What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 45


setelah kejadian didalam pesawat tadi siang, Namjoon maupun Wery membungkam mulut mereka masing masing.


Namjoon masih berusaha mencerna perkataan Min Sub dalam mimpinya.


lupakan dirinya?


berhenti mencarinya?


bahagia tanpa dirinya?


membuatnya tak tenang?


apa maksud semua nya itu? menurut Namjoon masalah yang seperti ini jauh lebih sulit di bandingkan dengan angka saham nya yang turun dan permasalahan dengan klien.


ini menyangkut perasaan nya.


sedangkan Wery, ia tak mau membuka mulutnya, ia takut jika Namjoon tahu kebenaran nya, ia takut Namjoon membencinya walau di sisi lain ia merasa sangat bahagia, karena ia adalah orang pertama yang Namjoon kenal.


semua ketakutan tersebut membuat ia tidak nyaman.


mereka sudah berada di villa sewaan Namjoon, villa ini hanya mempunyai kamar satu, dan sepertinya entah siapa yang akan tidur di sofa kali ini. letak Villa ini sangat nyaman, di balkon nya ada tempat santai yang menghadap langsung pemandangan menara Eiffel


"kalau kau ingin mandi duluan saja, aku harus menghubungi seseorang" ujar Namjoon, tanpa babibu lagi Wery langsung bergegas ke kamar mandi.


-


-


-


-


"bagaimana ini? bagaimana ini?" Wery mondar mandir di dalam kamar mandi, ia sudah selesai mandi namun ia masih ragu untuk keluar. menurut nya ini seperti kali pertama bertemu dengan Namjoon walaupun sudah sering bersama namun sekarang bedanya Namjoon sudah mengenali wajahnya,


"bagaimana ini?" Wery melihat pantulan dirinya di cermin, ia harus keluar tidak mungkin ia berada di dalam kamar mandi ini terus menerus.


Setelah memantapkan diri, Wery melangkahkan kakinya keluar, ia mengintip sejenak sambil mengedarkan pandangannya.


kosong.


kemana Namjoon?


Wery keluar dan berjalan menuju dapur.


-


-


-


-


Namjoon menerawang, ia duduk di kursi balkon Villa. pikiran nya masih seputar mimpi anehnya.


kenapa tiba tiba bisa bermimpi begitu?


jika itu tentang Min Sun wajar karena ia memang memikirkan wanita itu siang bahkan malam, namun kenapa harus ada Wery muncul dalam mimpinya?


itu lah tanda tanya terbesarnya, mengapa gadis itu muncul di mimpinya dan lebih anehnya gadis itu datang bersama Min Sun.


apa Wery ada kaitannya dengan Min Sun?


dan mengapa wajah gadis itu yang ia kenali pertama kali?


Namjoon mencoba mengingat ingat.


jika di pikir pikir, Wery dan Min Sun cukup banyak memiliki persamaan.


apa Wery mengetahui sesuatu tentang Min Sun? jika iya mengapa ia tak berterus terang saja pada nya?


Namjoon mengusap wajah kasar, ia akan menyelidiki ini lebih jauh.


"saya kira anda meninggalkan saya sendiri di sini"sebuah suara mengejut kan Nmajoon, ia pun langsung menoleh dan mendengus kesal.


"bisakah kau sedikit sopan?" ketus Namjoon,


"aniya, saya sudah berada di sana sedari tadi" tanpa dipersilahkan Wery duduk berhadapan dengan Namjoon dan menunjuk ke arah pintu geser kaca balkon.


"sejak kapan?" tanya Namjoon, ia tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan nya.


"hm, sejak anda mengusap wajah anda kasar, memang nya ada apa?" ups, sepertinya Wery salah ucapan, semoga pria Kim ini tak membahas lebih jauh, harap Wery dalam hati.


"tidak ada. kenapa belum tidur?" satu pertanyaan yang mengandung berbagai makna di pikiran Wery, ia mengerjap cepat.


"ani, ada yang ingin ku katakan," lirih Wery.


"apa itu?" Namjoon akui ia sedikit penasaran.


"jika saya mengatakan ini, apa anda akan menjauhi dan membenci saya?" tanya Wery, ia menatap penuh harap pada Namjoon,


"ku kira selagi tidak membuat ku marah dan kesal, tidak masalah" sahut Namjoon,


"ani, masalahnya, saya takut anda marah dan kesal setelah saya mengatakan ini" cicit Wery.


"kya, kalau begitu jangan katakan" tegas Namjoon,


"tapi ini menganggu pikiran ku" cicit Wery lagi,


"kalau begitu katakan kau mau ku pecat sekarang juga?" Namjoon berucap sedikit geram, begini saja ia sudah kesal.


"andwe Sajangnim." Wery membasahi tenggorokan nya yang tiba tiba terasa kering


"nan neoleul joh-ahae(aku menyukaimu)" cicit Wery, ia menunduk kan wajah nya dalam.


"nee? aku tak mendengarnya" ujar Namjoon, dengan kesal Wery mengangkat wajahnya.


"kya, Sajangnim, kau sengaja mengolok ku?" bentak Wery,


"kya, aku benar benar tak mendengar nya" balas Namjoon tak kalah kerasnya


"nan neoleul joh-ahae!!!" pekik Wery, Namjoon mengerutkan dahinya,


"nee?" Namjoon mengerjap cepat


"apa sekarang kau beralasan kau tak mendengar nya? ku harap telinga mu tidak rusak Namjoon-ssi" cibir Wery, ia bahkan menyebut Namjoon tidak sebagai atasannya.


"pfft..." Namjoon menahan tawanya membuat Wery heran.


apa ada yang salah?


"kau menyukai ku? aku sudah punya kekasih yang jauh lebih cantik dan sempurna dibandingkan mu, hahahah" Namjoon berujar tanpa mampu menahan tawanya


Wery tersenyum manis, sangat manis hingga mampu melelehkan kaki kaki semut yang sedamg berjalan.


"nee, tidak apa, bagiku tidak penting kau membalas rasa suka ku pada mu, cukup untuk kau tahu saja Sajangnim. dan jangan khawatir, aku tidak akan merusak hubungan kalian." ucapan Wery membuat Namjoon menghentikan tawanya.


"lagipula, aku cukup senang dan merasa sedikit lega sekarang. senang akhirnya kau menemukan seseorang yang mengisi relung mu kembali setelah sekian lama kosong. ku harap kau menemukan kebahagiaan mu, Namjoon-ah" Wery melempar senyum pada Namjoon dan berlalu.


Namjoon tertegun, gadis itu masih tersenyum walau tahu ia akan dikecewakan.


Namjoon bukan orang bodoh, ia tahu makna dari kalimat yang Wery ucapkan, tapi apa maksud nya?