
Namjoon dan Wery memasuki villa sewaan Namjoon. Wery langsung menuju ke dapur, sedang kan Pria Kim tersebut menyandar kan tubuh nya di sofa.
Wery membuka kulkas dan mengintip bahan bahan masakan di dalam nya, hanya ada beberapa macam sayur dan 5 biji terlur ayam.
"ck, villa mewah begini hanya ada bahan makanan tak bermutu ini" gerutu Wery, ia mencepol rambut nya berantakan dan mulai berkutat dengan alat dapur,
sedang kan Namjoon, ia menelpon Jaehyun dan menanyakan kabar perusahaan nya.
"nee, ada apa?" tanya Jaehyun
"bagaimana keadaan kantor di sana?" Namjoon balik bertanya, ia membuka satu kancing teratas kemeja nya, ia sengaja tak memakai dasi karena memang tak bisa memasang nya.
"di sini baik baik saja, seperti nya Taehyung mengerja kan semua urusan dengan baik" jawab Jaehyun
"oh bagus lah, Taehyung sudah kembali ke Jepang?" tanya Namjoon, ia menoleh sekilas ke dapur dan memperhati kan Wery yang sibuk berkutat dengan masakan nya
"ya, dia sudah kembali, ketika aku baru datang ia langsung mengambil penerbangan tercepat ke Jepang seperti nya ia memang sudah sangat merindu kan kekasih nya" kekehan Jaehyun terdengar,
"seperti kau tidak begitu saja,bukti nya kau pun langsung pulang ke Seoul tepat setelah pertemuan hari ini selesai" cibir Namjoon.
"jelas sekali, jatuh cinta itu menyenang kan, kau harus mencoba nya" sahut Jaehyun,
"haish, aku tak tertarik, sudah lah, bersenang senang lah bersama kekasih mu itu" Namjoon langsung memati kan sambungan sebelum pria Jung itu menjawab.
"ada ada saja"gumam Namjoon, ia meletak kan ponsel nya dan menghidup kan televisi, namun suara berisik dari dapur membuyar kan fokus nya, ia sedikit penasaran bagaimana gadis Park ini memasak.
Namjoon berjalan pelan menuju dapur dan duduk di kursi dekat meja makan.
diam diam ia menilai cara kerja Wery, gadis ini seperti nya sudah biasa dengan peralatan dapur terbukti ia sangat telaten mengguna kan perabot dapur.
Wery tak menyadari jika sedari tadi ia sedang di perhati kan seseorang, ia masih saja sibuk mengaduk aduk sayur di dalam wajan.
"anda memasak apa?" suara Namjoon membuat Wery terlonjak kaget, dia membalik kan badan nya kesal.
"Sajangnim, bisa kah anda jangan bicara tiba tiba begitu,anda membuat saya kaget" unar Wery, ia pun kembali ke kegiatan nya.
"saya sudah di sini sedari tadi, anda saja yang terlalu asik dan fokus hingga tak menyadari kehadiran saya" sahut Namjoon, ia menopang dagu nya dengan siku menumpu pada meja.
"lalu, kenapa Sajangnim memperhati kan saya?" tanya Wery ketus, membuat Namjoon menghela nafas pelan.
Namjoon sendiri sedikit heran dengan karyawan satu nya satu ini, bagaimana bisa Jaehyun menerima wanita Park ini.
benar benar tidak masuk akal.
"saya hanya penasaran, bagaimana jika anda memasuk kan sesuatu pada makanan ini dan saya memakan nya" ucap Namjoon,
Namjoon terdiam, ia sudah sangat bosan berdebat dengan karyawan nya sendiri.
semua nya masih terlihat normal hingga ketika Wery menggulung lengan baju nya, Namjoon terkesiap.
"apa anda akan selalu menggulung lengan baju anda setiap kali anda memasak nona Park?" tanya Namjoon memasti kan,.
"nee, saya akan menggulung nya setiap kali saya masak, itu sangat menganggu" sahut Wery.
"itu sangat menganggu" ucapan Wery tergiang ngiang di dalam benak Namjoon bersahutan dengan kata kata yang Min Sun ucap kan ketika Min Sun memasak, bahkan kebiasaan menggulung baju adalah salah satu kebiasaan Min Sun
"oh begitu ya, "lirih Namjoon, kepala nya kembali berdenyut pelan.
"cah, selesai, saya akan membawa makanan ini ke meja, anda silah kan cuci tangan" perintah Wery, ia memasuk kan masakan nya ke dalam mangkuk sedang.
"kenapa harus cuci tangan, saya tidak sekotor yang anda kira" sahut Namjoon, ia bangkit berdiri, bisa bisa nya ia sebagai seorang CEO di perintah oleh karyawan nya sendiri.
"yak, Sajangnim, kita tidak tahu apa saja yang sudah kita pegang seharian ini, dan kita harus mencuci tangan ketika hendak memakan sesuatu" jelas Wery,
DEG
satu lagi kalimat yang sama yang selalu di ucap kan Min Sun ketika mereka hendak makan.
"Namjoon-ah, jika kau ingin makan sesuautu kau harus mencuci tangan mu terlebih dahulu, karena kita tidak tahu apa saja yang kita pegang dalam sehari"
denyutan di kepala nya semakin menjadi, Namjoon memegang kepala nya dan memukul mukul pelan berharap denyutan nya berkurang.
"Omo,...Sajangnim ada apa?" Wery yang melihat hal itu langsung memegang ke dua bahu Namjoon dan menyuruh pria Kim itu duduk.
Wery mengambil segelas air putih dan menyodor kan nya pada Namjoon, namun Namjoon menepis nya kasar hingga gelas tersebut jatuh dan menimbul kan suara khas benda pecah.
"Saj-"
"siapa kau sebenar nya? " tanya Namjoon tajam
"saya,...saya, Park Wery Sajangnim, anda kenapa?" tanya Wery khawatir, fix kali memang murni khawatir.
"menjauh dari ku, " ucap Namjoon dingin, tangan nya masih memegang kepala nya,
"saya..."
"PERGI" teriakan Namjoon membuat Wery terdiam, ia segera meninggal kan Namjoon sendirian.