What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 43


dua minggu


tiga minggu


satu bulan.


tak terasa waktu berlalu dengan begitu cepatnya, sekarang sudah genap sebulan Wery berkerja diperusahaan IT terkenal tersebut.


dalam sebulan sudah banyak hal yang terjadi begitu saja. Wery sudah banyak mengenal orang orang terdekat Namjoon, seperti Kim Hyunia. Wery dan Hyunia bertemu seminggu yang lalu saat Hyunia dan Taehyung cuti dan menyempatkan diri ke Korea, dan juga hubungan Whein dan Namjoon.


mereka sudah resmi berpacaran dua minggu yang lalu, sebagai pihak yang tersakiti, Wery tak bisa melakukan apapun, salah ia juga menaruh rasa pada Namjoon yang jelas jelas pria itu tak kan meliriknya barang sebentar.


siang ini, Wery dan Namjoon akan melakukan penerbangan ke Paris, karena ada beberapa klien, Wery memasukkan beberapa potong baju kedalam koper hitamnya.


tling...


ada sesuatu yang terjatuh kala ia mengibas ngibaskan baju nya, Wery menundukkan tubuhnya dan memungut benda tersebut.


kalung lumba-lumba pemberian Namjoon kala mereka ke Daegu sebulan lalu.


Wery tersenyum masam, ia beranjak menuju cermin dan memasang kembali kalung tersebut pada lehernya.


Wery seperti tersadar akan sesuatu.


"ah ya, aku harus menceritakan ini pada eonnie" Wery segera menutup kopernya dan bergegas keluar.ia melihat arlojinya, jam 10.45, masih ada waktu satu jam hingga pesawat take off, Wery segera naik ke bus tujuannya.


**********


"Min Sun eonnie, jika suatu hari nanti aku bertemu dengan pria Kim ini apa aku harus bercerita tentang mu?" tanya seorang gadis


"andwe Wery-ah, eonnie tak ingin menyakiti perasaannya" sahut Min Sun


"tapi, jika tidak diberitahu ia juga akan marah" ujar Wery,"lagi pula aku pindah SMA ke Seoul, bukankah Eonni bilang ia akan kuliah di Seoul? jadi aku berusaha mencarinya dan memberitahu tentang keadaan eonnie sekarang" lanjut Wery.


"andwe," Min Sun menggeleng lemah. ia terbatuk beberapa kali"eonnie akan baik baik saja, jika suatu hari nanti kau bertemu atau melihat nya jangan pernah berbicara sedikit pun tentang Eonnie" jelas Min Sun,


"kenapa? bukankah eonnie mencintai nya? kenapa aku harus menyembunyikan nya?" tanya Wery, ia tak mengerti apa maksud dari MinSun.


"ini semua eonnie lakukan karena eonnie mencintai nya Wery-ah, eonnie hanya akan menjadi penghancur masa depannya, orang tuanya tidak akan pernah setuju bila Namjoon bersama eonnie." jelas Min Sun, ia menarik nafas dalam dalam.


"tapi, dia berhak tahu keadaan eonnie sekarang, ini sudah setahun eonnie,..."Min Sun menempelkan telunjuknya pada bibir Wery


"dia sudah bahagia sekarang, dan eonnie tidak ingin menganggu kebahagiaanya. biar saja, jika pun bertemu, apa yang ia harapkan dari wanita penyakitan seperti eonnie? hidup..."


"jangan bahas itu lagi, aku yakin kau akan sembuh, aku tidak suka kau bicara begitu" lirih Wery, "hiks,...jebal, kau eonnie ku, jangan pergi...hiks" isakan halus dari Wery membuat hati Min Sun trenyuh. adik angkatnya tidak tahu jika Min sun hanya mampu bertahan hingga satu bulan kedepan kata dokter, jikalau pun lebih dari sebulan maka itu adalah keajaiban Tuhan.


"Wery-ah, jangan menangis nee, eonnie tidak kemana mana, eonnie akan tetap di sini." Min Sun merengkuh Wery dalam pelukannya.


"eonnie tidak akan pergi, eonnie akan tetap bersama mu" ujar Min Sun.


apakah ia baru saja berbohong lagi?


Min Sun sekarang benar benar merasa bahwa ia adalah orang terjahat


"jika kau bertemu dengannya buat lah ia mencintaimu agar eonnie senang"


************


Wery meletakkan lili putih pada kuburan didepannya. di nisan kuburan tersebut jelas terpampang nama seseorang yang sangat ia sayangi.


Park Min Sun.


wanita muda yang meninggal enam tahun lalu karena penyakit Leukemia limfoblastik akut, ia meninggal di salah satu rumah sakit terbaik di Seoul, namun bagaimana pun usaha yang yang diberikan dokter jika Tuhan berkehendak lain semuanya sia sia.


"eonnie apa kabar? maaf jika aku baru menjenguk mu setelah seminggu ini. kabar ku baik baik saja, eonnie tidak perlu bersedih" Wery mengusap pelan nisan yang bertulis timbul tersebut, bulir airmatanya mengalir membasahi pipinya.


"eonnie, minggu lalu aku bertemu dengan Kim Hyunia, ku harap eonnie tak melupakannya. wanita yang merawat eonnie ketika sakit di Seoul, dia sekarang sudah mendapat gelar dokter umum dan berkerja di Jepang, padahal dulu ia masih KOAS, hehe" Wery tertawa hambar.


"eonnie, maaf jika aku baru mengatakan ini, Namjoon sudah memiliki kekasih, kekasihnya cantik dan nyaris sempurna seperti eonnie. Namjoon memang pandai memilih, tapi aku jatuh eonnie, aku menaruh hati padanya." Wery mengelap air matanya kasar.


"aku harus bagaimana eonnie? aku gagal, aku tidak tahu harus bagaimana...hiks, " Wery menenggelamkan wajah nya pada ceruk sikunya.


"apa aku bilang saja jika aku adalah adik angkat mu dan mencintai nya? aku tidak taju eonnie, jawab aku, hiks...eonnie...hiks, jawab...aku hiks" Wery mengigit lengan bajunya menahan isakan nya.


drtt...drtt...drtt


Wery mengambil ponsel dari saku jaketnya, ia berdehem sebentar dan menjawab di si penelpon.


"nee Daepyonim?" tanya Wery, ia mengelap sisa air mata di pipinya.


"Wery-ssi, aku sudah di depan rumah mu, tapi kosong, kau dimana? setengah jam lagi pesawat akan lepas landas" peringat Jaehyun, Wery melihat arlojinya, sudah 30 menit ia berada di sini,


"nee Daepyonim saya tadi mengunjungi makam eonnie ku, saya segera kesana" setelah Wery mengatakan hal tersebut, sambungan diputuskan sepihak membuat Wery menghela nafas berat.