan Lucas.
"mom!! aku kan sudah menikah.." ucap Lucas kesal. Lucas berhenti makan dan meletakkan alat makannya.
"menikah?? apanya yang menikah?? dengan wanita sialan ini?? mommy ngga setuju!! mommy sampai kapanpun tidak akan merestui pernikahan kalian!pokoknya mommy tetap akan menjodohkan kamu dengan wanita pilihan mommy!!" bentak Nyonya Rossy. Mendengar ibundanya terus memojokkan pernikahannya itu Lucas pun berdiri, dia menggandeng Narnia dan berjalan meninggalkan ruang makan. Lucas berjalan dengan cepat hingga keluar rumah. Langkah panjangnya membuat Narnia tertetwr dan hampir terjatuh.
"aah.." ucapnya saat badannya tak lagi seimbang. Lucas berhenti berjalan. Nampak amarah yang sangat besar di wajahnya. Lucas mencoba menahan semua amarahnya dan menelan ludahnya.
"maafkan aku.. kau harus mendengar omongan tak mengenakkan itu dari ibuku." ucap Lucas sembari memandang ke arah Narnia yang sedari tadi hanya terdiam dan menunduk.
"hatimu pasti sangat sakit, iya kan..maafkan aku. Aku tidak akan pernah lagi membawamu kepada orang tuaku. Sekarang ayoo kita pulang oke.." ucap Lucas sembari mengambil dan menyalakan mesin motornya. Narnia membonceng dkbelakang, kembali melingkarkan tangannya di pinggang Lucas dan memeluk Lucas.
***
"kau kenapa masih begini pada Lucas?? sekarang dia sudah menikah.. sudah mendapatkan orang yang dia cintai . sudahlah sayang.. lupakan niatmu menjodob jodohkan Lucas seperti itu.." ucap dr. Edy mencoba memberi tahu isterinya yang tengah berdiri kesal di balkon rumahnya sembari memandang Lucas yang pergi dari rumahnya dengan menggunakan motor maticnya.
"papi!! papi ini gimana sih?? masa rela melepas anak kita yang sangat berharga pada wanita murahan itu??!! kita tidak tau bibit bobot dan bebet wanita itu!! liat aja pakaiannya.. sama sekali tidak elegan!! dan papi tau Lucas dengan rela jadi driver Ojol gara gara wanita sialan itu!! tega papi!! tega?? ha??" ucap Nyonya Rossy sangat kesal.
"membayangkan wanita sialan itu jadi menantu mami... iihhh", lanjut Nyonya Rossy sembari bergidik ngeri.
"mom.. Lucas sudah bahagia.. biarkan saja. Apa tidak lelah kau menjodohkan dia terus.. hingga dia sudah memutuskan hidup sendiri juga masih kau jodohkan. Biarlah dia bahaga, mommy.." ucap dr. Edy.
"TIDAK!! menantuku haruslah orang yang aku idam idamkan dan aku pilih!! papi bilang Lucas bahagia?bahagia bagaimana?? badannya kurus kering begitu! belum lagi kulitnya bertambah gelap!!! oohh Lucasku yang malang.." ucap Nyonya Rossy sembari merengek meratapi nasib yang menimpa putra semata wayangnya.