What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
awal


Wery melangkah yakin menuju ruangan wawancara, tadi ia bertemu dengan Hanah di lift Hanah mengatakan bahwa yang akan mengiterview nya hari ini kekasih Hanah, bukan bermaksud curang, namun dunia sekarang memang seperti ini, ada orang dalam maka semua nya menjadi mudah bukan.


Wery membungkukan badannya sedikit dan duduk di kursi berhadapan dengan pria bersetelan jas.


"bisa anda mengenalkan diri anda" pinta pria itu sambil melihat berkas berkas yang di sudah Wery kirim tadi pagi.


"ne, nama saya Park Wery, saya Strata satu jurusan Hubungan Internasional." Sahut Wery.


"bisa berbahasa inggris?" tanya pria itu lagi.


"ah ne," Wery meremas jari jari.


"bisa anda menyimpulkan tentang Hubungan Internasional dalam bahasa inggris" pinta pria itu sambil menatap ke aah Wery.


Wery tersenyum simpul dan masih bersikap tenang. baginya hal seperti itu adalah yang paling mudah.


"International relations is the study of a country's international relations. For example there are theories of realism, theories of liberalism, various kinds. Oh yes, besides the state's relations with these actors, the study of International Relations also studies the elements of a country"


" Hubungan internasional itu ilmu yang mempelajari hubungan internasional suatu negara. Contohnya ada teori realisme, teori liberalisme, macem-macem. Oh iya, selain hubungan negara dengan aktor-aktor ini, studi Hubungan Internasional juga mempelajari unsur-unsur dari suatu negara.”


"hm, apa anda lulusan Seoul Unversity?" pria itu mengernyitkan dahinya.


"majjayo, saya lulusan disana, dan sahabat saya berkerja di perusahaan ini" Wery sengaja memancing pria ini.


"jinjjayo, hm," pria itu kembali membolak balik berkas


"hm, apa anda mengenal Choi Hanah, hm kalau tidak salah dia di bagian desain dan marketing" Wery pura pura berpikir.


pria itu menghentikan kegiatannya dan menatap ke arah Wery.


"hm, ku rasa cukup di sini wawancara hari ini, silahkan anda menunggu di ruang tunggu, kami akan memberitahu anda nanti siang, terimakasih" pria itu mempersilahkan Wery keluar ruangan, dengan senang hati Wery keluar.


Wery merogoh tasnya dan mengambil handphonenya, tampak mengetik sesuatu.


"ye, Hanah-ya, kau dimana?" Wery tau dia hanya melontarkan pertanyaan bodoh.


"tentu saja di ruangan ku, ah apa kau sudah selesai wawancara nya?" Tanya Hanah.


"ne, sudah, "Wery memencet tombol lift.


"nee, sekarang kita makan siang, kau ke lantai dua terlebih dahulu, nanti aku menyusul"


"nee, aku matikan nee" Wery mematikan sambungan setelah mendengar sahutan Hanah


****************


Wery mengaduk aduk ramen dalam mangkuk dan menyeruputnya.


"bagaimana dengan wawancara mu?" Hanah menyesap es mangga nya.


"lumayan, ku rasa itu berjalan lancar" Wery menenguk air putih untuk meloloskan sisa ramen di mulutnya.


"hm, apakah Jaehyun menyulitkan mu?" Tanya Hanah, ia mengunyah stik kentang.


"ani, dia malah mepermudahkan wawancara ku, " Wery menyeruput kembali ramen nya.


"baguslah. hm, apa kau sudah tahu CEO perusahaan ini?" Hana sedikit berbisik


Wery menggeleng.


"aku sebenarnya belum pernah bertemu langsung, namun dari berita yang ku dengar CEO kita sedikit aneh" Hanah mendekatkan tubuhnya sedikit ke depan.


"memangnya aneh yang seperti apa?" Wery juga mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Hanah


oke, sekarang mereka berdua persis seperti ibu ibu yang sedang bergosip di toko toko sayur.


bergosip?


ah masa bodo, lagipula sangat munafik jika seorang wanita tidak pernah bergosip seumur hidupnya.


"entahlah, namun ada rumor mengatakan ia penyuka sesama jenis " Hanah menekan kan nada nya pada kata penyuka sesama jenis.


Wery membelalak kan mata nya dan menutup mulutnya, memasang wajah terkejut, walau terkesan di buat buat.


"Wah, daebak, apa ia sedikit lekong?" Wery mengerjap ngerjapkan matanya,


"ah, tidak, dia sangat manly dan tampan" Hanah melirik kiri kanan mereka berdua.


"dulu ada satu karyawan yang dekat dengan nya, mereka berdua di kabarkan berpacaran namun, sebulan kemudian mereka mengakhiri hubungan" Hanah membasahi kerokongan nya yang terasa kering.


Wery masih setia mendengar gosip, -yang hot menurut nya- apalagi ini adalah CEO perusahaan ini.


"alasannya...."Hanah menggantungkan Kalimatnya, membuat Wery tak sabaran.


"ayolah, kau tahu kan aku tidak mau setengah setengah" Wery memaksa.


"dia...."


tring tring tring....


alarm hp Hanah berbunyi, menandakan waktu istirahatnya sudah berakhir.


"ah, mian. aku harus kembali, lain kali aku ceritakan secara rinci" Hanah membereskan tasnya dan berlalu,


"ck, dasar membuat orang penasaran saja" gerutu Wery, ia membuka hp dan memainkan nya.