
Malam itu di pangkalan ojek Online Lucas duduk diatas motor maticnya sambil meminum minuman dingin yang dibelinya di minimart tak jauh dari tempatnya berhenti. Dia melihat jam tangan sport yang melingkar di tangan kirinya yang menunjukkan pukul 7 malam. Lucas pun memacu motornya mendekati Common Bank tempat Narnia bekerja. Lalu Lucas membuka kembali aplikasi Ojek Onlinenya.
"ahh sial.. nyantol sama orang.. kok tumben bukan Narnia.." ucap Lucas yang dengan terpaksa segera memacu motor maticnya ke titik customer. Dia berhenti didepan Common Bank tempat biasa dia menjemput Narnia.
"kak Mitha.." sapa Lucas dengan senyum manisnya. Mitha memandang ke arah Lucas dan tersenyum sumringah saat melihat wajah ganteng Lucas. Dengan genitnya dia mengambil helm yang Lucas berikan. Dan membonceng motor Lucas dengan melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Lucas.
"maaf kak.. jangan terlalu kencang pegangannya, saya ga bisa gerak. " ucap Lucas pelan. Mitha pun segera membetulkan tempat duduknya dan kembali memegang pinggang Lucas. Lucas pun melaju dengan kecepatan sedang menuju lokasi yang sudah tertera jelas di map ponselnya.
"Biasanya yang naik Ojol namanya Narnia..kenal mbak sama Narnia?" Lucas memberanikan diri menanyakan tentang Narnia.
"ooh Narnia.. dia baru resign tadi pagi. Kasihan.. kemarin sepertinya udah dijebak orang." ucap Mitha .
"dijebak? maksudnya?" tanya Lucas mulai penasaran.
"yaa dijebak.. dibawah kursi ada uang 100juta. padahal aku yang sedari tadi ada didekat dia sama sekali ga menunjukkan gelagat mencurigakan. aku juga ikut ngitung jumlah uang yang kita ambil sama sama memang 4,9 M tapi entah kenapa atasan kami bilang ada 5 M. lagipula Narnia itu penerima predikat pegawai terbaik Lo.. sudah beberapa kali. mas percaya kalau pegawai terbaik bisa mencuri sebanyak itu??" tanya Mitha kesal.
"eh kok aku jadi kesel sama mas Ganteng.. tapi yaa.. mas Ganteng ni kok jadi tukang ojek sih?kan sayang gantengnya.." lanjut Mitha genit. Mendengar itu Lucas tersenyum.
"memang orang ganteng ga boleh jadi tukang ojek?" tanya Lucas sambil tersenyum.
"yaa kan bisa jadi artis atau model gitu.. " ucap Mitha genit. Tiba tiba Lucas berhenti saat sampai di depan sebuah rumah lumayan besar dan tingkat.
"sudah sampai mbak.." ucap Lucas saat mematikan motor maticnya
"yaah kok udah sampe sih.."gumam Mitha kesal sebelum akhirnya turun dari motor Lucas. Dia memberikan helm yang tadi dipakainya pada Lucas. Mitha masih berdiri disamping Lucas. Lucas merasa heran saat melihat gadis itu berdiri disana.
"tadi udah bayar pakai OCast kok mbak.." ucap Lucas mencoba mengingatkan siapa tau customernya lupa jika mereka telah membayar.
"udah tau.. cuma pengen liat mas lebih lama aja.."ucap Mitha genit sembari memutar mutarkan rambut nya. mendengar itu Lucas tersenyum.
"saya permisi dulu kalau begitu mbak. selamat malam." ucap Lucas sembari menghidupkan kembali mesin motornya dan berlalu pergi meninggalkan rumah Mitha. Lucas memandang dari kaca motornya Mitha yang melambai lambaikan tangannya dari kejauhan dan membentuk simbol cinta dengan jarinya. Saat di lampu merah, Lucas mematikan kembali aplikasi ojolnya. Dia terus melaju dan akhirnya sampai di dekat rumah Narnia. Dia berhenti di depan gardu ronda dan duduk diatas motornya sembari memandangi rumah Narnia yang tampak sepi. Lucas menunggu diatas motornya lumayan lama, dia kembali melihat jam tangannya dan kini sudah pukul 9 malam. Saat akan menghidupkan mesin motornya dia mendengar seseorang menyapanya.
"kamu??" tanya Narnia saat datang dengan banyak belanjaan di tangannya. Lucas menoleh dan setelah mengetahui dialah orang yang dia nanti sedari tadi Lucas pun tersenyum. Dia lalu berdiri menghadap Narnia dan merekapun saling menatap.
"tadi naik Trans.. aku sudah resign tadi pagi jadi ga naik Ojol lagi."Jawab Narnia. Matanya tidak beranjak untuk terus menatap Lucas.
"aku tahu.. " jawab Lucas sambil tersenyum. Mendengar jawaban itu Narnia nampak bingung dan mengernyitkan dahinya.
"Mitha yang bilang.. kenal Mitha kan?"ucap Lucas mencoba memecahkan kebingungan Narnia. Mendengar itu Narnia mengangguk.
"belanjaanmu banyak.. mari aku bantu bawakan." ucap Lucas seraya mengambil belanjaan dari tangan Narnia. Melihat itu Narnia tersenyum, dia lalu mengikuti Lucas yang sudah berdiri tepat didepan gerbang rumah Narnia.
"Nia.. udah pulang?" tanya Ibu saat membuka pintu Gerbang.
"eh ada teman? mari silahkan masuk.." ucap Ibu mempersilahkan Lucas untuk masuk kedalam rumah mereka. Lucas lalu dengan sungkan masuk ke dalam rumah.
"maaf, Tante..ini belanjaan ditaruh dimana?" tanya Lucas.
"meja situ aja nak.. " ucap ibu ramah. Evelyn dan Narnia beradu pandang saat melihat Lucas.
"makasih udah dibantuin.." ucap Narnia.
"kalau begitu aku pulang dulu.." ucap Lucas.
"ga minum dulu dek?Narnia.. buatkan minum dulu.." ucap Bapak. Mendengar itu Lucas tersenyum. Bapak berjalan mendekati Lucas.
"kamu sudah makan belum?Rame narik ojeknya? tanya Bapak . Lucas mulai terlihat salah tingkah.
"ahh rame Om.. lumayan. saya lebih baik pulang saja om.. sudah malam.. tidak enak dengan tetangga.", ucap Lucas seraya berpamitan. Narnia lalu mengantar Lucas hingga kedepan rumah.
"kapan kapan boleh main kesini?" tanya Lucas Mendengar itu Narnia tersenyum dan mengangguk.
"malam Minggu besok mau ke pasar malam ga? nanti aku jemput." lanjut Lucas. Narnia tak dapat menahan tawanya dia pun lalu tersenyum lebar dan mengangguk. Melihat itu Lucas pun tersenyum dia kembsli mengambil motornya lalu pergi setelah melambaikan tangan dengan Narnia.