What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 16


Misya duduk di sebelah Wery, ia menyodor kan sebuah novel pada Wery.


"cerita nya bagus eonnie, dan kata kata di sini pendek namun mengandung makna yang Sangat mendalam juga menyentuh" jelas Misya


"benar kah? cerita nya tentang apa?" Wery menyambut buku yang di sodor kan Misya.


"ini bercerita tentang seorang putra mahkota yang sedang mencari permaisuri yang telah di takdir kan untuk bersama, tapi si putra mahkota tak pernah bertemu dan tak mengenal si calon permaisuri" jelas Misya.


"wah, seperti nya bagus, aku akan membaca nya" Wery menepuk nepuk novel tersebut pada telapak tangan nya.


"nee, hm, eonnie, setelah minggu ini mungkin kita akan jarang sekali bertemu" ujar Misya


"nee, eonnie tahu" jawab Wery, seolah olah ia dapat membaca isi kepala gadis ini.


"eoh? eonnie sudah tahu, aku padahal belum mengata kan nya" ucap Misya


"ya, siapa yang tidak tahu, seluruh warga Korea Selatan tahu Misya," sahut Wery


"nee? jinjjayeo? wah, seterkenal itu kah, aku tak menyangka" Misya terkekeh pelan.


"ya, tentu saja, sangat di sayang jika tak tahu tentang hal bersejarah begitu" kata Wery lagi.


"bersejarah? wah, aku semakin merasa tersanjung." Pipi Misya sedikit merona,


"ya, setiap orang akan merasa begitu jika sebentar lagi lulus" sahut Wery,


"nee, eonnie melihat berita di mana? kenapa aku tidak tahu bahwa itu sangat terkenal?" tanya Misya.


"ah, mudah sekali" Wery mengibas kan tangan nya di hadapan nya seolah mengusir seekor serangga.


"bagaimana cara nya eonnie? aku ingin lihat" desak Misya.


Wery mengeluar kan ponsel nya dan mengetik sesuatu.


"ini, baca lah" Wery menyodor kan ponsel nya pada Misya.


Misya awal nya membaca dengan sangat antusias, namun kemudian ia mengerut kan dahi nya.


"eonnie, apa ini berita yang kau maksud?" tanya Misya,


"nee" Wery mengangguk semangat.


"eonnie, ini adalah jadwal ujian ku, kalau ini siapa yang tidak tahu, seluruh SMA di Korea Selatan memang mengada kan nya serempak, jika ini aku tidak perlu memberitahu mu" kesal Misya, dia mencebik.


"bukan, eonnie,haish jinjja" Misya membuang muka ke arah jendela,


'betapa idiot nya eonnie nya satu ini' batin Misya.


**************


Mingyu berjalan bersama Jaehyun menuju ruangan Namjoon, hari ini mereka bertiga akan membahas tentang Mingyu yang akan di tugas kan menjadi Direktur di kantor cabang di china.


Jaehyun mengetuk pintu sebentar dan mereka berdua masuk tak lama kemudian.


Jaehyun dan Mingyu duduk di sofa empuk di ruangan tersebut,


"kau membawa Kim Mingyu, Jae?" tanya Namjoon, pria itu lalu duduk berhadapan dengan dua pria tampan lain nya.


"nee," sahut Jaehyun


"hm, selamat datang Tuan Kim," ujar Namjoon, padahal marga mereka berdua sama.


"nee hyung, tidak usah formal begitu, lagi pula aku sudah menganggap Namjoon hyung sebagai sepupu ku sejak dulu" sahut Mingyu, ia dan Namjoon memang sudah lama saling mengenal, ah ralat, maksud nya ia yang mengenal Namjoon, pria itu sangat mustahil mengenal diri Mingyu.


"ah, majja, ku dengar kau sebentar lagi akan menikah, benar begitu?" tanya Namjoon,


"nee, kau benar hyung, mungkin setelah ia menyelsai kan sekolah nya" jawab Mingyu


"dia masih sekolah? wah," ujar Namjoon, ia tak menyangka sama sekali,


"hm, minggu depan ia selesai ujian nasional kelulusan nya," sahut Mingyu lagi


"wah, kau cukup aktif rupa nya, benar kan Jae? haha" Namjoon tertawa renyah,


"majja, kita yang tua dari nya saja belum" timpal Jaehyun,


"hm, kau hanya perlu mengatur saja Jae,wah, aku akan keduluan oleh kalian seperti nya,"Namjoon kembali terkekeh.


"hahah, seperti nya Namjoon hyung kelihatan kesepian sekali," gurau Mingyu


"ya, kau benar, jadi kapan kau akan mencari " goda Jaehyun, ia tahu Namjoon akan mati kutu jika membahas hal begini.


"aku tidak yakin" Namjoon menggaruk tengkuk leher nya canggung.