What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 47


"hoahm..." Wery menguap lebar, kepalanya pusing dan kelopak matanya sedikit berat, apa ia mabuk semalam?


Wery mengedarkan pandangannya, dimana ini? sangat berbeda dengan kamar kontrakannya, atensi nya beralih pada pintu kamar yang dibuka seseorang.


"Sajangnim? ini dimana?" Tanya Wery setelah tahu siapa yang membuka pintu.


"dirumah ku" sahut Namjoon dingin, ia meletakkan gelas yang berisi air jeruk di atas nakas.


"minum itu, asam nya dapat mentralisir rasa pening mu" ujar Namjoon, Wery meraih gelas dan meminumnya sedikit.


"wlee, blahh...asam sekali, tidak" Wery kembali menaruh gelas diatas meja.


"apa begitu ekspresi mu saat minum minuman alkohol semalam" sindir Namjoon, ia melipat kedua tangannya didada.


dengan sedikit terpaksa Wery pun meminum air jeruk tersebut sedikit demi sedikit.


"ada yang ingin kutanya kan padamu, ku harap kau menjawabnya dengan jujur"ucap Namjoon serius, Wery hanya mengangguk.


"apa hubungan mu dengan Min Sun?" pertanyaan Namjoon membuat Wery hampir tersedak. Wery menatap Namjoon takut,


"Jawab ku" desak Namjoon, Wery menelan salivanya susah.


"apa semalam saat aku mabuk aku membicarakannya ya?" bukannya menjawab, Wery malah bertanya,


"aku meminta mu mejawab dan mejelaskan nya," tegas Namjoon, Wery tak punya pilihan lain,


"nee, aku akan menjelaskan sejelas nya padamu, tapi jangan potong pembicaraan ku, jika kau ingin bertanya tunggu setelah aku selesai" ujar Wery, Namjoon mengangguk menyentujui.


"Dia adalah kakak angkat ku. orang tua ku ingin mencari anak perempuan sebagai adikku, karena ibu ku tidak bisa hamil lagi. kebetulan Hongyi ahjumma pengurus panti di Jeju adalah teman lama eomma. ia menyarankan agar kami main main ke Jeju dan mengadopsi salah satu anak panti disana.


awalnya eomma dan appa sudah menentukan siapa yang akan mereka adopsi, namun ada seorang gadis datang dan meminta agar eomma mengadopsinya. Hongyi ahjumma sedikit keberatan kala gadis itu meminta pada eomma agar mengadopsinya karena gadia itu sudah di anggap anak sendiri oleh Hongyi ahjumma, saat di tanya kenapa, ia mengatakan ingin pindah sekolah dan tidak betah di Jeju" Wery menarik nafas dalam, hati nya sesak kala mengingat saat itu, Namjoon tak mengalihkan pandangannya dari Wery, Min Sun memang berniat meninggalkannya, apa salahnya?


"akhirnya eomma dan appa membawa gadis itu ke Daegu, aku awalnya sedikit terkejut, karena yang eomma katakan mereka akan mengadopsi anak kecil bukan gadis remaja seperti itu. dia mengenalkan dirinya pada ku sebagai Min Sun.


dia tua setahun dariku, tapi aku merasa senang dan dia sangat perhatian padaku. dia mengajari ku banyak hal, mulai dari memasak, hingga kebersihan diri" Airmata Wery mengalir tanpa diperintah, Namjoon tertegun dan mengelap airmata gadis itu dengan ibu jarinya, Wery tersenyum tipis dan menyingkirkan tangan Namjoon dari wajahnya pelan.


aku tak berani bertanya pada nya saat itu, aku akan bertanya setelah ia benar benar tenang.


dua hari kemudian, aku memberanikan diri bertanya padanya. dia mengatakan jika kau adalah cinta pertamanya, namun ia ternyata salah besar jika mencintai mu. orang tua mu tak akan menyetujui kalian, dia adalah anak yatim yang tak jelas asal usulnya, ibu mu tak mau nanti kau hidup dengan gadis seperti Min Sun eonnie.


ibumu bilang, eonnie harus menjauh dari hidupmu, menurut ibumu eonnie adalah penghancur masa depan mu, itu lah salah satu alasan eonnie meninggalkan mu."


Namjoon mengertakkan rahangnya, ternyata ibunya lah yang menyuruh Min Sun pergi,


"itu lah sebabnya eonnie meminta eomma untuk mengadopsi nya dan membawa nya pergi dari Jeju. ia sebenarnya tak ingin meninggalkan mu, namun karena ia tak ingin membuat mu menderita dan ingin kau bahagia dengan wanita baik baik. " Wery memejamkan matanya, perlahan beban dipundak nya terasa ringan


"lalu, dimana Min Sun sekarang" tanya Namjoon, cukup sudah ia mengetahui kenyataan bahwa ibunya adalah dalang dari semua ini.


"dia, ..." Wery menatap kedalam.iris coklat pria ini "sudah pergi" lagi, airmata nya meleleh tanpa dipersilahkan,


"apa? maksud mu apa? pergi? jangan bilang..." Namjoon menggantung kan kalimatnya kala melihat Weryengangguk lemah.


"tidak mungkin, kau bohong, andwe...andwe" Namjoon menggeleng cepat,


"dia terkena Leukemia limfoblastik akut, aku yakin kau pasti tahu apa penyakit itu dan seberapa ganasnya penyakit tersebut." Wery mengigit bibir bawahnya" dulu ia dibawa ke Seoul dan meninggal di sini"lirih Wery, Namjoon menoleh cepat dan mencengkram bahu Wery,


"kenapa kalian tidak memberitahu ku jika ia memang di Seoul?" Namjoon bertanya dengan nada tajam.


"aku sudah berusaha meyakinkan eonnie avar aku bisa menghubungi mu walau aku tidak mengenali mu" isak Wery semakin terdengar.


"dia memarahi ku dan selalu melarangku, aku tidak tahu harus bagaimana kala itu" melibat hal itu membuat Namjoon tergerak hati, ia menarik Wery ke dalam dekapannya.


"aku sebenarnya kesal dan menyesal kan perbuatan mu, tapi seberapa pun aku membenci dan menyesal, Min Sun tak akan bisa kembali. " Namjoon menepuk pelan punggung Wery,


"kau bawa aku ke makam nya hari ini"


ucapan Namjoon di angguki oleh Wery.