What's Wrong With My CEO?

What's Wrong With My CEO?
bag 42


Namjoon memeriksa berkas berkas dimeja nya, ia tampak sangat fokus dengan kerjaannya.


tok...tok...tok


ketukan di pintu membuyarkan konsentrasinya, tampak seorang wanita berjalan dengan langkah lebar menuju ke arahnya.


"apakah kau sibuk?" tanya wanita tersebut


"nama" Namjoon mengabaikan pertanyaan wanita itu


"Aku Whein, apa kau sibuk?" ulang Whein,


"sebenarnya iya, memangnya kenapa?" tanya Namjoon


"aku ingin mengajak mu makan siang, apa kau mau?" tanya Whein, bersamaan dengan itu Wery masuk dengan sebuah berkas ditangannya. Wery terlihat sedikit terkejut, namun sesegera mungkin ia menyembunyikannya


"Jeosonghamnida Sajangnim, saya mengantar berkas yang anda berikan kemarin" Wery meletakkan berkas tersebut diatas meja.


"Wery-ssi, kami berdua akan makan siang, mau pergi bersama?" ajak Whein, Wery menatap Namjoon dan Whein bergantian.


kau tak boleh menganggu mereka.


Wery menggeleng.


"ani, aku sudah janji makan siang bersama Hanah dan kekasihnya" sahut Wery,ia mengembangkan senyum terpaksa


"arra, kajja kita berangkat" Whein menarik lengan Namjoon pelan, dan berlalu dari hadapan Wery.


Wery menghela nafas pelan, dan menghubungi seseorang.


"Hanah-ah, aku makan siang bersama mu ya"


******************


Whein menjepit bulgogi dengan sumpitnya dan memasukkan kedalam mulut.


"Namjoon-ah, apa kau tahu, aku sangat menyukai mu" ujar Whein gamblang,


Namjoon mengedikkan bahunya dan menyeruput jjajangmyeon mengacuhkan ucapan Whein.


Whein meletakkan sumpitnya kesal dan menaruh tangan nya di atas meja.


"Namjoon-ah, apa aku kurang sempurna bagimu? aku cantik, tinggi, dan aku juga kuliah diluar negeri, aku pintar. lalu kenapa kau mengabaikan ku? apa kurang ku?" Whein berucap sedikit tinggi dan mendegus kesal.


Namjoon melirik sedikit wajah Whein disela sela makannya.


"aku tidak tahu" sahut Namjoon santai,


"apa karena kau tak mengenali wajah ku, lalu kau meragukan kesempurnaan fisikku?" tanya Whein lagi, lagi lagi Namjoon hanya mengedikkan bahu santai.


melihat hal itu, Whein mengedarkan pandangan nya dan memanggil 2 orang pria yang tak jauh dari tempat duduk mereka berdua. ia berdiri dan menghadap ke arah mereka berdua.


"kya, apakah menurut kalian berdua aku ini cantik?" tanya Whein, ia sedikit meninggikan nada suaranya.


"nee, aghassi sangat cantik, " sahut salah satu, Whein tersenyum bangga dan membalikkan badannya ke arah Namjoon yang hanya menatap nya datar. Whein kembali duduk ketempatnya semula


"kau dengar? apa lagi yang kau ragukan,Ayo pacaran" Whein tersenyum manis dan mengenggam tangan Namjoon.


"kau kira berpacaran itu adalah suatu hal yang gampang?" tanya Namjoon, Whein mencebik kesal.


"kau tahu aku sangat mencintaimu" lirih Whein."kau hanya perlu menjawabku"


*************


"kau kenapa Nona Park?" tanya Jaehyun, ia memasukkan kimbab kedalam mulutnya


"ani, aku hanya sedang memikirkan sesuatu." sahut Wery, ia tersenyum simpul.


"chagia, kau kan sangat dekat dengan Namjoon-ssi, apakah perkataan Namjoon kemarin itu sungguh sungguh?" tanya Hanah pada Jaehyun.


"kemarin? yang bagian mana? kami membicarakan banyak hal kemarin" sahut Jaehyun.


"saat tuan Min membahas perasaan Whein-ssi pada Namjoon" timpal Hanah,


"ah, yang itu. Mollayeo,tapi biasanya Namjoon tak pernah bermain main dengan ucapannya, aku saja sedikit kaget mendengar ucapannya kemarin" sahut Jaehyun,


"nee, majja. tapi jika itu memang benar, bukan kah bagus. mereka berdua tampak serasi" Ucap Hanah,


Hanah dan Jaehyun masih sibuk membicarakan Namjoon dan Whein, tanpa mereka sadari ada satu pihak yang tersakiti disini.


*********


flashback


Min Sun menyetrika seragam sekolahnya.


setelah melipat dan memasukkan seragam kedalam lemari, Min Sun berbaring di kasur empuknya.


"eonnie" Min Sun menoleh ke arah sumber suara.


"Ri-ah, ada apa?" tanya Min Sun,ia bangkit dan mendudukkan diri.


"kau tidak mau cerita sedikit tentang pulau Jeju padaku?" tanya gadis tersebut


"kau mau mendengar bagian yang mana?" tanya Min Sun, gadis tersebut duduk di sebelahnya


"tentang seseorang yang fotonya ada didalam box itu"tunjuk gadis tersebut.


Min Sun merasa sesak untuk beberapa menit dan kesusahan menghirup udara disekeliling nya.


"kau yakin ingin mendengarnya?" pertanyaan Min Sun diangguki cepat oleh si gadis.


"dia Kim Namjoon"


************


"Wery-ah, kau melamun" tegur Hanah,


"hm?" Wery menoleh ke arah Hanah.


"kau melamun Nona Park, apa anda mendengar ucapan saya barusan?" tanya Jaehyun.


"nee, jeosonghamnida, anda bicara apa Daepyonim? " tanya Wery ia menggaruk tengkuknya canggung


"ah, bulan depan kau dan Namjoon harus pergi ke Paris, ada klien yang ingin mengajak kerja sama" sahut Jaehyun


"ah, begitu ya. Nee Daepyonim"


Wery menghela nafas berat.