What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 18


Taehyung hari ini harus terbang ke Korea Selatan, semalam Namjoon menelpon agar segera ke Korea selatan pagi ini, dan dengan tergesa gesa ia memboking tiket pesawat dengan jadwal penerbangan pagi.


Hyunia sudah menggerutu sedari tadi, hari ini adalah hari libur nya, sebenar nya ia ingin sekali melepas penat nya dengan menonton drama korea favorit nya, tapi belum juga niat nya tersampai kan, Taehyung sudah menelpon nya semalam dan bilang bahwa Hyunia harus membantu ia mempacking barang barang nya, Taehyung sudah biasa jika kemana kemana Hyunia harus terlibat, karena Hyunia lah yang akan mengurus barang bawaan nya.


"benar benar pria Kim menyebal kan, dasar" Gerutu Hyunia sedang Taehyung berada di kamar mandi, membersih kan diri.


Hyunia melipat beberapa potong pakaian dan memasuk kan nya ke dalam koper berwarna silver.


setelah selesai, Hyunia beranjak menuju dapur dan membuat kan Taehyung sarapan.


Sedang kan Taehyung, ia baru saja selesai berpakaian dan menghampiri Hyunia.


"masak apa?" tanya Taehyung, ia bersyukur karena Hyunia gemar sekali memasak, jadi ia tak perlu khawatir dengan kelaparan.


"sarapan untuk mu, " sahut Hyunia, ia masih berkutat dengan bumbu dapur.


"tidak perlu repot repot, aku bisa memesan makanan di pesawat nanti" kata Taehyung,


"kenapa tidak? lagi pula aku tidak akan mengijin kan mu makan di sana, makanan mereka belum tentu higienis seperti masakan ku, ya walau pun tak seenak punya mereka" Hyunia memotong daun daunan dan meletak nya di dalam wadah kecil


"siapa bilang tidak enak, menurut ku masakan mu adalah makanan terenak yang pernah ku makan" perkataan Taehyung membuat Hyunia merona sesaat,


"yak, paboya, sana kau menganggu ku saja" usir Hyunia membuat kekehan pelan meluncur dari mulut Taehyung.


*****************


flashback


*aku memasuki halaman rumah besar, dan memanggil seseorang.


"MIN SUN-AH, " teriak ku, tak lama kemudian seorang gadis muncul dengan senyum manis di wajah nya.


"ada apa?" tanya nya pada ku


"aku merindu kan mu" sahut ku, dapat ku lihat ia menyembunyi kan senyum nya


"ya, jangan menggoda ku," ucap Nya malu malu.


"Sun-ah, aku ingin mengajak mu belajar bersama, mau kah?" tanya ku


"nee, tentu saja, bagaimana jika kita belajar di tepi pantai, ada sebuah tempat indah yang baru saja aku temu kan kemarin" ajak nya.


aku mengangguk, dia masuk ke rumah nya dan mengambil beberapa buku, kemudian kami pergi menuju tempat yang ia kata kan.


waktu terus bergulir dan tak terasa hari sudah beranjak senja, kami berdua menikmati matahari yang perlahan lahan bersembunyi.


"Sun-ah, bagaimana jika berpisah nanti nya?" tanya ku,


"aku tidak mau berpisah dengan mu, jadi jangan bertanya begitu" sahut nya


" kau akan tetap bersama ku bukan?" tanya nya


"tentu saja" Jawab ku,


dia menyandar kan kepala nya di bahu ku,


"aku benar benar takut jika harus berpisah dengan mu" ujar nya lagi.


aku diam


"membayang kan saja membuat ku takut, berpisah dari mu bagai mimpi buruk untuk ku, aku bahkan takut hanya untuk sekedar memejam kan mata ku, aku bahkan akan setia terjaga agar tidak ada mimpi buruk itu menyapa malam ku" ujar nya


aku mengelus surai panjang nya.


"aku tidak peduli dengan apapun yang ada pada mu dan aku, jika kita memang berbeda itu tidak ada salah nya" lanjut nya.


"nee, aku akan selalu bersama mu" ujar ku*.