BROKEN VOW

BROKEN VOW
Pemakaman dan Perpisahan


Setelah memastikan kematian mantan ayah mertuanya dengan hati yang berduka, Narnia pulang ke rumah pagi itu dengan menggunakan taxi online. Didalam Taxi Narnia kembali menghapus air matanya yang entah kenapa tak bisa berhenti mengalir. Dia memalingkan pandangannya keluar untuk melihat pemandangan dalam perjalanannya tapi entah kenapa hanya kenangan wajah Tuan Edylah yang muncul disana dan membuatnya kembali terisak.


Saat sampai dirumahnya Narnia membuka perlahan pintu rumahnya, berjalan dengan lemas hingga bertemu dengan Nyonya Lisa yang sedang menyiapkan sarapan.


"Narnia ka-", belum Nyonya Lisa selesai menyampaikan maksud dari pembicaraannya, Narnia segera memeluk tubuh ibunya itu dan kembali menangis.


"Narnia, kau kenapa?" tanya Nyonya Lisa sembari mengernyitkan dahinya.


"Tuan Edy.. berpulang.." ucap Narnia lirih. Mendengar itu Nyonya Lisa terkejut, matanya membulat dengan sempurna dan perlahan ia tutupkan sembari mengenang segala kebaikan yang pernah ia dan anaknya terima dari dokter itu. Air matanya pun mengalir tipis dipipinya.


"Nanti kita melayat yaa.. Kita ajak Kanaka juga.. " ucap Nyonya Lisa sembari menenangkan putrinya itu. Saat Kanaka terbangun lagi itu, Narnia segera memberitahunya berita duka itu. Dan karenanya tangisnya tak terbendung lagi. Pasalnya, Kanaka sangat dekat dengan Opanya itu. Banyak hal yang dia dapatkan dari Tuan Edy selama ini, karena Tuan Edy tidak pernah membiarkan Kanaka merasa kekurangan cinta dari seorang ayah. Dia rela menggantikan posisi Lucas selama Lucas masih ada di luar negeri dan merencanakan untuk mempersatukan kembali Lucas dengan keluarga kecilnya.


****


Dirumah duka.


Para pelayat datang silih berganti dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak orang terkejut atas kepergian Tuan Edy. Tampak Nyonya Rossy dan Lucas berdiri disamping peti jenazah Tuan Edy. Nyonya Rossy nampak lemas, wajahnya begitu sedih dan penuh penyesalan. Dia selalu memandangi wajah suaminya yang telah terbujur kaku didalam peti kayu itu. Tangisnya tak pernah surut ketika para pelayat mengucapkan bela sungkawa padanya.


Narnia, Nyonya Lisa dan Kanaka dengan wajah berduka berjalan melewati para pelayat yang tak henti memperhatikan kedatangan mereka. Seolah semua menjadi sunyi dan bungkam saat melihat Narnia dan keluarganya memasuki rumah duka. Melihat peti jenazah Tuan Edy, Kanaka segera berlari mendekat dan menangis disampingnya.


"Opaa.." teriaknya histeris. Lucas segera meraih anak lelakinya itu dan mendekap erat tubuhnya sembari menenangkan Kanaka. Narnia dan Nyonya Lisa berjalan mendekati Nyonya Rossy yang tengah duduk disebuah bangku tak jauh dari peti itu.


"Aku turut berduka atas meninggalnya Tuan Edy. Jujur saja banyak yang sudah ia lakukan untuk keluarga kami, terutama Narnia dan Kanaka. Memang berat rasanya menghadapi kenyataan orang yang paling kita cintai sudah pergi untuk selamanya, tapi aku yakin kau akan kuat. ", ucap Nyonya Lisa sembari menggengam tangan Nyonya Rossy. Dengan wajah pucatnya dia menundukkan kepalanya.


"Terimakasih..", ucap Nyonya Rossy lirih. Narnia juga menjabat tangan mantan ibu mertuanya itu. Lucas memperhatikan setiap moment Narnia disana sembari menggendong Kanaka. Narnia hanya menundukkan kepalanya tanpa berbicara sepatah katapun.


"Terimakasih.." ucap Nyonya Rossy dengan derai air mata. Narnia hanya mengangguk sembari tersenyum dan berjalan lurus menuju Lucas dan Kanaka.


"Kanaka.. ayo kita pulang.", ajak Narnia pada Kanaka yang masih memeluk Lucas erat.


"Sebentar lagi saatnya pemakaman. Kau tinggallah sejenak sampai semua prosesi usai. Bagaimanapun ayahku sangst menyayangimu dan juga Kanaka." ucap Lucas lirih. Mendengar itu, Narnia menatap Nyonya Lisa sejenak hendak meminta pertimbangan dan persetujuannya dan Nyonya Lisa hanya mengangguk. Kanaka kembali turun dari dekapan Lucas dan berjalan menuju tempat duduk yang telah disediakan. Dia melihat ada Jesicca bersama dengan kedua orang tuanya yang tak hentinya memandang ke arah Narnia.


****


Prosesi pemakaman pun usai. Tuan Edy kini telah bersatu kembali dengan bumi yang mendekapnya dalam keabadian.


"Selamat jalan, papa..", ucap Narnia seraya mengusap baru nisan sebelum ia pergi. Lucas tampak masih menggendong Kanaka dia nampak berjalan bersama dengan para tamu yang lain yang masih memberikannya ucapan bela sungkawa.


"Mom..Aku perkenalkan.. dia Kanaka..", ucap Lucas saat langkahnya tiba pada tujuannya yaitu Nyonya Rossy. Dengan mata sembab dan sedikit bengkak Nyonya Rossy memandang Kanaka. Dan diluar dugaan ia membelai Kanaka dengan penuh cinta dan tampak senyum tulus menghiasi wajahnya yang pucat tanpa make up itu.


"Kau persis seperti Lucas.." ucap Nyonya Rossy. Mendengar itu Kanaka lalu menoleh pada Lucas yang ada disampingnya. Narnia yang mengikuti mereka dari belakang pun segera meraih tangan Kanaka.


"Lebih baik kami pulang sekarang."ucap Narnia. Lucas tertegun melihat Narnia dan tak ada yang dapat dia lakukan selain mengangguk.


"Terimakasih.." ucap Lucas. Mata Lucas hanya tertuju pada satu titik yaitu mata Narnia.


"Aku pergi." ucap Narnia sembari melangkahkan kakinya menjauh dari Lucas. Lucas memandangnya, matanya kembali berkaca kaca, ingin dia menarik tangan wanita itu tapi ia urungkan niatnya karena perjanjian yang telah ia lakukan dengan Narnia. Mungkin inilah saatnya benar benar harus berpisah dengan Narnia dan juga Kanaka, dua insan yang paling ia cintai.