
Adalah Narnia Larasati, wanita yang selalu mencuri perhatian dilingkungan kerjanya. Gadis lajang berperawakan tinggi dan berwajah lumayan enak dipandang ini nampak rapih dengan blezer dan rok mini. Rambut panjangnya dicepol rapi keatas hingga terlihat lehernya yang panjang.
"penghargaan sebagai pegawai terbaik jatuh pada Narnia Larasati", ucap Mas Theo yang menjadi BSM (branch service manager) di bank tempat Narnia bekerja. Entah sudah berapa kali Narnia mendapat predikat Best employe ini. Dengan selempang yang diberikan, Narnia berdiri di depan pintu masuk Bank dan membantu melayani para nasabah yang datang.
"lebih lelah ha?" bisik Kak Theo dari belakang Narnia. Seketika dia menoleh dan tersenyum. Bekerja di bank baginya sangat menyenangkan, dia bisa bertemu dengan banyak orang dan teman teman yang selalu renyah dalam menghadapi hari hari mereka. Setelah akhir hari, Narnia kembali ke lokernya, dia melepas cepolnya dan tampak terurai indah rambut panjangnya.
"pulang Naik apa Nia?", tanya Mitha teman kerjanya.
"Biasa.. Ojol.." jawab Narnia sambil tersenyum. Setelah mengambil barang barangnya dari dalam loker, Narnia berjalan dengan membawa ponsel ditangannya. Dia memesan Ojek Online.
"Narnia.. ayoo naik.. aku antar pulang.." ucap Kak Theo mengagetkan Narnia saat mobilnya berjalan lambat disebelah Narnia.
"maaf, kak.. Narnia udah pesen Ojol..lain kali boleh deh.." jawab Narnia sambil tersenyum. Mendengar itu Kak Theo pun mengangguk dan melemparkan senyum tipis di bibirnya sebelum akhirnya melaju pergi. Perjalanan Narnia terhenti didepan Kantor. Dis berdiri di pinggir jalan dan melihat map di ponselnya mengontrol Ojol yang belum juga datang.
"hmm.. sudah hampir..", gumamnya sambil memandangi ponselnya. Tiba tiba sebuah motor matic berhenti tepat dihadapannya.
"Kak Narnia?" terdengar suara seorang lelaki dari balik helm full face dan masker yang menutupi mulut dan hidungnya.
"ha..iya" jawab Narnia kaget karena sedari tadi sibuk dengan ponselnya. Driver itu lalu memberikan helm pada Narnia.
"terimakasih.."
Narnia pun membonceng miring dibelakang dan dengan santai melingkarkan tangannya ke pinggang driver itu.
"sudah siap kak?" tanya driver itu memastikan bahwa penumpangnya telah siap untuk melaju.
"sudah.." jawab Narnia.
"bahagia banget mbak?" tanya Driver itu spontan. Mendengar itu Narnia terkejut karena merasa diperhatikan secara diam diam oleh driver. Lalu dia memanyunkan bibirnya dan bergumam kesal.
Tak lama perjalanan pun berakhir di depan rumah sederhana yang terletak didalam perumahan. Narnia lalu turun dan memberikan helmnya pada sang driver.
"saya udah bayar pakai OCast yaa.." ucap Narnia jutek. Entah mengapa si tukang ojek malah membuka helm dan maskernya. Wajah kusam dan letihnya terlihat jelas tapi aura kegantengannya lebih jelas terpancar.
"maaf mbak kalau saya tadi lancang menyapa yang membuat mbak tidak berkenan.. mohon tetap beri bintang lima ya mbak.." ucapnya dengan suara maskulin. Pandangan Narnia tak bergeming dari wajah tukang Ojol itu.
"loh.. kok mas nya minta maaf sih? memang saya marah?" tanya Narnia bingung.
"kalau mbak ga marah yaa ga apa apa.. hanya takut kalau mbak tersinggung. Karena sebenarnya ini akun teman saya. Saya cuma bantu dia karena dia sedang dirawat dirumah sakit. Jadi jangan sampai performanya jelek gara gara saya.." ucap Driver itu sambil tersenyum. Senyumnya merekah sempurna dibibirnya. Narnia pun tersenyum dan tak henti memandangi makhluk sempurna di hadapannya.
"oke mas.. saya masuk dulu. Terimakasih sudah diantar.." ucap Narnia. Lalu dia masuk ke dalam rumahnya. Narnia berhenti didepan pagar yang tertutup fiber hitam itu dan mencoba mengintip dari sela selanya saat Driver itu kembali menghidupkan mesin motornya.
"Narnia! ngapain disitu malem malem? ngintipin apa??" teriak Bapak dari dalam rumah mengejutkan Narnia. Dia sempat melihat driver ojolnya masih ada didepan pintu pagar rumahnya.
"sssttt . iiiihh.. bapak ni!" ucap Narnia kesal yang kemudian menggandeng sang ayah masuk kembali ke dalam rumah.
"habisnya kamu ngapain ngintipin orang disitu??ngintip apa??" goda Bapak sambil tertawa. Narnia memasang wajah kesal dan duduk disofa dekat Ibu dan Kakaknya.
"pasti tukang Ojol nya ganteng kan?" tebak jitu Evelyn. mendengar itu Narnia tertkekeh sambil mengangguk pasti.
"banget kak.. tapi siapa namanya ya.. disini namanya Martin. tapi tadi dia bilang ini akun temannya yang dirawat di rumah sakit. haaah udah ga bakal ketemu lagi ini.." ucap Narnia merasa kecewa.