What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 13


"Wanita yang bernama Whein itu sangat


keras kepala ya" Wery memilin pasta dan memasuk kan ke dalam mulut nya.


"kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya Hanah, ia memasuk kan potongan potongan apel ke mulut nya.


mereka berdua sekarang berada di kantin perusahaan NEW IN yang lebih mirip sebuah cafe modern, ada live musik nya juga.


"hm, kau tahu, ia seperti nya mengejar cinta si CEO sombong itu" Wery memilin kembali pasta nya, mengaduk aduk pelan.


"hm, kalau sudah cinta ya mau bagaimana lagi, maka nya ku saran kan kau mencari kekasih, lagi pula umur mu sudah sangat bisa untuk memulai sebuah hubungan." Hanah menusuk satu potongan apel dan menumpuk nya dengan potongan buah lain.


"aku tidak memikir kan sebuah hubungan untuk saat ini" Wery menyeruput pasta nya.


"jika misal kan aku berada di posisi Whein, aku tidak akan mau mengejar ngejar Sajangnim, dia itu cantik bahkan nyaris sempurna secara fisik,kenapa malah menjadi begitu menyedih kan seperti itu, hanya gara gara satu pria" Wery mencibir, ya bisa di akui Wery sedikit bermulut pedas.


"ya, ku rasa perkataan mu ada benar nya juga, Sajangnim bahkan tidak melirik nya sama sekali" Hanah menimpali.


memang jika kita berkumpul bersama sahabat, bergosip adalah hal yang mutlak di lakukan :)


"nee, kenapa ia tidak dengan orang lain saja, cantik kok menyia nyia kan diri begitu, menghabis kan waktu secara cuma cuma saja" Wery berujar dengan enteng nya,


"nee majjayo," Hanah mengambil beberapa stik kentang dan mencolek nya dengan saus tomat.


"lagi pula, Sajangnim tidak akan mengenal wajah nya itu, lebih baik menikah dengan orang normal saja" Ucap Wery.


"yak, Hanah-ya, aku sebenar nya penasaran dengan penyakit yang di derita Sajangnim, kemarin aku mencari nya, namun tidak ketemu" lanjut Wery


"mm, dulu Jaehyun pernah bercerita pada ku tentang penyakit yang di derita Sajangnim, kalau tidak salah nama nya Prosopagnosia. penyakit ini adalah penyakit yang membuat seseorang sangat sulit mengenali wajah orang lain, bahkan ia tidak akan mengenali wajah diri nya sendiri apa bila penyakit ini memasuki tingkat yang lebih serius" jelas Hanah,


"memang nya penyakit ini di sebab kan karena apa?" tanya Wery, selangkah sudah ia ketahui.


"penyakit ini di sebab kan karena kerusakan otak akut, tapi bisa jadi juga karena faktor keturunan"sahut Hanah


"jadi Sajangnim begitu karena faktor genetik?" tanya Wery lagi


"jadi dia bisa sembuh?" Wery benar benar ingin tahu sekali, entah lah dia merasa tertantang dengan ini.


"kecil kemungkinan, itu sebab nya setiap kita bertemu dengan Sajangnim kita harus menyebut kan nama, dan tak sedikit karyawan di sini membuat ciri khas diri mereka agar mudah di kenali oleh Sajangnim walau pun Sajangnim tak mengenali wajah mereka."Hanah kembali memasuk kan potongan buah ke mulut nya.


"lalu, Jaehyun daepyonim dan sepupu nya, bagaimana ia bisa mengenali mereka tanpa mereka harus menyebut nama mereka?"


"hehe, Jaehyun dan Taehyung memiliki gaya rambut yang mudah di kenali oleh Sajangnim" sahut Hanah


Wery mengangguk angguk kan kepala nya,


"Hanah-ya, ketika aku bersama Whein, ia seperti nya nemiliki ciri khas nya sendiri, seperti rambut pendek sebahu nya yang selalu ia selip kan di belakang telinga sebelah kanan, tapi kenapa Sajangnim selalu meminta ia menyebut kan nama nya setiap kali Whein menghadap Sajangnim?" tanya Wery,


"mungkin tak hanya Whein yang memilki ciri khas begitu di sini" sahut Hanah,


"tapi, warna rambut nya juga cukup mencolok dan ah ya, lipstik nya selalu penuh dan sedikit tebal, menurut ku itu adalah ciri khas dari nya agar Sajangnim bisa membeda kan nya." ujar Wery.


"bisa jadi karena Sajangnim tidak menyukai Whein oleh karena itu ia berpura pura tak bisa membeda kan Whein" ujar Hanah


"benar benar menyakit kan, aku berharap tidak akan pernah terlibat jauh dengan Sajangnim" Ujar Wery, mereka melanjut kan makan siang nya sebelum jam makan siang benar benar habis.


**************


"bagaimana hyung?" tanya Namjoon


"seperti nya ini akan sulit Namjoon-ah, tapi aku akan usaha kan sebaik mungkin" pria itu berujar seraya membuka lembaran lembaran kertas yang di dalam nya terdapat gambar gambar aneh


"ya, Jin hyung aku mengerti" ujar Namjoon


"aku hanya bisa membantu sedikit Namjoon, semua nya bergantung pada mu, jika kau memang berniat untuk sembuh, kau mengerti bukan kemana arah pembicaraan ku" bukan pertanyaan melain pernyataan yang Namjoon dengar.


"nee hyung, tapi sampai sekarang aku masih belum bisa melupa kan nya" sahut Namjoon, pikiran nya berkecamuk. entah lah, ia sendiri bingung.