What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 6


Taehyung berdiri di balkon apartemen mewah nya, dengan secangkir kopi di tangan kanan nya dan tangan kiri di masuk kan ke dalam saku celana.


Hari ini, hari libur,jadi ia menghabis kan sepanjang hari dengan bersantai di apartemen nya.


sebenar nya tadi pagi Hyunia mengajak ia berjalan jalan, tentu saja Taehyung setuju. mereka berdua sudah sangat lama tidak menghabis kan waktu bersama, namun karena ia berniat sleephead di apartemen, jadi nanti malam mereka akan berjalan jalan.


Kim Hyunia berprofesi sebagai seorang dokter, ia di tugas kan di Rumah Sakit Swasta di Jepang.


Mereka sudah berpacaran sejak Hyunia masih kuliah, dan masih berjalan lancar hingga sekarang.


Taehyung menyesap kopi sambil memandangi padat nya Kota Tokyo, sekarang memasuki musim gugur, daun daun berubah menjadi warna kuning ke orangean.


drtt....drtt...drt..


Incoming video call from My Kim Hyunia


Taehyung mengeser tombol ke hijau, dan menampak kan sesosok manusia yang amat sangat ia cintai.


"hai, chagi, " Hyunia menyapa tanpa melihat ke layar, seperti nya sedang melakukan sesuatu.


"sedang apa?" Taehyung masih setia memandangi layar dan memperhati kan gadis nya yang sedang sibuk.


"aku sedang memasak, mau kah makan siang di apartemen ku?" tawar Hyunia, ia tampak mengaduk aduk sesuatu, sesekali menoleh ke layar hp nya.


"dengan senang hati" Taehyung tersenyum kecil melihat Hyuni dengan rambut berantakan dan apron hitam melilit di pinggang.


"kau memasak apa?" tanya Taehyung penasaran.


"hm, aku kurang pandai menyebut nama nya, sangat sulit, tapi aku belajar masakan dari negara nenek ku, Indonesia." Hyunia menghenti kan kegiatan nya,dan menatap fokus ke layar.


"wah, masakan apa itu? aku seperti nya belum pernah memakan nya" Taehyung kembali meminum pelan kopi nya.


"ya, aku saja belum pernah memakan nya, dan ini kali pertama aku membuat nya, "


tak..tak..tak..


terdengar suara seseorang tengah memotong sesuatu, siapa lagi pelaku nya jika bukan Hyunia.


"ah, aku ingin sekali membantu" Taehyung masuk ke dalam kamar nya dan duduk di sofa empuk


"ya ya, membantu melihat yang ada, " ujar Hyunia sarkas.


"kenapa bisa begitu, aku benar benar ingin membantu"


"aku tidak akan mengijin kan nya, terakhir kali kau membantu, panci ku tidak bisa di guna kan lagi, akibat sayur gosong mu" Hyunia memasuk kan beberapa potong Nangka ke dalam wajan.


"oh, ayo lah, waktu itu kau yang membuat ku meninggal kan masakan ku" Taehyung memiring kan kepala nya sedikit ke kanan.


"benar kah, aku tidak mengingat nya" Hyunia mengaduk aduk isi wajan agar semua bumbu tercampur rata.


"oh begitu kah? perlu kah aku ke sana sekarang dan membantu mu mengingat nya?" goda Taehyung.


"hahahahah...." tawa renyah milik Hyunia memberi efek tersendiri bagi Taehyung.


"Tae, jika kau tidak bisa memasak jujur saja, hahah" Hyunia berucap di sela tawa nya.


Taehyung memaling kan wajah nya malas, gadis ini kadang kadang sangat menyebal kan.


"aigoo, lihat lah Tae kita ini, hahah" Hyunia masih setia dengan candaan nya menggoda Taehyung


"haish, sudah lah. ngomong ngomong di mana kau mendapat kan bahan masakan itu di sini? " Taehyung mulai jengah dengan perkataan Hyunia, jadi ia berusaha mengalih kan nya.


"oh ini, aku membeli nya di toko khusus yang menjual bahan bahan masakan ala Indonesia, walau tidak lengkap tapi ku rasa cukup" Hyunia menutup wajan dengan tutup khusus yang terbuat dari kaca anti panas,


"kenapa tidak bilang dulu, kan aku bisa mengantar mu"


"ani, aku awal nya hanya jalan jalan mencari angin segar, tiba tiba nenek ku mengirim foto makanan yang ia masak, jadi aku ingin mencoba nya" Hyunia kembali sibuk menumbuk sesuatu.


"itu apa lagi?" jujur Taehyung cukup penasaran dengan masakan yang di maksud kekasih nya itu.


"ini, hm, nama nya kalau tidak salah sambal terasi" Hyunia berhenti sejenak, dan menoleh ke layar hp nya.


"mwo? sambal terasi? apa itu?" Taehyung mengerut kan dahi nya


"hahha, sudah ku bilang kau belum pernah memakan semua masakan yang ku masak sekarang"


"nee, aku memang tidak tahu, jadi kemungkinan aku akan menikah dengan orang indonesia" senyum miring jelas tergambar di wajah Taehyung kala Hyunia menatap layar hp nya tajam.


"hahah, ani, menikahi mu tentu nya, bukan kah kau adalah keturunan orang Indonesia bukan" Taehyung cukup ngeri melihat tatapan membunuh Hyunia.


"lagi pula aku tidak mungkin meninggal kan mu, jadi jangan marah. ah aku ke sana sekarang nee" Taehyung memati kan video call mereka, jika begini maka harus di bujuk langsung.