What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 39


Wery menarik laci lemarinya dan mengeluarkan selembar kertas, ia meraih kertas tersebut dan membaca nya dalam diam.


tetes demi tetes butiran bening keluar begitu saja dari pelupuk matanya, hati nya kembali sesak mengingat masa lalunya.


seseorang yang sangat ia sayangi sama seperti ia meyayangi orang tersebut, namun kenyataan membuat ia tak bisa berbuat apapun selain diam dan menerima perintah takdir nya.


"aku sudah bertemu dan mengenal nya, tapi kuharap ia tak mengenal ku, biar aku saja yang tahu semua ini, membiarkan aku yang selalu berharap tanpa aku mengharapkannya, seperti ia berharap padamu, walau aku tahu harapan nya akan sirna" Wery melipat kembali surat tersebut, ia meletakkan ke dalam box yang dipenuhi foto dua orang yang saling tertawa bahagia seolah tidak ada orang lain yang lebih bahagia dari pada mereka.


***************


Namjoon turun dari motornya dan masuk ke sebuah rumah yang sudah sangat familiar baginya. sepulang dari acara pertunangan Mingyu, Namjoon segera melajukan mobil nya ke sini.


"Jin hyung" panggil Namjoon, tanpa dipersilahkan pria itu duduk di sofa dan menyilangkan kaki nya,


"yak, Namjoon-ah, kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" Jin keluar dari dalam kamar nya dan duduk berhadapan dengan Namjoon


"ani, itu tidak penting. aku ingin bercerita padamu hyung" ujar Namjoon, ia membuka kancing jas nya,


"tentang gadis bernama Min Sun itu?" tanya Jin, ia sedikit aneh kala Namjoon ingin bercerita, biasanya ia yang akan memaksa Namjoon bercerita bukannya pria ini yang mengajukan. Namjoon mengangguk cepat.


"kurasa kemungkinan kami bertemu kembali itu ada hyung." ucapan Namjoon membuat Jin membelalak heran, kenapa Namjoon sangat yakin begitu.


"kenapa kau begitu yakin Namjoon? aku sudah bilang lupakan gadis itu. kau tak akan bisa bertemu dengan nya, dan ia tidak mungkin mengingat mu lagi, berhentilah" nasehat Jin, ia sangat yakin bahwa Namjoon tak akan pernah bisa melihat Min Sun lagi, apapun caranya.


"kenapa hyung? aku curiga pada karyawan ku yang bernama Park Wery, aku merasa ia ada kaitannya dengan Min Sun, dan aku akan menyelidiki ini" sahut Namjoon, ia mengelus elus dagu nya dengan tatapan menerawang.


Jin mengerutkan keningnya.


Park Wery? ia berusaha mengingat ingat, namun sepertinya ia tidak pernah mendengar nama ini.


"Park Wery? kenapa kau mencurigainya? tidak ada alasan yang bagus jika kau mencurigainya Namjoon-ah" protes Jin, walaupun sejujurnya ia juga penasaran siapa itu Park Wery.


"apa salah nya, aku hanya curiga. tingkah laku dan kebiasaan gadis itu sangat mirip dengan Min Sun,hyung dan..."


"apa itu semua adalah bukti yang jelas jika kau mencurigai nya? aku tahu kau hanya tak bisa mengenali wajah seseorang, tapi kuharap otak mu masih berkerja dengan baik. semua orang bisa saja memiliki tingkah dan kebiasaan yang sama, itu bukan sebuah kebetulan." tegas Jin, Ia benar benar tak mengerti jalan pikiran Namjoon.


"kau kenapa hyung? biasanya kau tidak seperti ini? lagipula aku sudah bertahun tahun mengenal Min Sun dan sudah sangat hafal bagaimana pribadinya" sahut Namjoon, ia berusaha membela diri dan alibinya


"sudah sangat hafal ya? lalu kenapa ia meningalkan mu?" ucapan Jin kali ini membuat Namjoon sangat geram,


"Hyung, jika kau tak ingin membantu sudah lah, percuma saja aku bercerita" Namjoon berlalu dari hadapan Jin tanpa berkata apapun selain itu.


Namjoon melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, ia sangat kesal dengan ucapan Jin yang seolah meremehkan nya.ia tidak suka itu. ia tak tahu harus kemana, namun sebuah tujuan melintas dikepalanya, ia segera memutar balikkan motornya dan menuju tempat tersebut.


-


-


-


-


-


Wery hendak membaringkan tubuhnya kalaia mendengar ketukan di daun pintu kontrakan nya, ia melirik jam dinding di kamarnya,


siapa yang bertamu malam malam begini?


ia sedikit was was pada orang yang datang ja segini.


KLEK


Wery membuka pintu dan mengerjap tak percaya pada sosok didepan nya.


"Sajangnim? mengapa anda datang malam malam begini?" tanya Wery dengan penuh keheranan.


Namjoon tak menjawab, bola matanya turun ke leher wanita ini dan tersenyum simpul melihat benda yang melingkar di leher Wery.


ini Nona Park, ia tak salah orang, pikirnya.


"begitukah sikap mu jika atasan mu mengunjungi tempat tinggalmu" bukan pertanyaan melain kan sindiran yang Wery tangkap dari nada suara Namjoon.


"ah, ani, kalau begitu silahkan masuk Sajangnim" Wery mempersilahkan Namjoon dan memberi ruang di balik tubuhnya.


Namjoon tampak mengerutkan dahinya melihat keadaan kontrakan Wery, tak ada yang salah sebenarnya hanya sedikit tidak layak huni menurut nya sebagai rich man.


Wery bergegas ke dapur dan membuatkan minuman untuk mereka berdua.


"Wery-ssi" Wery sedikit tertegun dengan panggilan Namjoon, apa ia baru saja memanggil Wery tanpa embel'Park' seperti biasa?


"nee Sajangnim," Wery duduk dihadapan Namjoon seraya mengangkat gelas mendekat kebibirnya.


"apa hubungan mu dengan Min Sun?" pertanyaan Namjoon bagai palu yang menghantam dada Wery.


"saya, tidak mengerti yang anda katakan Sajangnim" sahut Wery, ia berusaha bersikap setenang mungkin.


"sampai kapan kau akan begini?" Namjoon mendekat kan wajah nya ke wajah Wery,mencoba meneliti wajah gadis itu dengan rinci namun ia tak bisa mengenalinya.


"haish, shit" Namjoon memalingkan wajah nya kasar." aku akan pulang" baru saja Namjoon hendak berdiri, guruh diluar mulai bersahutan.


"sepertinya akan hujan Sajangnim" Wery mengulum senyum nya kala melihat ekspresi Namjoon, dengan malas Namjoon kembali duduk.


rintik hujan mulai menyentuh atap rumah tersebut, yang semula hanya samar samar hingga menjadi deras.


"eng, Sajangnim, apa tujuan mu sebenarnya kesini?" tanya Wery pelan, nyaris terkalahkan oleh suara hujan.


"tidak ada, hanya bertanya apakah kau mengenal Min Sun, atau kau adalah Min Sun" sahut Namjoon datar, ia membuka jas hitam nya dan menyampirkan nya di sudut kursi.


"ah, begitu ya, tapi saya bukan Min Sun Sajangnim dan siapa itu Min Sun?" tanya Wery, ia mencoba mengatur frekuensi jantungnya.


"kau tak perlu tahu"sarkas Namjoon. Wery mendengus kasar mendengar ucapan Namjoon.


"anda menuduh saya sebagai Min Sun, tapi anda tidak mau memberitahu saya siapa Min Sun" lirih Wery,


"hh, dia orang yang sangat istimewa bagi ku"


DEG