
aku melangkah kan kaki ku lebar menuju ruangan ku, aku merogoh saku jaz ku dan mengambil benda pipih nan serba bisa.
"Jaehyun, apa semua nya berjalan lancar?" aku menduduk kan diri di kursi putar ku.
"..."
"siapa nama nya?" aku memutar mutar pulpen di sela sela jari ku
"..."
"oh ya, tentang MinCorp apakah mereka tetap akan melanjut kan kerja sama?"
"..."
"baiklah, jika mereka tidak bersedia biar kan, asal tidak merugi kan perusahaan ku," aku mengangguk angguk mendengar penjelasan Jaehyun.
"..."
"oke, lalu karyawan yang ku suruh pecat tempo hari, apakah ia sudah menemu kan kerjaan baru?"
"..."
"good, suruh temui aku besok. ah dan apakah sudah ada karyawan pengganti?"
"..."
"dia bisa berbahasa inggris kan? kau tahu ia nanti nya akan sering ku ajak ke luar negeri"
"..."
"baik lah. apa selama aku ke Los Angeles semua nya berjalan lancar Jae?"
"..."
"apa? bagaimana bisa?"
"..."
"urus tikus tikus itu secepat nya, aku tidak ingin kantor ku di penuhi makhluk tak berakhlak"
"..."
"kau memang bisa di andal kan"
"..."
"haish, kenapa banyak sekali"
"..."
"harus kah?"
"..."
"baiklah, atur pertemuan ku 2 hari dari sekarang,"
"..."
"oh ayo lah. aku bukan orang orang seperti itu"
"..."
"rumor tidak bermutu"
"..."
"heh, jadi itu mau nya," aku tersenyum miring kali ini.
"..."
"shit, konfirmasi kan bahwa itu tidak benar"
"..."
"bagus, segera hubungi orang yang kau pecat itu dan suruh temui aku besok,"
"..."
"aku akan memberitahu mu"
"..."
"hm, ah ya, karyawan baru itu juga suruh menemui ku setelah aku selesai dengan urusan ku"
"..."
aku menutup sambungan dan beranjak dari kursi putar ku.
Aku Kim Namjoon, CEO perusahaan IT terbaik di Korea Selatan, aku mulai memulai bisnis ku saat masih di bangku kuliah, saat itu aku membuat sebuah game, dan game tersebut sangat di minati di Korea Selatan, setelah itu aku menyewa sebuah gedung dan menjadi kan nya sebagai kantor ku, aku mengembang kan game ku di bantu teman baik ku, Jung Jaehyun dan adik sepupu ku Kim Taehyung sebagai pemodal awal.
kami bertiga berinvetasi pada suatu perusahaan IT yang cukup terkenal saat itu. tak mudah mendapat kan posisi seperti sekarang ini, perlu kerja keras yang benar benar extra.
di tolak, di hina, di caci, di ejek, di puji, di dukung adalah bumbu yang sangat nikmat selama perjalanan bisnis kami.
semua nya berlangsung sekitar setahun lebih hingga kami bisa membangun perusahaan sendiri dan sekarang menjadi menjadi salah satu perusahaan IT terbaik di Korea Selatan, bahkan kami sudah membuka kantor cabang di berbagai negara.
Aku dan Jaehyun mengelola di kantor pusat kami, yaitu di Seoul, sedang kan Taehyung ia berada di kantor cabang di Jepang, alasan nya karena harus mendampingi kekasih nya yang di tugas kan di sana pula, Kim Hyunia.
kami bertiga memberi nama perusahaan kami
*****************
Jaehyun baru selesai membersih kan diri, ia hendak menemui kekasih nya, Choi Hanah.
drrtt...drtt...drtt...
ponsel nya berdering ia mengelap rambut basah nya dengan handuk putih yang sebelum nya tersampir di bahu lebar nya.
"Jaehyun, apa semua nya berjalan lancar?"
Jaehyun memutar bola mata nya, pria ini masih sama, tidak berubah sama sekali.
"ya semua nya berjalan lancar, aku juga sudah menerima karyawan baru"
"siapa nama nya?"
"Park Wery" Jaehyun mengosok gosok kan handuk di kepala nya.
"oh ya, tentang MinCorp apakah mereka tetap akan melanjut kan kerja sama?"
"ah mereka belum memutus kan kembali, namun aku memberi waktu 3 hari untuk mereka"
"baiklah, jika mereka tidak bersedia biar kan, asal tidak merugi kan perusahaan ku,"
"baik lah"
"oke, lalu karyawan yang ku suruh pecat tempo hari, apakah ia sudah menemu kan kerjaan baru?"
"kami masih memantau nya, dia belum mendapat kan kerjaan hingga sekarang"
"good, suruh temui aku besok. ah dan apakah sudah ada karyawan pengganti?"
"sudah, itu lah yang ku wawancara hari ini"
"dia bisa berbahasa inggris kan? kau tahu ia nanti nya akan sering ku ajak ke luar negeri"
"kau jangan meragu kan nya, ku jamin kau tak akan menyesal"
"baik lah. apa selama aku ke Los Angeles semua nya berjalan lancar Jae?"
"semua nya lancar, namun kita masih saja menemukan tikus busuk di lingkungan kantor kantor cabang di China."
"apa? bagaimana bisa?"
"mereka menggelap kan uang, walau pun tidak terlalu besar jumlah nya, namun mereka mulai tak jujur, kita harus mempercaya kan seseorang yang cukup dekat dengan kita sebagai direktur"
"urus tikus tikus itu secepat nya, aku tidak ingin kantor ku di penuhi makhluk tak berakhlak"
"kau tak usah memikir kan hal itu, aku sudah mengatasi nya, "
"kau memang bisa di andal kan"
"ya, minggu ini dan minggu depan kau banyak jadwal pertemuan dengan klien, walaupun ada yang tak terlalu penting"
"haish, kenapa banyak sekali"
"ya, salah satu produsen film ingin mengajak kita berkerja sama, jadi mau tidak mau kita harus segera melakukan meeting dengan mereka"
"harus kah?"
"ya, sebenar nya aku juga tidak ingin, mengingat padat sekali, aku sampai tidak sempat menghabis kan waktu bersama kekasih ku, tapi kita akan mendapat kan banyak keuntungan jika melakukan kerja sama ini"
"baiklah, atur pertemuan ku 2 hari dari sekarang,"
" baik lah, ah ya, aku mendengar beberapa rumor miring tentang mu, dan parah nya mereka mengatakan kau Ekhem, Homo" Jaehyun mengecil kan suaranya saat menyebut Homo.
"oh ayo lah. aku bukan orang orang seperti itu"
"ya ku tahu, "
"rumor tidak bermutu"
"dia menyebar kan bahwa kau tidak mau bercinta dengan nya, jadi ia mengklaim mu Homo"
"heh, jadi itu mau nya," oke, Jaehyun tahu apa yang ada di otak Namjoon kali ini.
"semua orang membicarakan itu sekarang, aku tahu kau bukan orang yang peduli dengan hal hal seperti itu, namun ini akan merusak reputasi mu"
"shit, konfirmasi kan bahwa itu tidak benar"
"baik lah, untung nya sudah aku konfirmasi setelah mendengar kabar itu"
"bagus, segera hubungi orang yang kau pecat itu dan suruh temui aku besok,"
"baik, jam berapa kira kira?"
"aku akan memberitahu mu"
"baik lah, hubungi aku besok saat kau sempat"
"hm, ah ya, karyawan baru itu juga suruh menemui ku setelah aku selesai dengan urusan ku"
"baik lah baik lah, mati kan sambungan nya, aku ingin bersiap siap sekarang"
tut...tut...tut
Sambungan telepon di mati kan, Jaehyun meletak kan HP nya di nakas dan melanjut ka. kegiatan yang sempat tertunda.