BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 27 : Bertemu Jesicca


"aaww.. kepalaku sakit.." keluh Lucas pagi itu sembari memegangi kepalanya. Dia setengah duduk dan menyadari bahwa tubuhnya tak mengenakan sehelai benangpun. Dia melihat Narnia tengah mandi dan berganti pakaian dan menghampirinya dengan membawa segelas teh hangat.


"ini.. minumlah.." ucap Narnia sembari memberikan segelas teh hangat pada Lucas.


"sayang.. apa semalam kita ...." tanya Lucas seolah melupakan apa yang terjadi semalam. Narnia hanya mengangguk.


"kau mabuk.." ucap Narnia pelan. Lucas pun menggeleng.


"aku hanya minum sedikit.." jawab Lucas mendengar itu Narnia berdecak.


"minum sedikit tapi tidak ingat apa apa" gumam Narnia. Mendengar itu Lucas lalu meletakkan gelasnya diatas meja dan memeluk tubuh istrinya.


" baumu harum sekali.." ucap Lucas sembari membenamkan kepalanya di leher Narnia.


"kau.. tidak ke kantor?" tanya Narnia saat melihat suaminya masih malas malasan di ranjangnya.


"tidak.. aku sedang malas. Kita kencan saja yuukk.." ucap Lucas. Mendengar itu Narnia tersenyum.


"kencan?" tanya Narnia.


"iyaa.. seperti pasangan normal pada umumnya. Nonton film, dinner romantis, Yaaa apa yang ingin kau lakukan aku akan ikut. Hari ini kau tidak usah masuk kerja.. kita habiskan satu hari bersama, bagaimana?" tanya Lucas. Dan tanpa berpikir panjang Narnia pun mengangguk.


"Nona Narnia mau pergi kemana hari ini?" sapa Orion saat melihat Narnia turun dan berjalan ke loby rumah.


"Narnia akan pergi denganku, Orion. Kau bisa bersantai sejenak hari ini." ucap Lucas sembari mengenakan jam tangannya. Orion memandang ke arah Narnia dan juga Lucas sebelum akhirnya mengangguk.


"dan juga.. jaga pandangan matamu pada istriku. Jangan begitu! aku tidak suka! " ucap Lucas sembari masuk ke dalam mobilnya. Mendengar itu Orion hanya terdiam dan mengernyitkan dahinya.


"apa sih maksudnya bicara begitu pada Orion?" tanya Narnia bingung saat dalam perjalanan.


"tidak apa apa. aku cuma tidak Suka caranya memandangmu" jawab Lucas tegas.


"memangnya cara memandangnya seperti apa?" tanya Narnia sembari terus memperhatikan suaminya. Mendengar pertanyaan istrinya itu, Lucas lalu memandang sekilas wajah polos Narnia.


"hanya pria yang mengerti." jawab Lucas sembari berdecak. Mendengar itu Narnia tertawa.


"Jangan bilang kalau kau cemburu pada Orion??" tanya Narnia mencoba meluruskan pembicaraan Lucas. Melihat hanya diam lalu Narnia tertawa puas.


"kenapa tertawa? wajar aku cemburu.. dia lelaki juga, tampan, masih muda, badannya bagus, sehari hari lebih banyak menghabiskan waktu denganmu.. wajar jika aku cemburu. Lagipula pandangannya padamu itu mulai menggangguku."ucap Lucas pelan. mendengar itu Narnia kembali terkekeh. Tak berapa lama kemudian Mobil Lucas terparkir di basement sebuah mall besar di kota.


"Orion itu sangat profesional, sayang.. Dia tidak pernah mengajakmu bicara, hanya hal hal penting saja dia baru bilang. Lebih banyak diam. malah kadang aku kasihan padanya kalau menungguku terlalu lama.." ucap Narnia sembari melingkarkan tangannya pada lengan Lucas. Mereka menyusuri koridor pusat perbelanjaan itu.


"tu.. lihat..kamu malah memujinya.. aiish" ucap Lucas kesal. Mendengar itu Narnia tertawa. Mereka akhirnya membelokkan langkah ke sebuah bioskop dan menonton film dan film yang mereka tonton jatuh pada pilihan Lucas Film horor.


sepanjang film Lucas terus berteriak histeris dan menutupi matanya sesekali.


"haaah.. film tadi seram sekali..", ucap Lucas saat film usai. Dia memandang heran pada Narnia yang nampak datar dan biasa saja saat sepanjang mereka melihat film tadi.


"kau tidak takut?", tanya Lucas heran. Narnia menyeringai dan menggeleng.


"kau ini aneh, film yang dipilih horor tapi sepanjang film justru tidak membuka mata.." gerutu Narnia sembari menghabiskan minumannya.


"iihh Sayang tadi itu serem tauk.." ucap Lucas mencoba meyakinkan Narnia.


"masih lebih serem mommymu" celoteh Narnia sembari mengalihkan pandangannya dari Lucas.


"ha? apa?" tanya Lucas sembari mengejar Narnia yang berjalan mendahuluinya.


"tidak ada.." ucap Narnia sambil tertawa . Lucas lalu memeluknya dan mencubit hidungnya, tapi langkah mereka berhenti saat melihat seseorang yang mereka kenal.


"Lucas.."


"kemarin kenapa tidak kembali lagi ke meja makan?" tanya Jesicca pada Narnia.


"ooh.. maaf.. aku kurang enak badan." jawab Narnia singkat. Jesicca tersenyum dan mengangguk. Suasana menjadi sangat canggung.


"kau datang dengan siapa? Tanrte Eeasy ya?" tanya Lucas sembari mencari cari partner belanja Jesicca.


"aku datang dengan mommy.. tadi mommy telepon ingin belanja, kebutulan sedang turun jaga, makanya aku temani.."jawab Jesicca. Tak lama kemudian Nyonya Rossy keluar dari toko mewah itu.


"bertemu dengan si-- eeh.. Lucas?? waah kebetulan sekali.. bisa bertemu disini.." ucap Nyonya Rossy sambil tersenyum lebar.


"Oh Jesicca sayang.. Mommy ada urusan mendadak, kamu pergi makanlah dengan Lucas, mommy pulang duluan.. oke..bye.." ucap Nyonya Rossy seraya mencium pipi Jesicca sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka.


"Ki--" sebelum Jesicca menyelesaikan pembicaraannya Narnia segera memotongnya.


"Kalian makanlah.. kebetulan aku sudah hampir terlambat masuk kerja.. " ucap Narnia sembari memperhatikan jam tangannya. Mendengar itu Lucas memandang tajam ke arah Narnia yang seketika itu menunduk.


"kita makan sama sama saja! aku antar kau ke tempat kerja!" ucap Lucas kesal. sembari menggandeng tangan Narnia. Dalam perjalanan semua orang diam, tidak saling bicara. Dan saat tiba ti restoran tempat Narnia bekerja Lucas dan Jesicca pun segera turun.


"waah.. kau kerja ditempat ini,? kalau begitu kita makan siang juga disini, Lucas. bagaimana? banyak yang bilang hidangan disini sangat enak..", ucap Jessica. Lucas hanya mengangguk dsn mengikuti Jessica masuk dan memilih tempat duduknya. Narnia berjalan cepat masuk kedalam ruang pantry tanpa menoleh kembali pada Lucas. Evelyn melihat gelagat aneh adiknya dan segera menyusulnya. Saat keluar dari dapur, Evelyn melihat Lucas duduk berdua dengan seorang gadis.


"siapa dia?" tanya Evelyn kesal. Narnia hanya menunduk dan memegangi tasnya.


"Narnia.. mbak tanya, siapa wanita yang duduk dengan Lucas itu??" tanya Evelyn sedikit menyentak.Narnia tidak menjawab, dia lalu menengadah memandang kakaknya dan tanpa sadar air matanya mulai menetes. Melihat adiknya menangis begitu sedih Evelyn segera memeluknya dan mencoba menenangkannya. Teman teman kerja yang lainpun memandang iba pada Narnia.


***


"Narnia itu benar sepupumu?" tanya Jessica membuat Lucas memperhatikannya.


"menurutmu?" tanya Lucas singkat. Jessica tersenyum dan memegangi minumannya.


"mungkin memang sepupu tapi kalian jatuh cinta satu sama lain. cinta yang sama sekali tidak direstui oleh Mommy Rossy.. aku benar kan?"ucap Jessica dengan gesture genitnya. Lucas kembali memotong steak yang ada di hadapannya dan menyantapnya.


"jadi kau tau kan kalau aku mencintai Narnia makanya le--" sebelum Lucas menyelesaikan ucapan ya Jesicca segera menyelanya.


"aku menerima perjodohan ini. " ucap Jesicca tegas. Ucapan yang membuat Lucas membelalakan matanya dan kembali memandang ke arah Jesicca.


" cinta bisa dipupuk.. Kata Mommy Rossy sebentar lagi Narnia akan pergi dari kehidupanmu, jadi disitulah saatnya aku masuk dan menawarkan cinta padamu." ucap Jessica sembari menggenggam tangan Lucas. Lucas tertegun dengan kata kata Jessica dan memandang tajam ke arahnya.


"sejak pertama aku melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu.. Jessica tidak pernah mengalami cinta pada pandangan pertama, maka bagaimanapun juga aku akan berusaha kuat untuk mendapatkannya.." lanjut Jessica. Lucas mengibaskan tangannya dan melepaskan genggaman tangan Jessica.


"Narnia bukan sepupuku, tapi dia istriku. Kami sudah menikah dan aku tidak mau dijodohkan denganmu." ucap Lucas tegas. Mendengar ucapan Lucas itu, Jesicca justru terkekeh.


"aku bisa membuat kalian bercerai dengan mudah.." ucap Jesicca sembari tersenyum licik. Lucas memandang tajam ke arah Jesicca. Emosinya mulai menanjak naik setelah mengetahui gelagat Jesicca yang sebenarnya. Tapi Lucas tak dapat berbuat apa apa. Dia hanya tertegun memandang Jesicca yang dengan berani menyentuh tangan Lucas.


-


-


-


Gais, kenalan dulu yuk sama Orion dan Jesicca.



Orion Sanjaya



Clara Jesicca