What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 24


Mingyu dan Misya berjalan menuju toko perhiasan di salah stu pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di Seoul, hari ini setelah Misya pulang sekolah mereka langsung memilih cincin tunangan.


"ingin yang seperti apa?" tanya Mingyu, kedua mata nya sibuk memilah cincin cantik berbagai bentuk dan ukiran di dalam sebuah kaca.


"eng, terserah, tapi jika boleh yang sederhana namun unik, dan tidak sama dengan cincin pasangan lain nya di luar sana" ucap Misya


"kalau begitu bukan terserah nama nya, kalau terserah berarti memang tidak ikut campur sama sekali" ujar Mingyu


"hehe,maksud ku aku hanya sedikit memberitahu mu" kata Misya


"hm, kalau begitu kita cari model cincin seperti yang kau katakan, kajja" ajak Mingyu, mereka masuk ke dalam toko tersebut.


"anyeonghaseyo, ada yang bisa kami bantu?"tawar salah satu karyawan toko di sana.


"aku ingin mencari cincin yang paling bagus kualitas nya di sini" ujar Mingyu, mendengar hal itu, Misya menyingkut pelan lengan Mingyu.


"aku mengatakan yang sederhana dan tidak sama dengan yang lain, bukan yang paling bagus" gerutu Misya.


"kau mau kita bertunangan dengan cincin yang kulitas nya rendah? maaf aku tidak mau," sarkas Mingyu


"bukan begitu, ya kulitas yang sedang sedang saja, tidak buruk dan tidak terlalu bagus, nanti pasti mahal"lirih Misya.


"yak, Jika bertunangan dan menikah itu jangan melakukan atau menggunakan barang barang yang tidak jelas, karena hal tersebut sekali seumur hidup bagi ku" penjelasan Mingyu membuat Misya tersenyum singkat.


sekali seumur hidup. berarti Migyu memang benar benar tidak mempermain kan nya.


"kenapa berpikiran begitu?" tanya Mingyu, ia pun ikut duduk di samping kanan Misya.


"awalnya, dulu ku pikir kau akan mencerai kan ku setelah kita menikah dan perusahaan appa mu jatuh ke pada mu, namun aku salah besar," kekehan pelan berhasil keluar dari bibir nya.


"memang nya aku ini tipe orang yang akan menikah lebih dari satu kali dalam hidup nya? maaf, ku rasa itu tidak pernah ada di benak ku"


"dan, ah ya, perusahaan appa di serah kan pada ku? sebenar nya itu sudah terjadi. tapi bukan kah kau lihat sendiri? aku bahkan menolak nya dan lebih memilih bekerja di perusahaan Namjoon hyung"


Migyu mengeggam kedua jemari Misya,


"aku melakukan semua ini kau kira demi siapa? aku melakukan ini semua demi kau, Kim Misya, jika saja aku berniat mempermain kan mu, bisa saja aku meninggal kan mu sendiri di Korea, dan aku bersenang senang dengan wanita lain di luar sana, tentu saja kau tak akan tahu"


"dan, aku akan mencari beribu ribu alasan untuk menolak permintaan appa mu agar pertunangan kita di percepat, jika aku memang berniat mempermain kan mu"


"ini semua karena aku mencintai mu, aku menghargai mu, dan menyayangi mu, jadi ku mohon jangan pernah berpikiran bahwa aku mempermain kan mu dan meninggal kan mu, sekalipun takdir bergaris begitu, aku akan usaha kan melawan nya,memotong garis tersebut dan membuat garis takdir ku sendiri"


Mingyu mengangkat kedua tangan Misya mendekati wajah nya, dan mencium punggung gadis itu lamat lamat.


"sarangheo"


:v