
"penumpang yang terhormat, pesawat akan lepas landas dalam lima belas menit. Pastikan anda sudah mengencangkan sabuk pengaman Anda, Kami sarankan anda tetap memasang sabuk pengaman sepanjang penerbangan. Anda akan menjumpai informasi keselamatan dalam kartu yang ada di kantong tempat duduk di depan anda. Kami sangat menyarankan anda untuk membacanya sebelum pesawat berangkat. Penumpang diingatkan untuk mematikan semua ponsel dan perangkat nirkabel lainnya, Telepon Anda harus dimatikan atau diatur ke mode pesawat selama penerbangan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang penerbangan kita hari ini, jangan ragu untuk bertanya pada salah satu pramugari kami. Dalam beberapa saat, para pramugari akan berjalan di kabin untuk menawarkan anda minuman/makanan/makanan ringan, Silahkan beritahu salah satu pramugari apabila Anda tertarik untuk membeli. Terimakasih atas perhatian anda semua." ujar seoarang pramugari, Wery menaikkan selimut yang disediakan menutupi seluruh tubuhnya, entah kenapa tiba tiba saja tubuhnya merasa sedikit meriang.
Namjoon mengambil beberapa camilan dan makanan yang ditawarkan oleh seorang pramugari cantik,
"thank you" ujar Namjoon,
"you are welcome sir" sahut pramugri tersebut, ia sedikit tersenyum geli melihat Wery yang menggunakan selimut pada suang hari begini.
"apa kau sudah gila?" tanya Namjoon pada Wery, Wery yang sudah mulai menutup matanya terpaksa harus membukanya kembali.
"hm?" bukannya menjawab, Wery malah balik bertanya.
"kenapa kau memakai selimut siang hari begini?" tanya Namjoon, ia sedikit berbisik takut jika menganggu penumpang lainnya
"ah, ini?" Wery mengangkat selimutnya sedikit "Sajangnim, saya sebelumnya belum pernah naik pesawat jauh, jadi entah lah saya merasa sedikit tidak enak badan" cicit Wery,
"kau mabuk pesawat? bukankah kita sudah pernah naik pesawat sebelumnya" Namjoon sedikit membelalak, akan runyem masalahnya jika gadis ini mabuk pesawat.
"ani. itu kan dekat, hanya 30 menit dan ini kan cukup jauh. 3 jam perjalanan dan 2 kali transit" jawaban Wery membuat Namjoon menghela nafas lega.
tak lama kemudian pesawat pun take off, Wery menahan nafas nya dan mencengkram pegangan di kedua sisi kursinya, Namjoon menyadari hal itu dan mengenggam jemari Wery perlahan, Wery menoleh cepat.
"hembuskan nafas mu dan pejamkan mata mu. jangan menahan nafas itu akan membuat mu semakin takut, rileks kan dirimu dan jangan terlalu tegang. Bayangkan ini adalah penerbangan biasa seperti dari Daegu ke Seoul" Namjoon meremas jemari Wery pelan, Wery hanya mengangguk dan merubah posisi mencari posisi ternyamannya.
-
-
-
-
-
setelah 30 menit, Wery terlelap. mungkin karena ini adalah perjalanan yang cukup jauh, ia mencoba mengistirahatkan matanya, begitu pula dengan Namjoon. Namjoon pun terlelap dengan masih mengenggam jemari Wery.
~
~
~
{ Namjoon memutar badannya, disekeliling nya di penuhi bunga lili berbagai warna, ia berada di tengah tengah kebun lili, sejauh mata memandang hanya hamparan bunga lili dan awan putih dengan warna langit biru yang terlihat.
dimana ini? pikir Namjoon, mengapa ia bisa ada di sini?
Namjoon mencoba berjalan di tengah tengah bunga lili, ia berjalan terus ke arah utara dan kebun bunga lili ini tidak memiliki ujung, ia hendak melanjutkan langkah nya namun, kakinya terasa kaku. Namjoon hanya mampu mematung di tempat.
dari kejauhan ia melihat ada dua bayangan wanita berjalan mendekatinya. seorang memakai gaun putih bermotif bunga lili selutut dan yang satu lagi memakai celana jeans lusuh dan baju kebesaran.
mereka saling menautkan jemarinya dan berjalan pelan ke arah Namjoon,
"Namjoon-ah" suara panggilan bergema dan samar samar seperti tiupan angin menerpa pendengarannya.
Namjoon memutar kepala nya mencari sumber suara tersebut.
suara itu memanggil nya, Namjoon pun memfokus kan pandangan pada kedua wanita yang semakin dekat padanya.
"Namjoon-ah" suara tersebut berasal dari wanita yang berbaju putih, Namjoon membelalak kan mata nya
"Min Sun-ah?" lirih Namjoon, ia menyipitkan matanya, gadis nya sedikit menyilaukan matanya. Min Sun tersenyum manis menatap ke arah Namjoon.
"kemana kau selama ini? kenapa kau baru muncul sekarang? mengapa kau meninggalkan ku? apa selama ini aku membuat mu tak nyaman? Min Sun-ah, kembali padaku, kita mulai hidup seperti yang kau katakan padaku, kajja" Namjoon mengulurkan tangannya dan berusaha berjalan mendekati Min Sun, namun lagi lagi kakinya serasa terpaku.
Min Sun menggeleng pelan masih dengan senyuman dibibirnya.
"Namjoon-ah, mianhae, aku tidak bisa. lupa kan aku dan jangan cari aku lagi. bahagialah di sisa hidup mu tanpa aku, maaf jika selama ini aku membuat mu menderita, aku bahagia bisa mengenal mu dulu, ku mohon lupa kan aku, kau membuat ku tak tenang Namjoon-ah" Min Sun menyodorkan genggaman nya pada wanita di samping nya ke arah Namjoon.
"cari kebahagiaan mu yang sesungguhnya, jangan menyangkal perasaan mu, " ujar Min Sun, ia melepas kan tautan nya dan membiarkan gadis tersebut semakin erat mengenggam tangan Namjoon.
"siapa kau?" Namjoon menyipitkan matanya, mencoba mengenali wajah sang wanita yang terlihat buram dan samar samar, namun semakin lama penglihatan nya semakin jelas dan terang, ia kenal siapa ini, ia ingat wajah ini, dia...
"Park Wery" }
~
~
~
Namjoon membuka matanya, nafas nya memburu.
Mimpi? mengapa terasa nyata sekali?
ia merasa seseorang semakin mengeratkan genggaman pada tangannya, Namjoon sontak melepaskan gengaman secara kasar membuat si empunya membuka mata nya heran.
Sepasang mata menatap bingung ke arahnya.
"anda baik baik saja Sajangnim?" tanya Wery.
tanpa menjawab, Namjoon menangkup wajah Wery dan meneliti wajah gadis itu seksama membuat Wery salah tingkah.
"Sa...sajangnim, ada apa? ap..."
"aku kenal wajah mu, " potong Namjoon. Namjoon beralih menatap kedua bola mata biru Wery, ia merasa tertegun dengan warna mata gadis ini. sangat indah, jantung nya berdetak melebihi ritme.
"nee? wajah ku? bagai..."
"entah lah, aku, aku bermimpi dan aku bisa mengenali wajah mu" sahut Namjoon, ia tersenyum tak percaya, melihat hal itu Wery tersenyum bahagia. akhirnya Namjoon dapat mengenali wajahnya.
"mimpi? hanya karena mimpi?" tanya Wery, terdengar nada bahagia kentara di setiap pengucapan kalimatnya.
Namjoon melepas kan tangannya dari wajah Wery dan duduk pada posisinya semula.
"mimpi... aku melihat Min Sun mengenggam tangan mu dan memberikan genggaman tersebut padaku" ucapan Namjoon membuat Wery kaget bukan kepalang.
"nee?"