BROKEN VOW

BROKEN VOW
Episode 16: Menunggu (lagi)


Malam itu EATERY BITE And BREW nampak lebih ramai dari hari biasa. yaa.. jelas saja. Hari ini malam minggu, banyak pasangan yang mengajak pasangannya kencan dan menikmati makan malam romantis. Melihat itu Narnia pun tampak tersenyum tipis. Pikirannya melayang mengingat hari hari bahagianya ysng dilaluinya bersama Lucas.


"Tika.. tolong jagain kasir sebentar yaa.. saya mau ke kamar kecil." bisik Narnia pada Tika rekan kerjanya. Yang langsung menggantikan posisi Narnia di kursi kasir.


Narnia menuju kamar mandi dan pandangannya seketika tertuju pada celana dalamnya yang nampak flek cokelat samar.


"eh.. kok udah bulanan ya? tanggal berapa sih ini?" gumamnya. setelah buang air kecil, Narnia keluar dan menuju pantry.


"cari apa dek?" tanya Evelyn saat melihat Narnia tampak membongkar isi tasnya.


"pembalut mbak.. "ucap Narnia santai. Evelyn tampak pula membuka tasnya.


"mbak adanya ini.. " ucap Evelyn sembari menunjukkan sebuah pantyliner. Narnia tersenyum dan mengambilnya.


"makasih mbak.."ucap Narnia beberapa saat setelah kembali dari kamar mandi dia duduk di kursi kasir. Sesekali Narnia melihat jam tangannya. "masih lama pulangnya..", ucap Narnia dalam hati. Pekerjaan masih terus berlanjut, tamu pun masih banyak yang berdatangan silih berganti. Dan akhirnya panggilan untuk last order pun datang. Seperti biasa setelah para tamu keluar dari Resto rekan rekannya membersihkan resto. Narnia menghitung uang yang ada dihadapannya dan juga nota dan setelah merasa cocok, kembali dia menyerahkan uang itu pada Anthony.


Setelah selesai membersihkan resto akhirnya para karyawan pun pulang. Narnia menunggu Lucas tepat didepan resto.


"tumben belum Dateng.. mungkin dia masih harus anter customer kali ya.." batin Narnia.


"mbak Nia nunggu siapa?" tanya Tika saat hendak menuju motor nya.


"Suami.. " jawab Narnia sambil tersenyum.


"Lucas belum Dateng dek?" tanya Evelyn yang seketika keluar melihat adiknya masih menunggu didepan resto. Narnia hanya menggelengkan kepalanya.


"mbak anter yaa.. tunggu sebentar..", ucap Evelyn.


"enggak usah mbak.. mungkin sebentar lagi. Ak coba telpon Lucas dulu.." ucap Narnia. Evelyn hanya mengangguk dan kembali ke dalam resto untuk bersiap siap pulang. Setelah mengecup mesra bibir Anthony Evelyn kembali keluar menghampiri Narnia.


"gimana?" tanya Evelyn.


"telponnya nggak diangkat mbak.. " ucap Narnia pelan.


"mampir yuk mbak.." ucap Narnia. Evelyn tersenyum.


"lain kali aja, Nia. udah malam. Kasihan ibu dirumah sendirian. " ucap Evelyn sebelum akhirnya mengucapkan salam perpisahan dan melambaikan tangannya sembari melaju pergi. Narnia pulang ke apartemen.. yaa.. kejadian yang begitu langka karena dia pulang sendirian tanpa Lucas. Setelah membersihkan tubuhnya, Narnia kembali melihat jam dindingnya.


"sudah jam 00.30 kok Lucas belum pulang juga." gumam Narnia. Narnia duduk di sofa dan memilih menunggu Lucas disana. Dia lalu menyalakan televisi untuk menemaninya. Tanpa sadar Narnia terlelap. Dia kembali bangun karena terkejut, Narnia kembali memperhatikan sekelilingnya yang masih sepi dan dengan mata sayu kembali memandang ke arah jam dinding.


"03.00 kok Lucas belum pulang juga sih.." ucapnya sembari mengernyitkan dahinya. Dia mencoba menelpon Lucas sekali lagi tapi ponsel Lucas sudah tidak aktif.


"kok ponselnya mati.. tumben.." gumam Narnia. Hatinya mulai cemas karena sama sekali tidak ada kabar apapun dari Lucas. Narnia beranjak dari tempat duduknya dsn membuat segelas susu cokelat panas. Dia kembali memilih acara televisi yang dia sukai sembari menghabiskan susu cokelatnya.


",04.00", jam dinding terus bergerak maju


"sudah subuh.. Lucas.. kamu kemana sih sayang.. " gumam Narnia semakin cemas. Narnia sama sekali tidak kembali tidur saat itu. Dia terus terjaga dan memperhatikan pintu apartemennya. Narnia kembali membuat minuman hangat dan kali ini dia menyeduh cokelat panas instan berpikir hati dsn pikirannya bisa tetap relax dengan sajian cokelat itu. Dia kembali meminum coklat panas itu sembari menonton acara televisi yang sama sekali tidak dia perhatikan. Pikirannya jauh melanglang buana memikirkan Lucas.


"05.00"


Tiba tiba pintu apartemen terbuka. Melihat itu Narnia segera beranjak dari tempat duduknya. Dia begitu bahagia melihat suami tercintanya ada didepan mata. Lucas berhenti sekejap di depan pintu dan terkejut melihat Narnia telah berdiri dihadapannya. Narnia tidak bertanya, marah pun tidak. Dia hanya berdiri dan memandang ke arah Lucas. Lucas segera menghampiri Narnia dan memeluknya dengan erat.


"ibuku dibawa kerumah sakit semalam. karena percobaan bunuh diri. Maaf aku tidak menghubungi mu lebih awal..", ucap Lucas dengan nada tergetar. Lucas terus memeluk tubuh isterinya dan membenamkan kepalanya di pundak sang isteri. Narnia tahu Lucas tengah menangis. Narnia lalu memeluk tubuh kekar suaminya dan mencoba menenangkannya.


"aku menunggumu semalaman..", ucap Narnia lirih. Lucas mengangguk beberapa kali.


"maafkan aku" ucap Lucas pelan. Suaranya nampak lain dan saat Narnia memandangi wajahnya, benar.. Lucas tengah menangis. Narnia menghapus air mata di wajah Lucas.


"aku buatkan teh hangat .." ucap Narnia sembari melepaskan pelukan suaminya. Narnia tidak banyak bicara. Wajah sedih dan pilu Lucas sudah nampak jelas mengisyaratkan kegundahan hatinya.


"ini.." ucap Narnia seraya bersimpuh dihadapan Lucas.


"bagaimana keadaan mamamu?" tanya Narnia pelan. Lucas memandang ke arah isterinya itu yang entah bagaimana ibunya sangat membenci wanita yang dicintainya itu.


",sudah melewati masa kritis. Makanya aku bisa pulang.."ucap Lucas lirih. Dia kembali tertunduk lesu sembari memegangi minumannya. Narnia tidak memberikan komentar apapun, dia hanya diam dan bersimpuh menemani suaminya disana.