What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 27


Jaehyun membaring kan tubuhnya di kasur hotel, ia menolak ajakan Namjoon menginap di villa.


di hotel lebih nyaman jika di banding kan dengan menginap di villa. di hotel selain pihak hotel menyedia kan kamar yang menjamin kenyaman tamu, mereka juga akan menyediakan berbagai fasilitas lain nya di luar kamar, seperti restoran, bar, dan kolam renang, bahkan ada pula hotel yang menyedia kan tempat gym dan spa agar semakin memanja kan tamu.


Jaehyun heran bagaimana bisa Namjoon sangat tidak menyukai hotel, bahkan ia rela menyewa villa hingga apartemen walaupun hanya semalam, padahal yang ia tahu Namjoon tidak bisa memasak dan harus memesan makanan di luar setiap kali ia hendak makan.


untung saja kali ini Wery yang ikut menginap di villa bersama Namjoon, mungkin wanita itu yang akan memasak untuk mereka berdua.


Jaehyun mengambil ponsel nya berniat menghubungi Hanah.


tut...tut...tut...


Jaehyun menunggu sambungan nya terhubung dengan Hanah, setelah dering ke tiga seseorang mengangkat telepon nya.


"yeoboseo?" tanya orang tersebut.


Jaehyun menjauh kan ponsel nya dan melihat nama yang tertera, ini benar nomor Hanah, tapi kenapa suara seorang pria?


pikiran pikiran aneh mulai memenuhi kepala nya, namun ia menyadar kan diri nya bahwa ia tak boleh bertindak seperti remaja labil.


"nee, maaf ini siapa? bisa kah saya bicara pada Choi Hanah?" tanya Jaehyun sopan.


"nee, sebentar, putri ku masih di dapur, ia sedang memasak ramen" sahut pria itu.


diam diam Jaehyun menghela nafas lega, setidak nya pikiran pikiran buruk tadi tidak terbukti.


tak lama kemudian suara bergemuruh seperti seseorang tengah meraih ponsel yang tergeletak di atas meja dengan terburu buru.


"nee appa" suara seorang gadis membuat senyum di wajah Jaehyun terbit.


"yeoboseo?" Jaehyun mengabai kan suara Hanah, dan masih tetap diam.


"yeoboseo? kau masih di sana? Jaehyun-ssi?" rentetan pertanyaan Hanah membuat Jaehyun menahan tawa nya.


mengerjai kekasih nya sekali ini saja tidak masalah bukan? pikir Jaehyun.


"Yak, Jaehyun, ini tidak lucu, jawab aku" suara Hanah sedikit meninggi.


Jaehyun masih diam, dia mengulum senyum nya, sedikit lebih lama juga tidak masalah kan?.


"Jaehyun, berhenti, kau membuat ku khawatir, jawab aku atau aku ke sana sekarang," ancam Hanah.


masih senyap, Jaehyun menutup wajah nya dengan bantal guna meredam suara tawa nya yang hampir pecah.


"hiks...hiks...Jaehyun jangan begini, jika kau marah kata kan saja, jangan mendiam kan ku seperti ini, kau membuat ku khawatir, ku mohon jawab aku...hiks..." Jaehyun tersentak mendengar isakan di seberang sana,


suara Hanah kah itu?


sejauh hubungan mereka, Hanah tak pernah menangis di depan nya, entah lah jika gadis itu sengaja menyembunyi kan nya, seandai nya Jaehyun tahu, ia tak akan pernah membuat wanita tercinta nya menangis.


tapi apa ini barusan? Hanah menangis hanya karena Jaehyun ingin mengerjai nya, sekhawatir itu kah wanita nya pada dirinya?


Jaehyun langsung mendekat kan ponsel ke telinga nya.


"Nee, jangan menangis maaf kan aku, aku tak bermaksud membuat mu bersedih" ujar Jaehyun


"YAK, KAU KEMANA SAJA HA?! " Jaehyun menjauh kan ponsel nya mendegar teriakan wanita nya itu.


dapat energi dari mana wanita nya ini? tadi menangis, tapi barusan berteriak.


"kau tahu aku benci khawatir, apalagi harus menerka nerka tentang mu, banyak pikiran pikiran buruk yang muncul di benak ku jika kau seperti tadi" suara Hanah sedikit serak,


"nee, mian, aku tak akan mengulangi nya lagi, aku berjanji tak akan membiar kan mu menangis lagi, karena setetes air mata mu berharga bagi ku. setetes saja keluar maka segenggam penyesalan menyeruak di hati ku, aku akan menyusuri seberapa besar penyesalan ku yang membuat mu bersedih.aku minta maaf, ku mohon berhenti menangis" ucap Jaehyun, sesal menghias setiap suku kata yang ia keluar kan.


"nee, jangan ulangi lagi" sahut Hanah.


"nee, aku janji, jika aku mengingkari janji ku, kau berhak menentukan hukuman untuk ku" ujar Jaehyun


"aku akan menentukan hukuman apa yang cocok buat mu" suara kekehan dari Hanah membuat hati Jaehyun.


ia berjanji tidak akan membiar kan Hanah bersedih, apapun itu nanti nya.


***************


Wery memuncul kan kepala nya dari balik daun pintu kamar.


"Sajangnim," panggil Wery,


"hm," sahutan terdengar dari ruang tengah.


"saya tidak punya pakaian" cicit Wery


"anda bicara apa? jika bicara usahakan dapat di dengar dengan jelas, jangan seperti orang yang tidak makan setahun" tukas Namjoon.


"saya tidak punya pakaian Sajangnim" Wery sedikit berteriak,


"kenapa bilang saya?" Namjoon acuh tak acuh dan masih menonton siaran di televisi, ah, ralat hanya mendengar suara mereka.


Wery tak tahan dengan atasan nya ini, benar benar semena mena sekali.


Wery keluar dari kamar dan berdiri di samping Namjoon.


"anda sebagai seorang laki laki harus nya sedikit peka, saya tidak membawa pakaian karena anda tadi pagi langsung pergi begitu saja" ketus Wery,


Namjoon menoleh ke arah Wery dan langsung mengalih kan pandangan nya.


'shit' batin Namjoon.


apa wanita ini berniat menguji nya, dengan selilit handuk selutut dan rambut basah nya itu?


"siapa suruh anda datang terlambat" Namjoon masih tidak peduli dengan derita Wery, menurut nya gadis ini sangat ceroboh.


"oh ayolah, saya datang terlambat karena saya bangun telat, saya harap anda tahu kenapa saya bangun telat. dan penyebab saya kurang tidur itu karena hafalan berkas yang anda beri kan, dan anda tahu siapa di sini yang salah" jelas Wery, ia sudah masa bodoh dengan jabatan Namjoon dan siapa posisi nya di sini,


Namjoon terdiam sesaat.


"saya punya beberapa baju santai di koper saya, lihat dan pilih sendiri, besok anda beli pakaian yang anda perlu kan selama di sini, ku rasa cukup jelas" perkataan Namjoon barusan membuat Wery mengangga tak percaya.


siapa yang bicara barusan? CEO dingin dan datar nya?


Wery masih memandang Namjoon dengan tatapan bingung, heran dan tak percaya campur aduk menjadi satu.


"kenapa anda masih diam di situ? ingin tidur dengan handuk saja?" ucapan Namjoon membuyar kan Wery, dengan cepat ia berlalu menuju kamar.


"KAMSAHAMNIDA SAJANGNIM" teriakan Wery membuat Namjoon menggeleng kan kepala nya frustasi.