
Mingyu memasang apron di pinggang nya, ia mengambil pisau dan memotong motong daun daunan yang hendak di masak nya hingga menjadi potongan potongan kecil.
tin...nong...
sura bel di depan menghenti kan aktivitas nya,
"kajongbu, tolong buka kan pintu " perintah Mingyu pada salah satu pelayan rumah nya.
"nee tuan" pelayan tersebut langsung membuka kan pintu bagi si tamu.
-
-
-
-
"wah, sejak kapan kau bisa memasak?" suara bariton seseorang membuat Mingyu menoleh ke sumber suara.
" Jehyun hyung, aku kan memang bisa memasak dari dulu, hyung kan tahu ini adalah salah satu hobi ku" sahut Mingyu, ia mengambil sesuatu dari dalam kulkas
"nee, aku juga mau belajar masak," ucap Jaehyun, Mingyu merapi kan ikatan apron pada pinggang nya.
"kenapa hyung?" Tanya Mingyu,
"aku bisa malu nanti jika kekasih ku menyuruh ku masak dan aku tidak tahu apa apa" Jaehyun menghampiri Mingyu dan mengambil salah satu pisau dapur.
"kau punya kekasih hyung?" Mingyu bertanya seraya memotong motong daging menjadi bagian bagian sedang, tidak terlalu kecil, tidak terlalu besar.
"yak, dongssaeng ku ini tak tahu apa, orang tampan seperti hyung mu ini tak memiliki kekasih? yak, mau taruh di mana muka ku ini" sahut Jaehyun, ia mengambil beberapa siung bawang dan mengupas nya.
"ya, siapa tahu seperti Namjoon hyung, umur sudah tua tapi kekasih saja belum punya, " gumam Mingyu,
"nee, memang nya kita mau masak apa ?" tanya Jehyun,
"aku ingin membuat kimbbab hyung" sahut Mingyu, ia membuka tutup panci yang berisi kukusan beras
"wah, kenapa kau memasak kimbbab, yang ku tahu kau suka makan miyeok guk" ujar Jaehyun.
"ani, aku belajar memasak kimbbab khusus untuk calon istri ku hyung" Mingyu berdiri menyadar pada wastafel dan menatap ke arah Jaehyun.
"ah, begitu rupanya, sekali sekali ajak aku bertemu dengan adik ipar ku" ujar Jaehyun,
"tenang saja hyung, akhir minggu ini kami melangsung kan pertunangan" sahut Mingyu, ia mengetuk ngetuk kan ujung pisau pada talenan plastik di depan nya
"jinjja? wah, aku keduluan ya berarti haha" Jaehyun tak menyangka adik sepupu nya ini bisa lebih cepat dari nya.
"hyung, itu bawang mu gosong hyung, " pekik Mingyu,
Jaehyun segera membalik kan badan nya melihat bawang goreng nya yang sudah berwarna hitam dan kekuningan sebagian.
"wah, omo,omo, bagaimana ini?" Jaehyun mengambil spatula dan mengaduk aduk bawang goreng di wajan yang mengeluar kan sedikit asap saking panas nya.
"ani hyung, jangan di begitu kan,mati kan kompor nya" perintah Mingyu,
"ah nee" Jaehyun mematikan kompor nya, dan menghela nafas lega.
Mingyu mengambil beberapa siung bawang dan meletak kan nya di hadapan Jaehyun.
"potong ulang hyung"
**************
Taehyung memutar knop pintu apartemen nya, melempar sepatu nya sembarang arah dan berlalu menuju kamar.
Hyunia seperti nya memang benar benar marah pada nya kali ini, gadis itu biasa nya tak pernah semarah tadi pada nya,
apa aku keterlaluan ya? batin Taehyung,
seharus nya memang benar yang di kata kan Hyunia, sesibuk apapun ia setidak nya sekedar memberi pesan singkat pada kekasih nya, bukan malah mengabaikan nya,
Hyunia tak ingin khawatir dan hanya ingin kabar dari Taehyung agar Hyunia tahu bahwa kekasih nya baik baik saja.
dan juga tak seharus nya Taehyung mengata kan jika kerjaan Hyunia itu mudah, padahal kerjaan Hyunia jauh lebih berat dan besar tanggung jawab nya di banding kan kerjaan nya, dan yang di katakan Hyunia tadi sepenuh nya hampir benar.
"seperti nya aku harus meminta maaf, Tidak seharus nya aku tersulut emosi tadi, padahal ia sangat mengkhawatir kan ku, tapi aku malah marah marah" gumam Taehyung,
**************
Wery duduk tertekuk di sudut kamar, ia masih tak menyangka Namjoon akan membentak dan memarahi nya seperti tadi.
apa salah nya? toh ia kan hanya ingin membantu, kenapa pria Kim itu langsung emosi?
benar benar atasan tak berhati
Wery memegang kedua lutut nya, tadi Namjoon bertanya siapa diri nya sebenar nya,
apa Namjoon sudah mulai menyadari nya?
Wery menggeleng cepat,
"tidak, tidak, itu tak boleh terjadi" lirih nya