
"terima kasih atas kerja sama nya" Namjoon membalas jabatan salah satu klien nya di sertai senyum khas yang menampil kan dimple nya.
"nee, bagaimana jika kita makan bersama dulu Tuan Kim, dan saya rasa saya sedikit tertarik pada karyawan anda" ujar Klien Namjoon gamblang dan blak blak-an, membuat Wery sangat tidak nyaman.
"maaf tuan Min, saya di sini hanya untuk membahas urusan kerja bukan untuk memajang karyawan saya" sahut Namjoon tajam membuat pria yang seumuran Namjoon tersenyum miring,
"begitu kah? baiklah, saya hargai, tapi seperti nya saya akan meminta nya setelah kita berada di luar jam kerja" ujar pria tersebut.
"saya pikir karyawan saya tidak tertarik pada anda, dan saya serta karyawan saya harus segera kembali masih banyak pekerjaan menunggu" Namjoon menarik lengan Wery kasar.
"yak, Sajangnim lepas kan" berontak Wery ketika mereka sudah tiba di mobil.
Namjoon langsung melepas cekalan nya
"wae?" tanya Wery, ia mengusap usap lengan nya.
"wae? apa kau bodoh ha? pria itu tertarik pada mu, kau tahu itu?" bentak Namjoon,
"memang nya kenapa jika ia tertarik pada ku?" tanya Wery lagi,
kenapa pria ini marah marah begini?
"dia itu bukan pria baik baik" kata Namjoon, ia berkacak pinggang
"memang nya anda pria baik baik? lalu apa hak anda mengatur hidup saya" sahut Wery, ia berjalan pelan masuk ke dalam mobil
"haish, terserah" gumam Namjoon masuk ke mobil dan melaju kan mobil nya.
************
Jaehyun menghenti kan mobil nya di depan rumah Hanah, ia memencet bel pintu tersebut.
pintu di buka seseorang dan Jaheyun tersenyum ceria melihat siapa itu.
Hanah memeluk Jaehyun erat membuat pria itu terkekeh.
"aku merindu kan mu" ujar Hanah, Jaehyun mengelus punggung gadis itu pelan.
"nee, aku juga," sahut Jaehyun
"kau tahu, rindu itu tidak di cipta kan karena jarak dan waktu, tapi perasaan kita yang merindu kan, bukan karena ia jauh dan lama nya, tapi karena ia ada di dalam hati mu" sahut Jaehyun
"nee, tumben sekali kau bermain ke rumah, sedang ada waktu luang?" tanya Hanah
"nee, dan bersedia kah kira nya jika aku mengajak mu berjalan jalan malam ini?" tawar Jaehyun,
"tentu saja, tunggu aku akan mengganti baju ku sebentar" Jaehyun hanya mengangguk menanggapi ucapan Hanah.
tak lama kemudian Hanah keluar dengan baju santai nya bukan baju tidur kelinci nya tadi.
Jaehyun segera melaju kan mobil nya menuju tempat yang favorit mereka.
-
-
-
"kau tahu ini adalah tempat terfavorit ku" ucap Hanah, ia menyesap jus mangga nya.
"oh ya, mengapa?" tanya Jaehyun, ia menyandar kan kepala nya di pundak Hanah.
"entah lah, mungkin karena kita sering ke sini" sahut Hanah.
"hm, memang nya tidak ada tempat lain yang menjadi tempat favorit mu?" tanya Jaehyun,
"mm, tidak ada, selain kamar ku,tempat ini merupakan tempat ternyaman yang pernah ku rasa kan" ucap Hanah, ia mengoyang goyang kan wadah jus nya.
"apa kau ingin tahu di mana saja tempat favorit ku?" tanya Jaehyun, ia mendongak kan kepala nya sejenak memperhati kan mimik wajah kekasih nya.
"di mana itu? ku pikir kau tak mempunyai tempat favorit" sahut Hanah,
"ck, kau tahu menurut ku tidak ada lagi tempat favorit ku yang senyaman dan sedamai pundak mu ketika aku bersandar melepas semua penat dan lelah ku, selain itu pundak mu adalah sebuah penopang kepala ku kala aku merasa sangat kacau dan ku harap semua ini berjalan selamanya" ujar Jaehyun.
"benarkah, bagaimana jika aku tak membiar kan mu bersandar di pundak ku?" tanya Hanah, ia meneleng kan kepalanya melirik pucuk kepala Jaehyun.
"maka aku akan memaksa dan berusaha membujuk mu hingga kau mau" Jaehyun mencubit pelan ujung hidung Hanah, membuat gadis itu mengerucut kan mulut nya.