
Wery mengering kan rambut nya dengan hair dryer sambil bersenandung
🎶
Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita
Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita
Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita
Daechwita daechwita ja ullyeora daechwita🎶
drrtt...drrt...drtt..
Wery melihat layar ponsel nya,
"nee..."Wery mengapit HP dengan bahu kanan dan telinga nya.
"maaf, menganggu pagi anda, tapi anda di minta CEO perusahaan kami agar bertemu dengan nya setelah makan siang hari ini" Suara seorang wanita berbicara dengan sangat sopan pada nya.
"nee, terimakasih atas informasi nya," Wery membalas tak kalah sopan nya.
tut...tut...tut
sambungan telepon di matikan, Wery menata rambut nya, dia membuat sedikit bergelombang di bagian ujung rambut nya membuat ia terlihat sedikit manis.
Wery menepuk nepuk bedak pada wajah nya, mengoles kan tipis lipstick berwarna pink namun cenderung coral, merapikan kembali baju nya dan done.
langkah terakhir nya adalah memasang high heels hitam andalan nya,dengan heels yang tak terlalu tinggi, ia sangat malas jika mengguna kan heels yang tinggi akan membuat kaki nya bengkak seharian.
kontrakan nya dengan tempat kerja sekarang lumayan jauh, harus mengguna kan bis umum. sambil menunggu bis tujuan nya datang, Wery memasang headset di telinga nya dan mengetuk ngetuk kan ujung heels nya pada tanah.
🎧Can't you see me?
Mabeobui geunalcheoreom say "Believe me"
Bultabeorin nae mameul come and feel me feel me
Oh can't you see me?
My friends don't understand me, no
Can't you see me?
Friends don't understand me understand me anymore
Friends don't understand me anymore more
Can't you see me?
Friends don't understand me understand me anymore
setelah beberapa menit, bis tujuan nya berhenti di halte, Wery melepas headset nya dan memasuk kan ke dalam tas, dengan sedikit tergesa, Wery naik dan menempel kan kartu penumpang terlebih dahulu.
Ia duduk di sebelah anak SMA, terlihat dari pakaian yang di kena kan remaja tersebut. ia sedang membaca seperti nya.
"anyeong, siapa nama mu?" tanya Wery berbasa basi.
"Kim Misya" sahut remaja tersebut.
"kau bersekolah di Seoul high school ya, kelas berapa?" ya, Wery adalah tipe orang yang sangat suka berbasa basi, walau pun itu hal kecil sekalipun.
"tahun ini aku tamat Eonnie" remaja tersebut masih setia dengan novel yang ia baca sedari tadi.
"wah, apa sudah ada rencana untuk kuliah?" Wery melirik sedikit buku yang di baca gadis ini.
cerita apa itu? entah lah, mungkin cerita anak muda, begitu pikir Wery.
"ah, aku di jodoh kan eonnie, jadi tidak melanjut kan kuliah " gadis itu tertunduk lesu.
"ommoo, di apa? jodoh kan?" Wery menaik kan sebelah alis nya, benar benar tak masuk akal.
apa ini jaman siti nurbaya yang di jodoh kan seperti cerita cerita yang populer di Indonesia?
"ya. orang tua kami sudah menjodoh kan kami saat aku masih SMP"
"apa pria itu juga masih SMA?" tanya Wery hati hati.
"ah, ani, dia sudah selesai dan sudah berkerja, dia pria mapan sebenar nya" Misya berujar tanpa ekspresi.
"wah, kau sangat beruntung berarti. hm, kalau begitu dia sudah tua ya?" Wery memandang wajah Misya, menelisik raut wajah gadis itu.
"mungkin, seumuran eonnie" Misya menilai wajah Wery, "umur eonnie berapa?"
"ah, aku 24 tahun, kau?"
"aku 18 tahun, dan sebentar lagi 19 tahun"
"calon suami mu tua 6 tahun dari mu ya, " Wery mengitung dengan jari jari nya.
"nee, eonnie bisa kah kita bertukar nomor? " Misya menyodor kan ponsel bermerk nya pada Wery.
"tentu" Wery menerima dan memencet angka angka acak di layar tersebut.
"sudah, jika kau butuh sesuatu, hubungi aku" Wery memberi kan kembali ponsel ke pada Misya
"itu pasti, eonnie aku harus turun di sini, sampai bertemu lagi"Misya beranjak dan turun di halte dekat sekolah nya.
wery jadi teringat masa sekolah nya dulu.