
"sudah.." ucap Lucas saat selesai memberikan plester membalut luka di pelipis Narnia. Narnia terdiam memandang wajah mantan suaminya yang sedang membereskan kotak firstaid kit miliknya. Entah mengapa wajah itu nampak begitu teduh saat dipandang lebih dalam.
"kemasi barang barangmu, aku antar kau pulang..", ucap Lucas tegas.
"tapi pekerjaanku masih banyak be--",
"setelah apa yang kau alami tadi memangnya masih bisa bekerja? ayo kemasi barangmu!" ucap Lucas sekali lagi. Narnia lalu mengangguk pelan dan berdiri. Narnia keluar dari ruangan Lucas dan membereskan meja serta barang barangnya.
"sudah?"tanya Lucas saat keluar ruangan.
"hmm"
Lucas nampak melihat jam tangannya yang tertutup jas.
"kita jemput Kanaka dulu.." ucapnya pelan. Narnia hanya mampu mengangguk. Tiba tiba Lucas menggandeng tangan Narnia. Mereka berjalan bersama seolah tidak menghiraukan orang orang yang memperhatikan mereka berdua.
"jangan begini. ini akan menyulitkanmu.", ucap Narnia sembari melepaskan genggaman tangan Lucas. Lucas memperhatikan Narnia.
"apa yang akan menyulitkanku? toh mereka juga tau kita punya hubungan.", ucap Lucas cuek. Saat keluar lift Lucas kembali menggandeng tangan Narnia sampai ke tempat parkir di depan kantor.
"teleponlah Kanaka sebelum jemputannya datang. Minta dia tunggu sebentar.", ucap Lucas sembari menghidupkan mesin mobilnya. Narnia segera mematuhi semua ucapan Lucas.
kenapa dalam sekejap seolah aku terhipnotis begini.. ada apa denganku.. ucap Narnia dalam hati.
"eh . itu Kanaka.. " ucap Narnia sumringah saat melihat anak lelakinya duduk menunggu di dalam sekolah. Narnia dan Lucas berjalan beriringan, melihat Lucas dari kejauhan Kanaka segera berlari dengan senyum lebar di wajahnya. Lucas langsung menggendongnya dan menciumi pipi Kanaka. Hal itu membuat Narnia berkaca kaca.
apa sudah saatnya aku sampaikan rahasia itu padanya..benar kata Evelyn.. Lucas dan Kanaka berhak tau identitas masing masing. ucap Narnia dalam hati.
"eh.. mama.. kenapa dahi mama? kok di plester begitu?" tanya Kanaka saat melihat Narnia.
"tidak apa apa.. mama tadi kurang hati hati jadi dia jatuh, kepalanya tergores. Tapi om sudah obati kok.." ucap Lucas sanbil tersenyum.
"Sudah dicium belum?" tanya Kanaka polos. Mendengar itu Lucas mengernyitkan dahinya.
"ha? dicium?" tanya Lucas. Kanaka mengangguk.
"kalau aku jatuh, setelah mama obatin lukaku trus dia cium biar lukanya cepet sembuh. tadi om udah cium mama belum?" tanya Kanaka. Mendengar itu Lucas tertawa.
"eh.. Kanaka.. ciuman itu kan berlaku cuma untuk Kanaka.." ucap Narnia tampak salah tingkah mendengar ucapan Kanaka.
"yaaah om belum cium.. jadi gimana donk?" ucap Lucas dengan wajah sedih.
"yaa harus dicium biar cepet sembuh.", ucap Kanaka sembari menutup bibirnya. Tanpa banyak bicara Lucas segera mencium kening Narnia yang kala itu ada tepat disampingnya. Narnia terperanjat dan memandang ke arah Lucas.
"Biar cepet sembuh.", bisiknya dengan senyuman nakalnya. Lalu mereka masuk ke mobil bersama.
"hari ini.. karena om dan mama lagi nggak sibuk, om dan mama mau ajak Kanaka main , mau?" tanya Lucas sembari menyetir mobilnya. Mendengar itu Kanaka berteriak girang.Lucas mengendarai mobilnya sampai ke taman bermain, tempat yang sama saat Lucas mengajak Narnia berkencan untuk pertama kalinya.
"kita naik itu yuk mah..", ucap Kanaka saat8 melihat bianglala besar di tengah tengah arena taman.
"waah.. tempat ini sudah berkembang" gumam Lucas sembari berjalan menuju bianglala besar itu. Setelah mengantri tidak begitu lama, akhirnya mereka diperbolehkan masuk. Lucas tampak mengambil ponselnya.
"ayo foto.." ajak Lucas sembari melingkarkan tangannya ke leher Narnia dan mengarahkan kamera depannya pada wajah Narnia. Lucas lalu memilih angel yang pas agar bisa mengabadikan moment beritiga mereka.
***
Tanpa terasa hari sudah berubah larut, Kanaka yang tengah kenyang dengan makanan yang dibelikan oleh Lucas tak terasa telah tertidur di kursi belakang mobil.
"Kanaka.. ayo bangun sudah sampai.. Kanaka.." ucap Narnia mencoba membangunkan Kanaka.
"ssstt .. biar aku gendong dia." ucap Lucas sembari menahan tangan Narnia untuk kembali membangunkan Kanaka. Lucas segera menggendong Kanaka di punggungnya.
"Terimakasih sudah mengajak Kanaka jalan jalan dan membelikan dia banyak buku.." ucap Narnia saat ada di dalam lift. Lucas mengangguk sambil tersenyum . Saat sampai di kamar apartemen Narnia, Lucas meletakkan Kanaka di atas tempat tidurnya dengan perlahan, menghidupkan pendingin ruangan dan menutupi tubuh Kanaka dengan selimutnya. Lucas berjalan perlahan dan menutup pintu kamar Kanaka dengan perlahan.
"ini.. minumlah..", ucap Narnia sembari memberikan segelas teh hangat pada Lucas. Lucas mengambilnya dan meminumnya perlahan. Dia lalu duduk di sofa menyusul Narnia yang sudah lebih dahulu duduk disitu.
"bagaimana lukamu?" tanya Lucas sembari meraba wajah Narnia.
"sudah tidak apa apa.."ucap Narnia sembari menundukkan kepalanya.
Lucas kembali memandang wajah mantan istrinya itu.
"ada apa?" tanya Narnia pelan. Lucas tidak menjawab, hanya menggelengkan kepalanya. Dia terus meraba wajah Narnia, melingkarkan tangannya di leher Narnia dan mencium bibir Narnia dengan lembut.
"aku sungguh merindukanmu..", bisik Lucas. Dia mengendus rambut dan leher Narnia.
"aku belum mandi.."ucap Narnia pelan. Mencoba menghalangi Lucas dengan tangannya.
"aku merindukan wangi tubuhmu, sayang.." bisik Lucas. Lucas kembali memeluk tubuh Narnia dengan erat dan membenamkan kepalanya di pundak Narnia.
"mulai sekarang aku akan selalu melindungimu dan juga Kanaka.. Tidak akan aku biarkan orang lain menyakitimu lagi. termasuk ibuku.." bisik Lucas. Mendengar itu Narnia kembali meneteskan air matanya yang segera dia hapus dengan jemarinya.
"besok ulang tahun Kanaka kan?aku akan datang.. aku tidak akan membiarkan anak itu kecewa. " ucap Lucas.
"apa tidak apa apa? aku merayakan ulang tahun Kanaka dirumah ibu.. akan ada Evelyn dan Anthony juga." ucap Narnia. Lucas tersenyum.
"tidak apa apa.. sekalian menyapa ibu dan juga Evelyn. sudah lama tidak bertemu mereka." ucap Lucas santai. Dia kembali meminum tehnya sampai habis dan beranjak dari tempat duduknya.
"kau.. tidak mau kembali padaku tapi kuciumi begitu diam saja.." goda Lucas. Mendengar itu Narnia tersipu malu dan melayangkan cubitannya ke pinggang Lucas.
"aku akan bilang pada mommy untuk membatalkan pertunangan itu. Aku ingin kembali bersamamu, Narnia.. mengulang oh bukan.. memulai kembali semuanya dari awal. " ucap Lucas. Narnia hanya tersenyum dan tidak berkata apa apa. Dia mengantarkan Lucas sampai kedepan pintu dan kembali Lucas melayangkan ciumannya dibibir Narnia sebelum pergi.
Apa Tuhan benar benar mendengarkan doaku.. Dia mengirim lelaki itu kembali padaku, dia bilang ingin kembali bersamaku.. Aku bahagia mendengarnya, tapi mengapa hatiku justru ragu untuk mengambil langkah..