What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 34


Namjoon membasuh wajah nya dan mengelap nya dengan handuk putih yang tersampir di bahu nya. setelah di rasa nya segar, Namjoon keluar dari kamar mandi dan melihat Wery sedang mengendap endap mengambil bantal dan selimut, Namjoon menyandar kan tubuh nya di pintu kamar mandi, gadis itu belum menyadari kehadiran nya rupa nya


"sedang apa?" Ucapan Namjoon membuat Wery tersentak hingga bantal di dekapan nya terjatuh ke lantai.


"Eng,...Sajangnim, ng, itu saya ingin mengambil bantal dan tidur di sofa seperti kemarin malam" Wery membungkuk kan badan sebentar.


"tidur di sini" ujar Namjoon, ia masih menatap pergerakan Wery.


"eh? ani, Sajangnim, bagaimana bisa kita ti-"


"siapa bilang kita? anda sendiri " perkataan Namjoon membuat Wery merah padam, betapa bodoh nya ia sudah berpikiran bahwa mereka berdua akan tidur satu ranjang.


"eng, bukan kah anda sakit Sajangnim, saya tidur di sofa saja, " lirih Wery, ia memungut bantal dan selimut yang jatuh dari dekapan nya,


"tidak ada penolakan, kemari kan" Namjoon menghampiri Wery dan merebut bantal dan selimut dari dekapan Wery


Wery mengerjap ngerjap cepat dan menatap Namjoon heran,


"tidur sana" Perintah Namjoon dan berlalu dari hadapan Wery,


Wery menatap punggung Namjoon yang semakin jauh hingga akhir nya menghilang dari balik pintu.


*****************


Hyunia melempar dan memukul bantal di ranjang nya, ia benar benar kesal dengan Taehyung, bisa bisa nya ia marah begitu. maksuf Hyunia kan baik, Hyunia begitu karena saking khawatir nya pada pria itu, tapi pria itu malah marah marah pula, memang nya salah ia khawatir pada kekasih nya sendiri?


Hyunia kembali mengecek ponsel nya, berharap Taehyung menghubungi nya dan meminta maaf pada nya, tapi hingga sekarang tak ada pesan atau pun panggilan dari pria Kim tersebut.


"yak, tidak merasa bersalah sekali, haish jinjja" gerutu Hyunia,


ia berguling guling di kasur nya hingga menyebab kan sprei indah nya tak berbentuk.


dengan secepat kilat Hyunia meraih ponsel nya, ada rasa senang kala melihat siapa yang menelepon nya, namun image lebih penting sekarang, Hyunia berdehem sebentar dan mengangkat telepon tersebut.


"chagiya, kenapa lama sekali?" Tanya seseorang di sana.


"hm? tidak, " sahut Hyunia, ingat ia masih marah bukan.


"masih marah?" tanya orang itu lagi,


"Taehyung-ssi, kau kira apa?" ketus Hyunia,


"mianhae, aku terlalu lelah tadi maka nya begitu, aku minta maaf nee" ujar Taehyung penuh harap,


"apa kau sudah menyadari kesalahan mu? ka-"


"nee, aku tahu aku salah, tak seharus nya marah marah pada mu, padahal kau hanya tak mau aku kenapa kenapa, seharus nya aku aku meluang kan waktu di sela kesibukan ku sekedar mengirimi mu pesan singkat, aku minta maaf" tutur Taehyung,


"nee, aku juga minta maaf, kau...kau kan sibuk, harus nya aku juga sedikit memahami mu, sebenar nya aku sangat kesal pada mu, kau bahkan sampai mengungkit masalah pekerjaan " ucap Hyunia, ia memain kan ujung sprei kasur nya.


"nee, aku mengaku salah, tak seharus nya begitu, tak harus nya membanding banding kan pekerjaan kita, jangan marah lagi, kau tahu aku sangat tidak bisa begini" sahut Taehyung,


"nee, aku tak akan marah marah lagi jika kau tak membuat ku kesal seperti tadi" ucap Hyunia, ia mengerucut kan bibir nya,


"kau tahu? sebenar nya aku lumayan senang ketika kita bertengkar. karena ketika kita bertengkar, aku bertengkar untuk kita, aku tidak akan begitu jika tak peduli tentang hubungan kita. dan, jika saja aku mau, ada begitu banyak alasan yang bisa membuat ku meninggal kan mu, namun semua alasan tersebut tak mampu mengalah kan satu kata yang membuat ku bertahan, " jelas Taehyung, terdengar helaan nafas pelan dari sana.


"apa itu?" tanya Hyunia, ia tak tahu sejak kapan jantung nya seperti hendak meledak kapan saja.


"aku mencintai mu"


******************