What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
kabar


Wery memandang kartu nama karyawan di tangan nya.


"omo, aku tak percaya ini" Senyum tak pernah luntur dari wajahnya.


Dengan langkah seribu ia berjalan melewati lorong lorong sepi menuju kontrakan nya, namun langkahnya terhenti saat tubuh nya berdiri tepat di depan toko es krim.


dia berjalan mendekati toko, dan melihat lihat beraneka rasa es. binar matanya tak lepas menatap es krim rasa coklat.


air liur nya terasa hendak meleleh di dalam mulut nya, dia menelan saliva nya penuh minat pada es tersebut.


"ini berapa?" jari telunjuk nya menunjuk rasa es coklat dari luar kaca.


"10 won" sahut kasir tersebut.


"aku mau satu" Wery menunjuk rasa coklat.


"baik lah, silah kan tunggu sebentar," kasir tersebut, Wery duduk di kursi penunggu.


"aghassi" Wery menoleh, kasir tersebut menoyodorkan ea krim kepada nya. setelah membayar Wery berlalu dan berjalan menuju taman.


"ah, aku harus memberitahu Appa dan eomma" gadis itu mengudak aduk tas tangan nya dan berhasil dengan hp di tangan nya.


setelah memencet no telpon Appa nya, ia menempel kan benda pipih tersebut di dekat telinga nya.


"yeoboseo" sahut seseorang di seberang sana.


"appa, " Wery tak mampu menahan suara bergetar nya.


"nee, ada apa? apa kau baik baik saja?" tanya seseorang di sana.


"nee Appa, naneun gwaenchanh-a. appaneun eottaeyo?(ya ayah. aku baik baik saja, bagaimana kabar ayah?)." Wery sesekali menyendok es krim di tangan nya.


"appa gwaenchanh-a. siapa yeobo?" terdengar suara wanita paruh baya, yang Wery adalah ibu nya.


"putri mu, Suki-ah" Wery tersenyum diam diam mendengar mereka berdua.


"Wery- ya, bogo sip-eoyeo(aku rindu), kapan kau ke Daegu?" suara lembut ibu nya menenang hati Wery.


"nado eomma, aku akan ke sana setelah libur eomma, aku ingin memberitahu kalian bahwa aku sudah mendapat kan perkerjaan di sini, dan akan mulai bekerja besok" Wery tak bisa menyembunyi kan kegembiraan nya, walau pun tak terlihat namun terdengar dari nada suara nya.


"omo, omo, eomma, tidak perlu, lebih baik eomma dan appa memikir kan kerjaan saja, tidak apa apa" Wery menyendok es krim nya, dan membiar kan sendok tersebut diam di mulut nya.


"ani, kami akan memberi kan diskon pada setiap menu dan akan mengatakan bahwa besok adalah hari istimewa karena putri semata wayang kami sudah berkerja" terdengar kekehan dari pasangan suami istri tersebut.


"nee, eomma, appa, terserah kalian berdua. aku janji akan mengirim kan gaji pertama ku pada kalian" Wery beranjak dari duduk nya, membuang es krim kosong ke tempat sampah dan berlalu dari taman tersebut.


"ah, kami akan sangat bersemangat menunggu hari itu. " appanya menyahuti


"nee, aku akan membeli baju baru, bagaimana dengan mu yeobo?"


"yak, yeobo, itu gaji pertama nya, jangan berfoya seperti itu, kita harus memasak makanan enak, dan mengirim nya ke Seoul" Wery tertawa renyah, gaji pertama nya saja belum di terima, namun orang tua nya sudah berdebat begini.


suara tawa nya membelah lorong lorong sepi, tersebut.


"eomma, appa sudah lah, lakukan semau kalian, apapun itu aku akan senang" Wery masih dengan kekehan nya.


"ah Wery-ya, pindah lah ke apartemen yang bagus, perabotan lengkap, dan di wilayah elit, kau berhak mendapat itu" eomma nya mengingat kan, ya wajar saja ibu nya begitu, saat ibu nya ke Seoul dan bermalam di kontrakan nya, ibu nya mengomel ngomel karena keran air yang macet, listrik sering mati, dan masih banyak lagi.


"nee eomma, akan aku usaha kan, tapi aku takut jika gaji ku tak mampu membayar harga sewa nya" walau pun berkerja di perusahaan terkenal, namun ia tidak tahu berapa gaji yang akan di terima nya setiap bulan.


"kalau begitu jangan kirim gaji pertama mu pada kami, pakai saja untuk mencari apartemen, " appa nya memang adalah orang yang pengertian,


"ani appa, kalian tak usah khawatir, aku bisa mengatasi nya" Wery sudah tiba di depan rumah kontrakan nya, ia memasuk kan anak kunci guna membuka pintu


"ah, nee, kau istirahat lah, kami akan sering sering menelpon mu" Eomma nya berujar,


"nee eomma, jaga diri kalian, jangan berkerja terlaku keras, kalian sudah tua, " Wery membuka high heels nya dan menaruh di rak sepatu.


"nee, selamat malam"


"nee, selamat malam"


tut tut tut


suara sambungan di putus kan.